Inisiasi Pencapaian Kinerja Tinggi
Oleh: Dr. H.
Muliardi, M. Pd
Plt. Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau
Penyerapan
anggaran yang tinggi dalam pencapaian kinerja organisasi memang merupakan hal
yang penting untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Merumuskan
langkah-langkah strategis dan cepat dalam menyikapi arahan Menteri Agama
(Menag) Yaqut Cholil Qoumas, sebagai tindak lanjut dari hasil Rakernas Kemenag
tahun 2024 di Semarang beberapa waktu lalu.
Tak luput keberhasilan suatu organisasi dalam mencapai suatu tujuan tidak hanya ditentukan oleh kualitas professional pegawainya. Kedisiplinan pegawai serta komitmen bersama kunci utamanya. Artinya disiplin disini mencakup unsur ketaatan dan keseriusan menjalankan tugas, dalam arti rela berkorban untuk kepentingan pribadi demi kepentingan organisasi.
Kinerja Pegawai Negeri Sipil merupakan suatu permasalahan yang cukup menarik untuk dibahas. Sebagai pemegang amanah tentunya PNS harus mempunyai sikap yang teguh, kreatif, dan mau berjuang. Kesiapan mengabdi tersebut kepada masyarakat tersebut tentunya dimiliki oleh pegawai Kementerian Agama. Panutan sikap teladan tersebut disikapi dengan melayani.
Fokus utama
percepatan anggaran dalam pembahasan rapat kerja Kementerian Agama guna
memenuhi target organisasi. Diperlukan perhatian serius dalam fleksibilitas
pengalokasian anggaran. Terkadang, perubahan kebutuhan atau kondisi nyata
memerlukan penyesuaian anggaran. Oleh karena itu penting fleksibilitas anggaran
untuk menjawab kebutuhan organisasi dan memastikan optimal sesuai dengan
kebutuhan saat ini. Komitmen bersama Kementerian Agama sesuai dengan tujuan
nasional yang ingin dicapai.
Pada hari ini, Jumat 16 Februari 2024. Plt Kepala Kanwil Provinsi Riau melaksanakan persiapan rapat kerja wilayah. Sebagai tindak lanjut rapat kerja Nasional Kementerian Agama. Diperlukan komitmen dan penyamaan sudut pandang bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS) Kanwil Riau untuk bersama-sama menyelesaikan amanah tersebut. Idealnya sebagai aparatur negara, abdi negara, dan sadar akan jati dirinya bertanggung jawab melaksanakan tugas tersebut.
Solusi dalam meningkatkan penyerapan anggaran dan pencapaian kinerja, sebagai tindak lanjut, terurai:
Pertama, perencanaan anggaran yang matang. Mulailah dengan perencanaan anggaran yang matang dan detail. Pastikan anggaran yang dialokasikan sesuai dengan kebutuhan nyata organisasi untuk mencapai tujuan strategisnya.
Kedua, diperlukan pemantauan dan evaluasi rutin. Lakukan pemantauan dan evaluasi rutin terhadap penggunaan anggaran dan pencapaian kinerja. Hal ini dapat membantu dalam mengidentifikasi potensi masalah dan peluang untuk perbaikan.
Ketiga, membangun komunikasi yang efektif. Penting untuk memiliki komunikasi yang efektif antara berbagai unit atau bagian dalam organisasi untuk memastikan pemahaman yang jelas tentang tujuan organisasi dan bagaimana anggaran akan digunakan untuk mencapainya.
Kempat, penghargaan dan insentif. Berikan penghargaan atau insentif kepada unit atau pegawai yang berhasil mencapai target penyerapan anggaran yang tinggi dan pencapaian kinerja yang baik. Hal ini dapat meningkatkan motivasi dan kinerja secara keseluruhan.
Kelima, pembaruan proses dan sistem anggaran. Tinjau kembali
proses (SOP) dan sistem yang ada untuk mengidentifikasi area di mana efisiensi
dapat ditingkatkan atau hambatan dapat dihilangkan. Pembaruan ini dapat
membantu dalam meningkatkan penyerapan anggaran dan kinerja secara keseluruhan.
Keenam, pengelolaan risiko. Kenali dan kelola risiko yang terkait dengan penyerapan anggaran dan pencapaian kinerja. Mengidentifikasi risiko potensial, organisasi dapat mengambil langkah-langkah pencegahan atau mitigasi yang diperlukan untuk meminimalkan dampak negatifnya.
Dengan menerapkan solusi-solusi ini, tentunya komitmen yang akan dibangun dalam tajaan kegiatan persiapan rapat kerja Kanwil Provinsi Riau dapat terbangun. Fokus meningkatkan penyerapan anggaran dan mencapai kinerja yang lebih baik sesuai dengan target pimpinan yang telah ditetapkan. Peningkatan kompetensi kepada pegawai terkait pengelolaan anggaran dan pencapaian kinerja terus digesa. Semakin baik pemahaman mereka tentang pentingnya anggaran dan pencapaian hasil kinerja, semakin besar kemungkinan penyerapan anggaran yang tinggi terwujud. (*)
