Sedekah Menuai Berkah

Ditulis Oleh imus Kamis, 18 Februari 2016, 16:11

Oleh: Mustopa Kamal Batubara

Wahai para hartawan, Pandanglah mereka di persimpangan. Setiap hari menjual koran. Di tengah hiruk pikuk kenderaan. Wahai para hartawan, Tataplah mereka orang pinggiran. Yang mengais sampah di pembuangan, Demi penyambung nafas dalam kehidupan. Wahai para hartawan Lihatlah anak yatim di panti asuhan Mereka menangis di sudut kehidupan Memikirkan nasib di masa depan. Wahai para hartawan Mereka semua menanti uluran tangan Wahai para hartawan.

Sedekahkanlah rezeki yang diberi tuhan, Agar kelak beruntung di hari kemudian Sedekah adalah harta atau benda yang dikeluarkan seseorang untuk diberikan kepada orang-orang yang membutuhkan. Dengan memberikan sedekah berarti kita telah turut meringankan beban saudara-saudara kita yang membutuhkan. Sedekah yang kita berikan akan memberi arti bagi mereka yang kelaparan.

Hidup di dunia ini laksana roda yang berputar. Ada yang di atas, ada yang di bawah. Ada si kaya ada si miskin. Begitulah hidup, semua selalu beriringan. Itu semua merupakan uji coba dari Allah SWT. Apakah kita termasuk orang yang bersyukur kepada-Nya atau sebaliknya kita termasuk dari orang-orang yang kufur, yang tidak mau berbagi dengan orang lain.

Kita janganlah sampai seperti orang yang sedang meminum air laut, semakin diminum semakin kehausan, semakin banyak harta yang dimiliki, semakin merasa kurang, kurang dan kurang. Akhirnya harta memperbudak kita dan membuat malapetaka terhadap keluarga dan keturunan kita di kemudian hari.

Sudah berapa banyak kita saksikan para pejabat yang sudah dikurung di sangkar besi alias penjara akibat kasus korupsi. Mereka sudah mempunyai banyak harta akan tetapi kebuasan mereka laksana lautan tak bertepi. Allah sangat benci terhadap orang-orang yang demikian. Bukankah Allah telah mengatakan akan menambahkan nikmatnya kepada orang-orang yang mau bersyukur dan memberi adzab bagi orang-orang yang kufur. Allah SWT berfirman, yang artinya: “Sesungguhnya jika kamu mensyukuri nikmat yang Aku berikan, niscaya akan aku tambah, dan apabila engkau kufur terhadap nikmatku, sesungguhnya adzabku sangat pedih” (QS. Ibrahim:7). Allah sangat memuliakan orang yang mau bersedekah, yang mau menyisihkan sebagian rezeki yang diberikan Allah kepadanya untuk disedekahkan kepada orang-orang yang membutuhkan. Dan ingatlah bahwa harta yang kita sedekahkan itu akan dibalas Allah dengan berlipat ganda baik selama kita di dunia terlebih-lebih di akhirat kelak.

Sangat banyak sekali keutamaan sedekah. Sedekah itu bukanlah suatu hal yang sia-sia. Ia akan terus mengalir mengikuti arah air. Tidak pernah terputus sampai ke akhirat kelak. Adapun beberapa keutamaan dari sedekah itu antara lain:

1. Bisa menghapus dosa Berdasarkan hadits Rasullah SAW. beliau bersabda, yang artinya: “Sedekah dapat menghapus dosa sebagaimana air memadamkan api” Syarat harta yang kita sedekahkan haruslah berasal dari yang halal dan bukan dari hasil pekerjaan yang haram seperti hasil korupsi, hasil mencuri, uang riba, menipu dan sebagainya.

