IBADAH HAJI 2024: TERBANYAK DAN TERSUKSES

Ditulis Oleh imuss Rabu, 07 Agustus 2024, 15:10


Oleh: Dr. H. MULIARDI, M. Pd
Plt. Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau


Musim Haji 1445 H/2024 M
Di antara pilar dalam Islam yang diwajibkan kepada umat Islam adalah melaksanakan haji ke Baitullah (Makkah). Ibadah ini merupakan rukun kelima dalam Islam dan dilakukan jauh sebelum diutusnya Nabi Muhammad SAW. Beberapa abad sebelum kota Makkah sebagai pusat Islam dengan ditandai lahirnya Baginda Nabi, para nabi sebelumnya sudah melaksanakan haji di kota tersebut.

Sebagaimana jamak diketahui, hikmah disyariatkannya semua ibadah tidak lepas dari dua hal: (1) sebagai pengakuan bahwa dirinya sebagai hamba dan (2) sebagai ungkapan syukur pada Allah SWT.

Dari tahun ke tahun animo masyarakat muslim untuk melaksanakan haji semakin tinggi, khususnya di Indonesia, termasuk di Provinsi Riau. Terbukti dengan semakin lamanya masa tunggu (waiting list) Jemaah haji untuk berangkat ke tanah suci. Masing- masing provinsi memiliki masa tunggu berbeda, mulai dari 16 - 38 tahun. Provinsi Riau sendiri, tahun 2024 masa tunggu Jemaah haji sudah mencapai 26 tahun. Ini mengindikasikan bahwa semakin tingginya pemahaman dan kesadaran serta kemampuan financial umat islam itu sendiri.
Musim haji 2024 atau 1445 Hijriah menjadi tahun dengan jumlah kuota Jemaah terbanyak sepanjang sejarah perhajian di Indonesia, yaitu dengan jumlah total 241.000 kuota. Kuota awal sebesar 221.000 jemaah, mendapat kuota tambahan sebesar 20.000 jemaah, 10.000 kuota tambahan diperuntukan bagi jemaah haji reguler, sementara 10.000 lainnya untuk jemaah haji khusus. Sehingga total jemaah haji Indonesia berjumlah 241.000 orang, terdiri atas 213.320 jemaah dan 27.680 jemaah haji khusus.

Jemaah haji reguler, dibagi dalam 554 Kloter (kelompok terbang) dan telah diberangkatkan dari 13 Bandara yang berasal dari 14 Embarkasi. Jumlah jemaah haji Provinsi Riau yang berangkat pada musim haji 1445 H/ 2024 M sebanyak 5.335 orang dari kuota awal 5.047 dan kuota tambahan. Termasuk 103 orang petugas haji yang terdiri dari Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH), Tim Pemandu Ibadah Haji Indonesia (TPIHI), Petugas Haji Daerah (PHD), Non Kloter (NK) dan Tim Kesehatan Haji Indonesia (TKHI).
Dari total jemaah Riau yang berangkat sebanyak 983 orang atau sekitar 18,4 persen merupakan jemaah lansia dan mendapatkan pelayanan khusus dari petugas. Sesuai dengan tage line musim haji tahun 1445 H, yaitu “Haji Ramah Lansia”.

Secara Nasional, angka kematian musim haji tahun 2024 sebanyak 453 jemaah, sementara tahun 2023 mencapai 773 orang. Di Provoinsi Riau jemaah wafat pada tahun 2024 sebanyak 8 orang, sedangkan tahun 2023 mencapai 20 orang.

Kekhawatiran yang Tidak Terbukti
Tantangan penyelenggaraan haji, khususnya saat jemaah Indonesia berada di Arab Saudi, meliputi bidang transportasi di Arafah-Muzdalifah-Mina (Armuzna), konsumsi khususnya menjelang dan sesudah Armuzna, akomodasi yang melebihi kapasitas per-kamar, kurangnya tenda berteduh dan menginap saat di Armuzna, jumlah toilet yang tidak sebanding, serta fasilitas untuk jemaah lansia kurang optimal dan lain sebagainya.

Bila berkaca pada pengalaman penyelenggaraan haji, ditambah besarnya kuota haji Indonesia tahun 2024, kecemasan dan kekhawatiran tentu mewarnai perasaan saya. Tetapi alhamdulillah, hal tersebut hanyalah perasaan yang berlebih saya. Karena hingga akhir operasional pelaksanaan haji 2024 berjalan dengan sukses dan kondusif.

