PROFIL KA KANKEMENAGKAB. KUANSING

Ditulis Oleh adminriau Rabu, 31 Januari 2018, 11:19

Profil  Drs H jisman MA


Nama                    :  Drs H Jisman MA

TTL                         :  Desa Sungai Pinang Kecamatan Hulu Kuantan Kabupaten Kuansing

Agama                  :  Islam

Istri                        :  Hj Aswati Zainuddin

Anak                      :  Aisyah  Fitri Rusiani JS sedang menjalani pendidikan di Pasca UNP

                                   Fajriana Salami JS sedang menjalani pendidikan di UNRI Akuntansi


Riwayat pendidikan

SDN   09 Sungai Pinang (1982) 

SMPN  Lubuk Ambacang (1985)

MAN Taluk Kuantan(1988)

S1 IAIN SUSKA  Fakultas Ushuluddin Jurusan Dakwah (1993)

S2 UIN  Fakultas Tarbiyah Jurusan Manajemn Pendidikan(2008)


Riwayat Pekerjaan

Wakil PPN KUA Keca Batang Tuaka Kab Inhil (1996)

Wakil PPN KUA Kec Kemuning Kab Inhil (2001)

Kepala KUA Kec Gaung Anak Serka Kab Inhil (2005)

Kepala KUA Kec Reteh Kab Inhil (2008)

Kepala KUA Kec Tempuling Kab Inhil (2009)

Kasi Penamas Kankemenag Kab Inhil (2010)

Kasi Pendidikan Madrasah KanKemenag Kab  Inhil(2012)

Kasi Pendidikan Agama Islam Kankemenag Kab Inhil (2017)

Kepala Kantor Kementerian Agama Kab Kuansing (2017)


Biografi

Sosok Aktif yang Aktif Ringan Tangan...

Pria bernama lengkap Jisman ini terlahir dari keluarga sederhana. Ia lahir di Sungai pinang, Inhu pada 22 September 1968. Ia merupakan anak bungsu dari pasangan (Alm) Arifin dan (Almrh) Syamsidar. Jisman merupakan sosok yang aktif, cukup cerdas dan tak bisa diam sedari kecil. Semenjak ditinggal orang tua sejak usia 9 tahun, ia dibesarkan dan tinggal bersama dengan salah seorang kakak kandungnya yang sangat telaten membimbingnya. Ia mengakui segala kepintaran saya hari ini itu merupakan hasil dari kesabaran kakaknya membimbingnya dengan penuh kasih dan sayang. Dalam keseharian ia seorang sosok yang patuh dan ringan tangan, ia tak segan segan membantu menggiling cabe, mencuci piring, mengupas dan memarut kelapa, memetik sayur dihalaman sendiri, bahkan mencari ikan untuk tambahan makan keseharian, ujarnya berkisah. Hidup bersama kakak hingga usia remaja, menjadikannya memiliki karakter yang tergolong minder ketika berada di lingkungan sekolah, sehingga pada masa SD dan SLTP prestasi akademis tidak begitu menonjol, terangnya.


Saat memasuki usia SLTA, itu kali pertama Jisman mencoba merantau, ia disupport kakaknya untuk melanjutkan pendidikan di Taluk Kuantan, yang hari ini menjadi ibu kota Kuansing. Dengan latar belakang keluarga yang sudah yatim dan memiliki ayah yang sudah udzur,  Ia diterima di madrasah Taluk Kuantan. Cerdas membaca peluang, Jisman tak menyia nyiakan kepercayaan sekolah menjadi penjadi penjaga sekolah, ia diberdayakan untuk membantu pekerjaan yang terkait madrasah hingga  menutup pintu kelas, menurunkan bendera, menyiapkan alat alat belajar. Dengan hal itulah ia mendapat dispensasi gratis untuk biaya sekolah selama tiga tahun. Bahkan sekaligus pada waktu itu juga, ia dijadikan asisten dan selalu mendampingi Kepala Sekolah yang juga salah seorang da’i terjun ke masyarakat memberikan ceramah.

Baginya, memberi ceramah, mengajar mengaji atau sekedar berbagi ilmu agama sudah menjadi makan sehari hari. Bimbingan dari kepala sekolah yang sangat gigih dalam memajukan madrasah dan meningkatkan kualitas siswa siswanya, menjadikan semangat tersendiri baginya. 

