Sinergitaskan Sains dan Islam

Ditulis Oleh imuss Rabu, 03 Oktober 2018, 08:59

Oleh: Iswadi

Kompetisi Sains Madrasah (KSM) tingkat Nasional di Bengkulu resmi dimulai. Dibuka secara resmi oleh Menteri Agama RI  yang diwakili Dirjen Pendis Kemenag RI dengan melakukan pemukulan bedug secara bersama- sama dengan Plt Gubernur Maluku, ketua panitia dan Kakanwil Bengukulu, Selasa (26/9/2018) di Gedung Gunung Bungkuk Serbaguna STQ Provinsi Bengkulu.

Kegiatan yang mengangkat tema Integrasi Sains dan Islam dihadiri juga oleh Kakanwil Kemenag dan seluruh peserta KSM Nasional dari 34 Provinsi se Indonesia. Termasuk Kakanwil Kemenag Riau Drs H Ahmad Supardi MA dan Isteri, Kabag TU Drs H Mahyudin MA dan Isteri, Kabid Penmad Drs H Asmuni MA dan Kontingen KSM Provinsi Riau.

Menteri Agama melalui Dirjen Pendis, Kamaruddin Amin dalam pengarahannya menyebutkan, sekolah adalah sarana bukan tujuan seperti sebuah pepatah latin mengatakan, Non scholae, sed vitae discismus yaitu belajar bukan untuk sekolah, melainkan untuk hidup. "Tujuan utama kita sesungguhnya adalah mengisi kehidupan dengan hebat dan bermartabat. Jangan sekedar menjadi manusia biasa, bila kita punya kesempatan menjadi luar biasa. Jangan sekedar jalani hidup asal selamat, jika kita mampu hidup bermartabat," ucapnya.

Untuk itu, dalam event KSM ke 7 ia mengajak semua pihak untuk bersyukur, karena berada dalam sebuah lingkungan yang akan menjadi sarana untuk meraih Madrasah Hebat Bermartabat. Di Madrasah, tidak hanya mendapatkan ilmu dunia, tapi anak-anak juga belajar memahami Sang Maha Ilmu. "Belajar di madrasah, insyaAllah mengarahkan kita untuk menjadi hebat dan bermartabat," ungkapnya. “Saya tak ragu menyatakan bahwa madrasah hari ini adalah sebuah institusi membanggakan. Setiap tahun, kita dapat saksikan siswa -siswi terbaik madrasah siap memberikan prestasi terbaik bagi bangsa,” tambahnya.

Ia memberi contoh kegiatan 24- 29 September 2018 sebanyak 525 siswa-siswi terbaik madrasah, berada di Kota Bengkulu ini untuk menunjukkan kemampuan terbaik.  Ada yang berkompetisi dalam KSM, dan ada pula yang beradu hasil penelitian yang dilakukan oleh siswa-siswi yang mampu menaklukan ketakutan dan kemalasan hingga menjadi pribadi yang tertempa.

Lalu, apa yang membuat kami, generasi old ini tidak bangga memiliki kalian? Ucapnya. “Ya, kami bangga pada kalian, yang konon dikenal dengan generasi milenial. Pada kalian, kami menumpukan sejuta harapan. Kalian, siswa siswi madrasah, yang tak hanya selalu berdzikir, tapi juga pandai berpikir. Kalian, yang kami yakin tak hanya taat pada agama, tapi juga cinta pada negara. 

Hi guys!!! You are our future leaders!!

Menag menyampaikan, pemuda-pemuda hari ini yang diyakin akan jadi pemimpin bangsa terbaik di masa depan !!! Kalian, Siswa MADRASAH !!! untuk itu ia mengajak semua untuk merenungkan bersama tentang satu kisah menarik yang pernah terjadi di Bumi Raflesia. Kisah ini adalah bagian kehidupan proklamator negara ini, Bung Karno. 

Lebih dari 80 tahun yang lalu, saat ia dalam pengasingan di tanah Bengkulu ini, Bung Karno diminta Tuan Hasan Din untuk mengajar di salah satu sekolah agama.

“Tetapi, ingatlah hendaknya Bung... jangan membicarakan soal politik,” pesan Hasan Din saat itu. 

Apa ananda sekalian tahu jawaban Bung Karno? 

“Ah, tidak,” sahut Bung Karno. “Tetapi, saya kan boleh menyinggung Nabi besar Muhammad yang selalu mengajarkan cintanya pada Tanah Air,” kata Bung Karno melanjutkan. 

Ananda sekalian, 

Apa makna kisah ini? 

Seperti Bung Karno, Saya berharap siswa madrasah senantiasa mengikuti ajaran Nabi Muhammad SAW. Jadilah pemuda berakhlak mulia, yang cinta tanah air.  Teladani empat sifat Rasul nan Mulia. Jadilah pemuda yang Shiddiq, Amanah, Fathonah dan Tabligh

Di tengah derasnya arus informasi media sosial yang dahsyat, please... jangan sampai terprovokasi.  Carilah informasi dan pengetahuan dari sumber terpercaya dan utama.Jangan lupa untuk selalu berpegang tegug pada Al-Qur’an dan Hadits, agar belajar yang dilakukan benar-benar menuntun kalian untuk mencapai tujuan hidup sejati. 