Skema- skema yang diterapkan oleh pemerintah dalam hal ini Kementerian Agama sebagai penyelenggara sangat berhasil terbukti menurunnya angka kematian, minimnya pengaduan masyarakat, pengaduan jemaah terhadap pelayanan haji pun hampir tidak terdengar sama sekali, bahkan rata-rata Jemaah yang pulang haji saat disambut oleh keluarga mereka berkomentar “wajah jemaah berseri-seri”.
Dengan kondisi rill yang saya rasakan dan saya saksikan sendiri di lapangan, saya secara pribadi mengklaim bahwa penyelenggaraan haji tahun 1445 H/ 2024 M benar- benar berjalan dengan suskses, seperti halnya yang tersiar di media- media.
Dari beberapa tulisan yang saya baca di media massa maupun elektronik, salah satu tulisan yang menurut saya cukup menarik di laman iainkediri.ac.id yang ditulis oleh salah seorang Jemaah yang juga merupakan dosen Dhiya’u Shidiqy. Secara gamblang ia menggambarkan tentang keberhasilan penyelenggaraan haji dan pelayanan yang luar biasa yang diberikan oleh pantia.

Dalam tulisannya dia menyebutkan beberapa skema yang membawa keberhasilan penyelenggaraan haji tahun 2024, pertama, Kawal Haji. Aplikasi Kawal Haji terbukti sangat membantu para stakeholder haji Indonesia Tahun 2024. Bagi para jemaah, aplikasi tersebut sangat membantu dalam pelaporan terkait dengan hal yang berhubungan dengan kelancaran pelaksanaan haji, seperti laporan kehilangan, laporan layanan hotel, serta berbagai aduan terkait dengan pelaksanaan haji. Bagi PPIH, aplikasi tersebut sangat membantu dalam pengawasan (controlling) pada berbagai sektor dan divisi, sehingga pelaksanaan haji sangat mudah terpantau.

Kedua, skema Murur. Berkaca pada pengalaman tahun sebelumnya, mabit di Muzdalifah merupakan hal yang dikhawatirkan pelaksanaannya. Akan tetapi pada pelaksanaan tahun ini dengan diberlakukannya skema murur bagi jemaah lansia dan risiko tinggi sangat terbukti meminimalisir risiko. Tidak dijumpai lagi keterlantaran jemaah di Muzdalifah pada lansia dan penderita penyakit dengan risiko tinggi.

Ketiga konsumsi. Kekhawatiran jemaah Indonesia terhadap konsumsi sangatlah tinggi, melihat kejadian pada tahun sebelumnya konsumsi menjadi salah satu kendala besar pada pelaksanaan haji, terutama pada kegiatan Arafah Mudalifah dan Mina. Akan tetapi pada tahun ini kekhawatiran pada konsumsi merupakan hal yang berlebihan. Hal tersebut tidak lain karena proses distribusi konsumsi sangat lancar, tidak terkecuali saat puncak haji di Arafah dan Mina. Mulai dari varian hingga kebutuhan gizinya sangatlah mencukupi dengan kebutuhan jemaah. Bahkan rasa makanan yang sebelumnya turut dikhawatirkan oleh jemaah haji Indonesia, pada pelaksanaan haji tahun 2024 banyak testimoni jemaah haji yang merasakan masakan yang disajikan dengan rasa yang sesuai dengan selera jemaah.

Keempat pemberlakuan Nusuk. Pemberitaan tentang adanya jemaah haji ilegal yang akan mengikuti prosesi haji tahun 2024, turut menjadi bahan kekhawatiran jemaah Indonesia. Akan tetapi dengan pemberlakuan kartu nusuk yang hanya dimiliki oleh jemaah dengan visa haji menghilangkan kekhawatiran tersebut. Terbukti pada puncak haji di Arafah sangatlah lancar dan tidak dijumpai pembludakan jemaah akibat adanya jemaah ilegal.

Kelima, kesigapan Petugas. Petugas pendamping jemaah haji pada tahun 2024 sangatlah sigap. Petugas haji secara kasat mata terlihat pro aktif dalam memberikan pelayanan terhadap jemaah dengan berpegang pada prinsip Tugasku adalah Ibadahku.

Selain tulisan menarik tersebut, secara langsung juga saya merasakan “keajaiban” dari testimoni- testimoni yang disampaikan kepada saya, baik secara langsung maupun melalui cerita- cerita “kedai kopi”.

Berbicara soal petugas haji, secara pribadi saya juga melihat kegigihan para petugas dalam memberikan pelayanan kepada Jemaah. Petugas haji mampu memberikan bimbingan teknis, instruksi dan arahan setiap proses pelaksanaan haji dibidang akomodasi, transportasi dan konsumi.

Suhelmon, Jemaah haji reguler tahun 2023 dan Petugas Haji pada tahun 2024 merasakan perbedaan yang luar biasa pada penyelenggaraan ibadah haji yang ia jalani di tahun berbeda. Pada tahun 2024, pelaksanaan ibadah haji hampir tidak ada celah kekurangan, semua berjalan secara sempurna dengan skema- skema yang telah ditetapkan oleh Kementerian Agama.

