MASJID RAMAH ANAK

Ditulis Oleh adminriau Kamis, 31 Agustus 2023, 16:44

Oleh : H. Qawiyun Awal, MA

JF. Analis Kebijakan Kemasjidan Bidang Urais Kanwil Kemenag Prov. Riau


Penulis pernah membaca tagar di sebuah media, “#masjidramahanak”, lalu timbul pertanyaan apakah masjid tidak ramah anak lagi ? Atau masjid selama ini ada perilaku “kasar”, (maksudnya: Pengurus Masjid) ada kasus kekerasan pada anak-anak selama ini di masjid?. Mungkin sepintas jawabnya ada atau tidak ada, tetapi yang dimaksud dengan masjid ramah anak adalah sebuah ekosistem masjid yang memiliki  fasilitas layanan beribadah kepada anak-anak atau remaja, untuk sarana bermain sekaligus masjid tempat pembiasaan anak rajin ibadah sholat dan penempaan adab serta tempat menimbah ilmu pengetahuan agama bagi anak-anak atau remaja di masjid.

Mensemangati judul artikel di atas, masjid ramah anak ini bukanlah sesuatu yang baru atau ‘asing’, sebab sudah saatnya masjid lebih  banyak membuat ‘magnet’ bagi anak-anak atau remaja untuk bisa tertarik ke masjid, dengan fasilitas atau sarana belajar agama via TPQ/TPA  dan ada ruang (teras masjid yang difungsikan) untuk belajar agama dan sarana bermain dalam konteks pembelajaran. Merujuk dan mencermati Kebijakan Kementerian Agama RI via Keputusan Ditjen BIMAS Islam Nomor: DJ.II/802/ Tahun 2014 tentang Standar Pembinaan Manajemen Masjid, bagian diktum pembinaan Imarah; Kegiatan Remaja Masjid; bentuk  kegiatan pengajian rutin mingguan atau bulanan khusus untuk anak-anak dan remaja, dan kegiatan Pendidikan non-formal berupa Taman Pendidikan Al-Qur’an di antaranya.

Sudah semestinya Takmir Masjid, merencanakan program untuk anak-anak/ remaja kegiatan pengajian pengetahaun agama; berupa fiqih ibadah, praktek sholat dan aqidah akhlaq khusus 2 x sebulan, dengan mendatangkan guru-guru/ustazd yang menarik menyampaikannya kepada anak-anak/remaja, sehingga kegiatan pengajian bagi anak-anak ini, dapat meminimalisir anak-anak dari kecanduan video games, play station, gadget yang hari ini tidak lepas dari genggaman  mereka. Gadget (handphone) tidak terlepas dari ‘nilai positif dan negatifnya’ alat tehnologi ini dua sisi mata uang yang tidak bisa kita pungkiri realitasnya.

Masjid ramah anak,  hendaknya para Takmir Masjid memikirkan masa depan agama anak-anak muslim, via masjid. Coba kita berhitung Pendidikan anak-anak/ remaja kita usia sekolah SD- SMP/MTs bahkan tingkat SLTA, persentase mereka belajar Pendidikan agama di sekolah umum sangat minim. Anak-anak kita hari ini terbius oleh video games (Gadget), keadaban anak/remaja ke orangtua, teman dan gurunya kurang, tutur sapanya dengan orang tua-guru kurang keadaban akhlaqnya—tutur bahasanya ---mirip dengan ke-kawan seusianya. Tapi ini realitas anak-anak/remaja kita hari ini. Kalaulah saban hari anak-anak/remaja habis  waktunya main gamesnya, alamat anak-anak kita sudah dipastikan hancur perilaku Islaminya di hari tua.  Anak-anak/ remaja mampu berjam-jam dengan gamesnya. Oleh karena itu, kita berharap dari salah satu fungsi masjid menciptakan  masjid ramah anak, dalam konteks mengembalikan fungsi memakmurkan masjid secara holistic bagi kesejahteraan lahir dan bathin umat. Mental, perilaku dan ajaran keadaban/akhlaq anak-anak/remaja mari kita sentralisasikan kembali ke masjid. Masjid ‘bengkel’ moral dan keadaban anak-anak/remaja. Masjid ramah anak/remaja, artinya takmir masjid merevitalisasi fungsi masjid dengan membuat program kajian rutin agama  khusus untuk mendidik/ menghadirkan anak-anak di masjid.  Mari Takmir Masjid berbagi kajian, misal dalam seminggu 3 x pengajian dewasa/para orang tua, 1 x seminggu atau 2 x sebulan jadwal kajian/ceramah agama khusus untuk anak-anak/ remaja yang berumur 6 – 15 tahun. Saling bersinerji Takmir Masjid, Ketua RW dan Ketua RT-nya mendorong para anak-anak/remajanya ke masjid.