Pada masa SLTA inilah, anak bungsa dari delapan bersaudara ini akhirnya mulai memupuk keberanian dan membuang rasa minder, sehingga ia berhasil dinobatkan sebagai ketua osis pada masanya, sekaligus merangkap sebagai ketua marching band di sekolahnya. Marching band yang dimotorinyamembawa nama sekolah mulai mencorong dimana mana, ia pun mulai luwes bergaul dengan para guru maupun lingkungan temannya. Berkecimpung di dunia organisasi secara totalitas tak membuatnya lalai dalam pendidikan formal, Juara umum pun disandangnya selama tiga tahun berturut turut. 

Selepas Tamat Madrasah Aliyah, ia melanjutkan pendidikan ke UIN Suska Fakultas Ushuluddin jurusan Dakwah, pada Tahun 1993. Setumpuk amanah pernah ia geluti saat menjalani studi di kampus IAIN Suska Riau. Mulai dipercaya sebagai ketua senat mahasiswa pada Tahun 1991 dan karena dedikasi dan kecakapannya ia pun terpilih menjadi sekjen koperasi mahasiswa tahun berikutnya, bahkan pada tahun yang sama Jisman juga aktif di IKMI. 

Karir itu Amanah

Setelah sukses menjalani pendidikan dengan predikat memuaskan, 2 tahun kemudian Jisman mengantongi SK CPNS di Kemenag. Sejak menjadi CPNS pada Tahun 1995, bersamaan dengan adanya program dari menteri agama yang saat itu dipegang Tarmizi Taher, program tentang kesetaraan SDM pejabat KUA dengan instansi lain untuk selevel kecamatan. Kemudian di Jakarta ia dididik secara khusus mengikuti program calon pegawai pencatat nikah dengan penuh semangat.

Tiga bulan berselang pasca Jisman mengelarkan pendidikan sebagai calon pegawai pencatat nikah,  ia ditugaskan di KUA Kecamatan Batang Tuaka Kabupaten indaragiri Hilir pada akhir Tahun 1995. Ia pun diberdayakan sebagai wakil Kepala KUA pada saat itu. Lima tahun kemudian ia dipercaya menjadi Kepala KUA di Kecamatan Kemuning bagian selatan wilayah Inhil, yang satu satunya dianggap sebagai dataran yang berbatasan langsung dengan Inhu dan tanjung Jabung Provinsi Jambi.

Selama di Tanjung Jabung ia ditempa dalam berkarir. Ditempatkan di wilayah yang minus dalam banyak hal tak membuat semangatnya surut dan bersedia ditempatkan dimana saja. Menurutnya bertugas di daerah minus justru akan menghebatkan kita, tantangan dan proses ujian tersebut ia lalui dengan ikhlas selama mengabdi, apalagi KUA disana belum ada.

 “Ketika SDMnya terbatas kita akan sangat berguna bagi masyarakat ditempat itu, begitu pula ketika  infrastrukturnya minim, kita akan tertantang untuk berjuang”, tuturnya berbagi pengalaman.

Ketika ia bertugas disana, jenjang pendidikan SLTA nya belum ada. Benar saja, saat ia  bersama pemerintah berdiskusi bagaimana upaya dalam mendirikan pendidikan tingkat SLTA di Kuansing, ide yang dicetuskannya mendapat respons dari pemkab setempat, dan tentu menjadi angin segar baginya. Jisman yang mampu  berorasi dan dianggap mampu menginspirasi, membuatnya ditunjuk langsung menjadi kepala sekolah disana.

Hingga saat ini, sejak dilantik menjadi Kakankemenag Februari 2017 lalu. Ia mengaku beberapa waktu kedepan ingin membuat target dan program baru menuju pelayanan bersih melayani. Banyak program dan tantangan yang ia hadapi, salah satu tugas yang cukup berat baginya adalah bagaimana supaya bisa fokus memantapkan pola kerja di Kemenag, membenahi seluruh aspek yang ada, terangnya.”Saya berfikir, ketika diberi amanah di posisi sekarang, tentu untuk mewujudkan cita dan pencapaian dan peningkatan, tidak cukup hanya sekedar menjabat saja, tapi kita harus bisa melakukan upaya perubahan yang kongkrit di Kemenag, karena hasil kerja ini nanti masyarakat juga yang akan memetik”, ujarnya optimis.