Secara blak- blakan Suhelmon menuturkan, terkait dengan bimbingan ibadah, pelayanan akomodasi, transportasi dan konsumu hampir tidak ada komplen apapun dari jemaah, bahkan beberapa bidang layanan tersebut banyak mendapat pujian dan terimakash dari jemaah.

Sedangkan untuk skema- skema baru yang ditetapkan oleh Kementrian Agama seperti Murur, Tanazul dan lainnya, pun bisa terlaksana dengan baik terbukti dengan minimnya jemaah haji yang wafat dan sakit saat di Arafah, Muzdalifah dan Mina (Armuzna).

Suhelmon menlihat, pelayanan terhadap lansia juga terbilang sangat luar biasa, tidak ada seorang jemaahpun yang merasa terlantar atau merasa tidak diperhatikan. Lansia jadi prioritas oleh petugas dan sesamah jemaah, termasuk penyediaan konsumsi dan akomodasi.

Berbeda dengan Ibu Jurina, jemaah haji asal Kabupaten Bengkalis satu ini mengalami kenaikan berat badan yang sangat signifikan, hinggal 5 kilogram selama berada di tanah suci. Jurina tak henti- hentinya mengucapkan rasa syukur atas pelayanan spiritual yang luar biasa, perjalanan yang seharunya menjadi sangat melelahkan, menjadi sangat luar biasa nikmat. Pelayanan petugas haji yang luar biasa dan makanan yang berlimpah sehingga tidak ada kata “kelaparan” selama melaksanakan ibadah haji.

”Terimakasih pak Menteri, Terimakasih pak Kanwil, ini perjalanan spiritual luar biasa bagi saya, selama di tanah air dengan makan sebanyak apapun, berat badan saya tidak penah melonjak. Makanan melimpah, enak, dan tidak ada putusnya, sehingga kita bisa lebih fokus melaksanakan ibadah haji,” ucapnya saat bertemu di Debarkasi Batam beberapa waktu lalu.

Berbicara soal testiomi dan cerita- cerita haji tahun 2024, tentu tidak habis- habisnya, karena ada begitu banyak cerita yang disampaikan oleh petugas dan jemaah terkait pelaksanaan haji. Namun, beberapa contoh diatas merupakan cerita real yang dapat mewakili saudara- saudara kita yang lain.

Sukses Haji 2024 Indikatornya Formula 4-3-5

Hampir sama, jika dilihat dari sudut padang saya sebagai pribadi dan sebagai  Pelaksana Tugas Kantor Wilayah Kementerian Agama melihat bahwa, keberhasilan penyelenggaraan ibadah haji tahun ini, selain karena komitmen kuat dan leadership Menteri Agama, juga terdapat beberapa faktor pendukung dari inovasi- inovasi yang dilakukan, seperti: penerapan istitha’ah kesehatan haji, fast track di Embarkasi, Murur, dan Prioritas Layanan kepada Jemaah Lansia sesuai dengan tagline haji 2024 Haji Ramah Lansia.

Keberhasilan operasional penyelenggaraan ibadah haji 1445 H/ 2024 M juga telah disampaikan oleh Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas beberapa waktu lalu. Penyelenggaraan haji tahun 2024 berjalan sukses dan lancar dengan menggunakan Formula 4-3-5, yaitu:

4: Empat Perdana di Haji
Terkait serba perdana di haji yaitu, pertama: layanan fast track di tiga embarkasi Bandara Adi Sumarmo Solo, dan Bandara Juanda Surabaya (selain Bandara Soetta). Lebih dari 50% jemaah sudah merasakan layanan tersebut.

Kedua, pertama kali dalam kuota normal, layanan katering diberikan secara penuh selama jemaah di Makkah. Ketiga, pertama kalinya juga dalam sejarah Indonesia, mendapatkan kuota tambahan hingga 20.000 jemaah.  Keempat, skema Murur pertama kali diterapkan dengan terencana dan sistematis. Skema pergerakan Jemaah dari Arafah menuju Muzdalifah, Jemaah hanya melintas tanpa turun lalu menuju langsung ke Mina. Ini adalah bagian dari ikhtiar agar kepadatan Muzdalifah yang tejadi pada tahun lalu tidak terulang. Jemaah yang mengikuti skema murur ini ada sekitar 5.198.109 jemaah.

3: Tiga Pengembangan Ekosistem Potensi Ekonomi Haji
Tiga Pengembangan Ekosistem Potensi Ekonomi Haji tersebut adalah:
Pertama, ekspor bumbu nusantara. Baru ada 16 ton bumbu nusantara yang diekspor untuk memenuhi kebutuhan katering Jemaah haji Indonesia. Tahun ini mengalami peningkatan, ada 70 ton bumbu nusantara yang diekspor ke Saudi.