Penulis sangat bangga masjid-masjid kita sudah mapan dengan program pengajian orangtua/dewasa  harian, minggun dan bulanan dengan mendatangkan ustad-ustad tersohor. Tapi apa sempat mereka menyampaikan ke anak-anaknya. Orang tua kita sibuk.  Tapi cobalah cari masjid-masjid yang mengadakan kegiatan; Pengajian rutin /bulanan buat khusus anak-anak/ remaja kita, mungkin tidak ada!. Syukur-syukur ada didikan subuh bagi anak-anak di masjid, tapi bisa dihitung dengan jari berapa masjid. Bahkan remaja masjid pun ada hanya struktur papan namanya saja yang ada di SK kepengurusan, tapi aktivitasnya wallahu’alam.  Yang sudah ada aktivas remaja masjidnya, Alhamdulillah. Disinilah peran Takmir Masjid yang kita tunggu-tunggu di era millennial ini. Mari kita  menggandeng tangan-tangan anak-anak/remaja kita ke masjid.

Jangan ada Takmir Masjid melakukan ‘kekerasan verbal’ kepada anak-anak/remaja, yang membuat mereka takut datang ke masjid, seperti Bahasa atau pamphlet/banner ; ” Anak-anak yang belum sunat dilarang ke Masjid !. atau “ anak- anak yang ribut saat sholat berjamaah, tidak usah sholat ke masjid”.  Apalagi anak-anak dipukuli atau dengan kata-kata kasar pada mereka. Ini bisa merusak mental anak-anak remaja. Bagaimana kita mengatasi anak-anak/remaja yang ribut di masjid. Kita buat aturan main yang elegant. Anak-anak yang ribut di masjid, bukan diteriaki, tapi mereka diatur, dikendalikan ributnya, dengan cara apa?. Takmir Masjid mencari orang tua, yang disegani oleh anak-anak (sebagai pembimbing mereka ketika berada di masjid). Atau trik-trik lain yang bisa anak-anak tidak ribut di masjid. Karena anak-anak/ remaja kita hari ini- adalah pengganti kita 10 - 20 tahun mendatang, ayo kita kenalkan masjid yang ramah anak kepada mereka. Harus ada petugas/pembimbing anak-anak/ remaja yang ditunjuk oleh Takmir Masjid. Boleh dari salah seorang pengurus masjid, atau orang yang lain lebih piawai membimbing anak-anak tersebut, dengan syarat Takmir Masjid juga memperhatikan kesejahteraan petugas/pembimbing anak-anak tersebut. Jangan hanya Takmir Masjid maunya nyaman ibadah sholatnya, tapi kemakmuran petugas/ pembimbing anak-anak tidak diperhatikan. Masa depan  agama dan akhlaq anak-anak/remaja saat ini,  kita tidak boleh abai dan cuek. Ini  makna “memakmurkan dan dimakmurkan masjid”.

Takmir Masjid memliki layanan fasilitas  masjid ramah anak, dengan indaktor layanan, kegiatan pengajian rutin bulanan  khusus buat anak-anak/ remaja terlaksana dengan baik, misalnya di Riau masjid/mushalla terdata diaplikasi SIMAS 14.662 masjid/mushalla, sekiranya masing-masing Takmir Masjid memiliki 30 orang anak-anak/remaja saja yang dididik, maka Takmir Masjid sudah mencerdaskan/ memakmurkan generasi Islam sebanyak 439.860 orang anak-anak/remaja dengan harapan; anak-anak/remaja kita, kokoh ilmu agamanya dan memiliki keadaban (akhlaq) di era globalisasi saat ini, yang merupakan misi dari sang Pembawa Risalah Islam yakni Nabi Muhammad SAW. Masjid Digdaya, Indonesia Maju !.


Qawiyun Awal adalah JF Analis Kebijakan Kemasjidan Bidang Urais – Kanwil Kemenag Provinsi Riau, NIP. 197902222001121003.