“Anak-anakku peserta KSM yang saya cintai, saya ucapkan selamat berkompetisi. Jadikan pengalaman kalian selama berkompetisi di Kompetisi Sains Madrasah dan Madrasah Young Researcher Supercamp ini sebagai bekal pembelajaran dalam meniti kehidupan. Buktikan pada dunia, bahwa kami patut bangga memiliki kalian generasi taqwa nan pandai. Generasi Madrasah yang Hebat dan Bermartabat.  Because, You are our future leaders...!!!,” ungkapnya penuh semangat.

Ajang Prestasi

Plt Gubernur Bengkulu Rohidin Mersya dalam sambutannya menyebutkan, KSM merupakan kegiatan yang sangat bermanfaat, secara produktif menjadi wadah ajang prestasi bagi siswa/siswi madrasah. Untuk itu ia berharap ajang kompetisi dapat menjadi forum silaturahmi serta menjadikan generasi madrasah semakin bersatu padu.

"Acara Kompetisi Sains Madrasah ini merupakan pergelaran kompetisi yang ke 7 untuk tingkat SD, MTS dan MA. Seluruh peserta merupakan siswa/siswi dari 34 provinsi se indonesia dan menjadi wadah bagi para siswa/siswi untuk menyalurkan bakat dan potensi bidang sains dan teknologi sesuai dengan tema Integrasi Sains dan Islam untuk madrasah lebih hebat dan bermartabat," ucapnya.

525 Siswa Bertarung di KSM, MYRES dan Ekxo

Sementara itu Direktur KSKK, M Umar dalam laprannya menyebutkan, KSM Tingkat Nasional Tahun 2018 yang dilaksanakan di Provinsi Bengkulu merupakan gelaran ke-7, sejak pertama kali diselenggarakan di tahun 2012. Dalam gelaran ini, akan dilaksanakan tiga kegiatan secara bersamaan, yaitu Kompetisi Sains Madrasah (KSM), Madrasah Young Researcher Supercamp (MYRES), dan Ekspo Sains Madrasah.

Tidak kurang dari lima ratus peserta akan berkompetisi dalam acara yang diselenggarakan mulai tanggal 24-29 September 2018. Dalam event ini kita akan menyaksikan 525 peserta mulai dari tingkat Madrasah Ibtidaiyah, Madrasah Tsanawiyah, hingga Madrasah Aliyah akan berkompetisi dalam KSM. Di sini pula, kita akan menyaksikan inovasi hasil penelitian paling unggul dari 18 siswa madrasah se-Indonesia.

"Kami berharap KSM Nasional 2018 dapat menjadi momentum untuk memperkokoh slogan Madrasah Hebat Bermartabat. Siswa-siswi terbaik dari madrasah se-Indonesia yang hadir pada pagi ini, bukan hanya membawa nama madrasahnya masing-masing. Namun, kami yakin mereka adalah generasi muslim harapan bangsa Indonesia. Mereka adalah anak-anak muda muslim yang meresapi firman Allah Walikulli wijhatun huwa muwalliihaa fastabiqul khairat, yang artinya dan bagi setiap orang ada memiliki arah yang dituju ke arah mana dia menghadapkan wajahnya. Maka berlomba-lombalah kamu dalam berbuat kebaikan (QS. Al-Baqarah : 148)," paparnya.

Tujuan penyelenggaran KSM 2018 ini adalah untuk meningkatkan mutu pembelajaran sains di madrasah secara komprehensif dan integratif. Dalam KSM 2018 ini, Kementerian Agama kembali menegaskan tentang pentingnya integrasi sains dan ilmu keislaman dalam pembelajaran. "Kami berpandangan selama ini proses integrasi itu masih cenderung berkutat pada level ide dan wacana saja. Integrasi sains dan ilmu keislaman ini tidak cukup sekedar wacana. KSM 2018 yang mengusung tema “Integrasi Sains dan Ilmu Keislaman untuk Mewujudkan Madrasah Hebat Bermartabat” ini merupakan bukti dan realisasi dari wacana tersebut," jelasnya.

Dalam event KSM juga digelar berbagai kegiatan seperti expo madrasah, Talk Show, Pameran, Worshop dan laiinya. Untuk itu ia berharap kepada para Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi agar dapat menginstruksikan kepada para Kabid, Kasi, Kepala Madrasah, dan Guru Pendamping untuk hadir dan ikut berpartisipasi aktif dalam rangkaian kegiatan tersebut di sela-sela mendampingi anak-anak kita mengikuti ujian KSM.

Diakhir pembukaan KSM diwarnai dengan persembahan seni Islami, seperti nasyid yang sarat dengan pesan- pesan keagamaan untuk pembangunan generasi Islam unggul berprestasi. (riau.kemenag.go.id/september 2018)

***Swasta