CINTA TANAH AIR PERSPEKTIF KEPEGAWAIAN

Ditulis Oleh imuss Kamis, 01 Desember 2022, 09:38


RESENSI BUKU

Cinta Tanah Air Perspektif Kepegawaian
Indramayu © 2022, Penerbit Adab
Penulis: H. Andriandi Daulay, SE., M.Si
(Analis Kepegawaian Ahli Mudya Kanwil Kemenag Provinsi Riau)
Editor: Susanto Al-Yamin

Desain Cover: Nurul Musyafak
Layouter: F. Raharjo
Diterbitkan oleh Penerbit Adab
CV. Adanu Abimata
Anggota IKAPI: 354/JBA/2020
Jl. Kristal Blok H2 Pabean Udik Indramayu Jawa Barat
Kode Pos 45219 Telp: 081221151025
Surel: adanuabimata@gmail.com
Web: https://penerbitadab.id
Referensi | Non Fiksi | R/D
xii + 120 hlm.; 15,5 x 23 cm
No ISBN: 978-623-497-053-1
Cetakan Pertama, November 2022

7 agenda pembangunan, salah satunya adalah revolusi mental dan pembangunan budaya yang menjadi titik tolak arahan Presiden RI dalam pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) khususnya Pegawai Negeri Sipil (PNS) pada satuan organisasi.

Pegawai yang menjadi tolak ukur dalam pernyataan tersebut harus memiliki rasa cinta yang mendalam terhadap tanah air. Jalannya pemerintahan dan pembangunan rakyat tidak bisa dilepaskan dari kedudukan dan peran Aparatur Sipil Negara (ASN) selaku pelaksana kebijakan publik, pelayan publik, perekat dan pemersatu bangsa sebagaimana yang tertuang dalam pasal 10 UU No.5 Tahun 2014 tentang ASN.

Pegawai ASN yang memiliki pemahaman ideal mengenai cinta tanah air diharapkan mampu memadukan pertumbuhan dan pemerataan secara berkesinambungan. Hakikat cinta tanah air merupakan kebanggaan menjadi bagian dari tanah air dan bangsa yang pada ujungnya ingin berbuat sesuatu untuk mengharumkan nama tanah air dan bangsa. Wujud nyata dari sikap pegawai ASN dalam menjalani hidup bermasyarakat, berbangsa dan bernegara dengan pantang menyerah, peduli dan saling membantu antara sesama khususnya dalam layanan masyarakat.

Peran dan tanggung jawab pegawai ASN sebagai perencana, pelaksana dan pengawas penyelenggaraan tugas umum pemerintahan dapat dilihat dari pemahaman cinta tanah air dalam kehidupan berbangsa dan bernegara ditinjau dari perspektif kepegawaian yang merupakan salah satu tugas utama analis kepegawaian adalah pengendalian pegawai. Buku ini bertujuan mengembalikan marwah pegawai ASN dalam memberikan layanan kepada masyarakat dalam pemenuhan kebutuhan dan kepentingan masyarakat. Kesan yang selama ini terpatri di hati masyarakat bahwa layanan yang disajikan terkesan berbelit-belit dan memakan waktu yang panjang. Menjawab itu semua pegawai ASN harus senantiasa menepis kekhawatiran dari gengsi dan jabatan serta berpindah dari zona nyaman. Tentunya hal ini tidak mudah dan serta merta dapat diakomodir, dengan mengembalikan perasaan cinta tanah air terhadap bangsa dan negara serta regulasi terkait nomenklatur peraturan yang dinamis yang memberikan kecendrungan keberpihakan kepada masyarakat, insyaallah dan optimis dapat terwujud.

Buku ini berisikan kumpulan tulisan dari beberapa opini penulis baik yang telah dipublikasikan di mudia online maupun yang belum dipublikasikan terkait tema yang diangkat, berdasarkan data dan pengalaman penulis dalam melakukan aktifitas sehari-hari yang memangku jabatan sebagai analis kepegawaian. Tentunya ruang lingkup yang disampaikan dalam tulisan ini sangat sempit, dengan keterbatasan dan kemampuan penulis, besar harapan mendapatkan kritikan dan saran membangun untuk kesempurnaan buku ini.