Kedua, pengiriman daging dam petugas dan jemaah dalam bentuk kemasan daging olahan. Tahun ini, PPIH berhasil mengelola 6.755 kambing petugas dan jemaah haji. Ada 2000 daging kambing yang akan dikirim ke Indonesia, masing-masing kemasan 1/2 Kg. Diperkirakan akan menjadi sekitar 15ribu pack. Sementara daging dam lainnya didistribusikan melalui Jamiyyah Khoiriyah (lembaga sosial di Arab Saudi).

Ketiga, mulai tahun ini, Indonesia mulai menggunakan makanan siap saji dalam layanan katering Jemaah haji Indoesia. Makanan ini didatangkan dari Indonesia, total ada sekitar 1,7 juta box, dan diistribusikan di Makkah dan saat puncak haji di Armuzna. Jumlahnya masih ditingkatkan karena potensi kebutuhan untuk makanan siap saji ini bisa mencapai 5-6 juta box. Makanan siap saji ini tentu memenuhi cita rasa nusantara.

5: Lima Inovasi Haji
Lima inovasi haji 2024 tersebut adalah, pertama: transformasi digital dalam melakukan recruitmen petugas. Pendaftaran dibuka secara terbuka dan online, CAT untuk semua petugas, termasuk tenaga pendukung PPIH di Arab Saudi dan mahasiswa Timur Tengah.

Kedua, penggunaan aplikasi kawal haji, untuk memberikan ruang bagi jemaah dan warga jemaah bahkan masyarakat secara umum untuk bisa menyampaikan keluhan dan aduan jika mengalami masalah. Dan hasilnya, beragam masalah lebih cepat teridentifikasi dan tertangani.

Ketiga, safari wukuf lansia non mandiri dan disabilitas dengan persiapan yang lebih matang dari aspek akomodasi, petugas maupun layanan konsumsi. Total tahun ini ada 293 jemaah lansia non mandiri dan disabilitas yang terfasilitasi dan merasa bersyukur bisa tetap menjalankan wukuf di Arafah dengan keterbatasan jemaah.

Keempat, penggunaan International Pattient Summary (IPS) atau riwayat kesehatan jemaah haji pada kartu jemaah haji. IPS ini berisikan cek kesehatan jemaah dari sisi demografi, apakah punya alergi, riwayat pengobatan, penyakit, dan apakah sudah di imunisasi atau vaksinasi. Dengan informasi ini layanan kesehatan di Arab Saudi dapat memberikan tindakan medis yang lebih tepat dan terukur.

Kelima, penyederhanaan proses tunda atau batal visa untuk optimaliasasi penggunaan kuota haji. Jadi jemaah yang sudah terbit visanya, tapi karena satu dan lain hal batal untuk berangkat/tertunda, di input oleh tim Kementerian Agama Kabupaten/Kota, ke Siskohat. Sehingga Kanwil dan Kemenag Pusat, dapat segera membatalkan dan mengajukan visa penggantinya. Pendekatan ini berhasil mengoptimalkan serapan kuota haji hingga tahun ini hanya tersisa 45 kuota saja.

Dengan formula- formula Kementerian Agama dari masa ke masa terus berupaya melakukan perbaikan layanan ibadah haji agar jemaah haji Indonesia terlayani dengan baik, sebelum dan selama melaksanakan ibadah haji di Tanah Suci.

Khususnya Pasca Covid-19 atau dalam tiga kali musim haji 2022-2024 Kementerian Agama yang dipimpin oleh Yaqut Cholil Qoumas, terus melakukan inovasi tiada henti sehingga pelayanan haji semakin ekspansif. Hal ini patut disyukuri dan berhak mendapatkan apresiasi dari berbagai kalangan.

Namun demikian, pekerjaan belum selesai karena tantangan musim haji tahun mendatang akan semakin besar. Pemerintah, bersama dengan semua pihak terkait dituntut untuk terus berinovasi dan menjaga semangat sinergi untuk meningkatkan kualitas layanan yang lebih baik lagi dengan mengambil pengalaman dan pembelajaran dari penyelenggaraan tahun 2024.

Saya yakin, dengan komitmen, sinergitas dan kerja keras serta inovasi- inovasi Kementerian Agama, kita dapat memastikan bahwa penyelenggaraan ibadah haji masa mendatang akan berjalan dengan sukses dan memberikan pengalaman ibadah yang jauh lebih baik lagi bagi jemaah haji Indonesia, Aamiin…
Wallahu A'lam Bishawab, Kesempurnaan hanyalah milik Allah…

(editing: musdalifah)