Ditambah lagi Kemenag Kuansing hasil pemekaran dari Kab Inhu ini termasuk kantor yang masih terbilang muda ketimbang Kemenag lainnya. Ada beberapa Fokus saya saat ini diantaranya: Pertama, menempatkan fungsi stiap pegawai, dimulai dari CS hingga Subbag TU sebagai pembina. Mereka harus bisa memaksimalkan perannya sesuai dengan tusi masing masing.

Menurutnya untuk memaksimalkan peran ASN, perlu adanya fasilitas, sarana dan pra sarana yang menunjang sesuai dengan kebutuhan kerja. Begitu pula pejabat eselon IV, KUA, maupun kepala madrasah, harus bisa total dan memberikan loyalitasnya dalam bekerja, termasuk maksimal mengawasi pekerjaan satker yang dinaunginya. Kedua, saat ini ia ingin memaksimalkan peran organisasi Dharma wanita persatuan Kemenag Kuansing. “Yang lama sudah bagus, tapi saya ingin ada perubahan yang lebih bagus lagi’, ucapnya. Ia mengaku telah membuat kepengurusan baru DW persatuan,”Saya mengajak seluruh istri pegawai di Kemenag untuk betul betul bisa aktif, termasuk pegawai negeri wanita maupun honorer, saya tempatkan mereka sebagai anggota DW kehormatan (simpatisan), alhamdulillah responnya sangat positif”, terangnya lagi. Ia berharap DW persatuan Kuansing dapat menjadi penggerak dalam mendukung program dan semua kegiatan Kemenag.

Keluarga dan Hobi Unik Yang Inspiratif

Pengagum tokoh BJ Habibie dan Ustadz AA Gym ini mengaku sangat hobi bertani dan bercocok tanam, tak hanya sayur mayur namun juga tanaman toga (Tanaman obat keluarga). Kecintaan Jisman pada pada tanaman toga dan beragam sayur mayur itu menular kepada sang istri yang sehari hari berprofesi sebagai ibu RT. Ketertarikannya dengan tanaman toga sudah ada sejak kecil. Berawal dari menanam cabe sebanyak 20 batang, alhamdulillah saat ini semua tanaman dapur ada di kebunnya.”Banyak manfaat yang diperoleh, jika beberapa sayur mayur lagi tak lagi musim kita tinggal metik hasil kebun sendiri, kami sangat jarang membeli cabe”, ceritanya penuh semangat. Dikebunnya saat ini beragam sayur mayur dan tanaman obat keluarga siap untuk dipetik kapan pun mau, ujarnya lagi.

Selain itu, mantan Kasi Pendis Inhil ini juga sangat hobi memancing dan menjaring ikan, kendatipun waktu sangat sempit sebisanya ia manfaatkan waktu luang untuk memancing. Disela kesibukan yang menyita waktu, Jisman yang sangat mencintai keluarga ini kerap menghabiskan waktu berjalan jalan bersama keluarga dengan travelling ringan di hari hari libur, meskipun hanya jalan jalan melihat alam sekitar, katanya. Bagi pria penyuka warna hijau ini keluarga merupakan sumber energi positif dan tempat mendulang semangat dalam aktivitas hari hari, keluarga adalah miniatur surgawi bagi saya, ucapnya.

Target Karir

Dalam menjalankan karir, pejabat yang pernah menjadi Kepala KUA teladan ini mengatakan tak punya target khusus dalam karir. Melakukan yang terbaik diposisi yang sudah diamanahkan itu sudah cukup. “Jika kita telah bekerja maksimal, biarkanlah pimpinan yang menilai hasil kerja kita, pimpinan itu guru bagi karir”, terangnya.

Inspirator dan Motto Hidup

Kesuksesan nama nama besar sebagian besar keluarga menjadi salah satu inspirasi bagi Jisman untuk mengukir cita cita terbaik dalam hidupnya. Pemilik senyum kalem ini, memiliki motto simple namun mendalam “Hidup hanya sekali, hiduplah yang bermakna”. Jadilah orang yang bermanfaat bagi orang banyak. Terakhir ketika ditanya mengenai makna suskses dalam hidup, dengan lugas ia menjawab sukses merupakan hasil terbaik dari kerja yang kita lakukan dengan ikhlas.

Salah satu pedoman yang dipegang teguhnya untuk menapaki sukses adalah sikap disiplin. Menurutnya hanya dengan disiplin, seluruh aspek dan unsur yang kita jalani dalam hidup akan baik. Kata kunci untuk meningkatkan potensi diri adalah disipilin, tekannya. Komitmen kita dalam berdisiplin diri adalah yang utama baginya.(vera)