Paparan pengantar dari Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau juga tersaji didalam Buku ini, dengan kajian Tema “SMART ASN SEBAGAI WUJUD CINTA TANAH AIR DALAM MENJAWAB TANTANGAN ERA DIGITALISASI”

Manajemen PNS merupakan satu tuntutan perubahan transformasi penataan ASN dari desain Good Governance pada RPJM 1 (2005-2009), Reformasi Birokrasi pada RPJM 2 (2010-2014), Sistem Merit pada RPJM 3 (2015-2019), dan sampai dengan Birokrasi Berkelas Dunia pada RPJM 4 (2020-2024). Ini berarti bahwa perubahan tuntutan harus dilakukan secara dinamis, sesuai dengan model dan desain pola pelayanan kepada publik yang secara sistematis terus berubah. Konsep yang harus dimiliki bagi para ASN sebagai wujud nyata pelayan publik mencerminkan adanya integritas, rasa nasionalisme, profesionalisme, wawasan global, IT dan bahasa asing, hospitality, networking dan entrepreneurship dalam mencapai beberapa tahapan dalam SMART ASN tahun 2024.

Era industri 4.0 menuntut peningkatan kompetensi SDM agar dapat mengoptimalkan digitalisasi layanan publik. Artinya pentingnya pengelolaan SDM yang baik dari sudut pandang pengetahuan, keterampilan, persaingan, motivasi, dan produktivitas kerja. Dalam lingkungan yang kompetitif, keunggulan SDM dalam penempatan organisasi memberikan cerminan keuggulan tersendiri dalam persaingan. SDM merupakan aset dalam segala aspek manajemen, terutama yang menyangkut eksistensi organisasi. SDM adalah potensi yang terkandung dalam diri manusia untuk mewujudkan perannya sebagai makhluk sosial yang adaptif dan transformatif yang mampu mengelola diri sendiri dan seluruh potensi menuju tercapainya kesejahteraan dalam tatanan yang seimbang dan berkelanjutan bagi organisasi.

Dalam menghadapi era digitalalisasi, paling tidak ada empat keterampilan yang harus dimiliki oleh SMART ASN. Pertama, keterampilan belajar dan kemampuan menerima pengetahuan baru (learning to learn), belajar dari pengalaman, dan penggunaannya ketika mencari inovasi. Kedua, keterampilan berkomunikasi, meliputi keterampilan menulis, mengumpulkan, dan menggunakan informasi untuk berkomunikasi dengan orang lain, mahir berbahasa asing, dan menggunakan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK). Ketiga, keterampilan pribadi untuk kemampuan manajemen dan mampu melakukan manajemen risiko. Keempat, keterampilan sosial untuk berkolaborasi dan memotivasi orang lain dalam kelompok, mengelola hubungan klien, melatih kepemimpinan, menyelesaikan konflik, dan membangun jaringan sosial.

Upaya dalam pengembangan keterampilan tersebut merupakan proses yang dinamis. Tututan lingkungan yang selalu berkembang di mana layanan dan perjuangan internalnya sendiri akan membutuhkan penyesuaian permanen dan terkadang transformasi besar. Struktur organisasi yang dinamis memungkinkan adanya integrasi pembagian kerja fleksibel ketika dibutuhkan.

Dalam masa pertumbuhan dan pengembangan keterampilan ASN yang cepat, pimpinan mungkin perlu melakukan sedikit perubahan dan mengadaptasi struktur dan proses. Hal ini penting untuk menjawab evolusi dari pendekatan pengembangan keterampilan SMART ASN yang terencana dan berkelanjutan dalam menghadapi transformasi digital. Mewujudkan SMART ASN merupakan salah satu tindakan dan bukti nyata cinta tanah air dalam menjawab tantangan era digitalisasi.

Hadirnya buku Cinta Tanah Air Perspektif Kepegawaian yang ditulis oleh Analis Kepegawaian Ahli Madya Kanwil Kementerian Agama Provinsi Riau, Andriandi Daulay, menarik untuk dibaca dan dijadikan motivasi bagi seluruh ASN khususnya di lingkungan Kementerian Agama untuk mengembangkan keterampilan menuju SMART ASN sebagai bukti nyata cinta tanah air. Semoga…