2. Mendapat naungan di hari kiamat Rasulullah SAW pernah menceritakan tentang tujuh golongan manusia yang akan mendapat naungan di hari kiamat. Di hari yang tidak ada naungan selain naungan Allah SWT. Salah satu golongan manusia itu adalah orang yang gemar bersedekah. Rasulullah SAW bersabda, yang artinya: “Seorang yang bersedekah dengan tangan kanannya, ia menyembunyikan amalnya itu sampai-sampai tangan kirinya tidak mengetahui apa yang di sedekahkan tangan kanannya” (HR.Bukhari)

3. Harta tidak akan berkurang Janji allah SWT yang sangat hebat lainnya adalah bahwa harta tidak akan berkurang meski kita sering sedekahkan. Rasullullah SAW bersabda, yang artinya: “Harta tidak akan berkurang dengan bersedekah. Dan seorang hamba yang pemaaf pasti akan Allah tambahkan kewibawaan baginya”. (HR.Muslim) Dalam syarah Shahih Muslim. An-Nawawi menjelaskan, para ulama menyebutkan bahwa yang dimaksud harta yang disedekahkan tidak akan berkurang disini mencakup dua hal, yaitu: 1. Hartanya di berkahi dan di hindarkan dari marabahaya. Maka pengurangan harta menjadi imbas tertutupi oleh berkah yang abstrak. Hal ini bisa dirasakan oleh panca indra dan kebiasaan. 2. Jika secara dzatnya harta tersebut berkurang, maka pengurangan tersebut akan tertutupi pahala yang didapat, dan pahala ini akan dilipat gandakan oleh Allah SWT. Sebagaimana firman-Nya, yang artinya: “Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang dia kehendaki. Dan Allah maha luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.” (QS. Al-Baqarah:261) Di ayat lain juga dijelaskan oleh Allah: “Sipakah yang mau memberi pinjaman kepada Allah, pinjaman yang baik (menafkahkan hartanya di jalan Allah), maka Allah akan melipat gandakan pembayaran kepadanya dengan lipat ganda yang banyak. Dan Allah menyempitkan dan melapangkan (rezeki) dan kepada-Nyalah kamu dikembalikan”. (QS Al-Baqoroh:245).

Bersedekah tidak perlu menunggu harta banyak, karena bersedekah sangat dianjurkan baik dalam kondisi bagaimanapun. Walaupun kita hanya mempunyai uang yang tidak seberapa, kalau kita sedekahkan dengan niat yang ikhlas, Insyaallah akan dibalas dari jalan yang tidak disangka-sangka. Allah SWT berfirman, yang artinya: “Orang-orang yang menafkahkan/menyedekahkan (hartanya), baik di waktu lapang (banyak Rizki) maupun di waktu sempit (tidak banyak rizki), dan orang-orang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan”.(QS.Ali Imran:134) Di dalam sebuah riwayat At-Thabrani juga disebutkan: “Perbuatan-perbuatan yang baik dapat menjadi pelindung yang menjaga dari terjadinya peristiwa yang buruk, sedekah secara rahasia akan memadamkan kemurkaan tuhan, menyambung hubungan kerabat, dapat memperpanjang umur, dan setiap perbuatan yang makruf adalah termasuk sedekah. Pelaku kebaikan di dunia adalah pemilik kebaikan di akhirat. Sementara orang yang ahli kemungkaran di dunia, dialah juga yang ahli kemungkaran di akhirat. Sedang orang yang pertama kali masuk syurga adalah orang yang melakukan yang makruf”.

Harta tidaklah akan bisa mempertahankan kehidupan kita di dunia ini. Harta yang banyak justru akan menjadi perselisihan bagi anak cucu kita di kemudian hari. Anak cucu kita akan saling berebut warisan dan tidak ada yang mau mengalah. Mereka akan diperbudak oleh harta sehingga mereka akan terpecah belah menjadi manusia-manusia serakah yang tak pernah puas dengan apa yang telah mereka miliki. Sebelum nasi menjadi bubur.

Sebelum timbul penyesalan. Mari kita tabung harta yang kita miliki di bank akhirat, agar kita mempunyai bekal di hari kiamat kelak. Ada baiknya kita tidak hanya selalu menabung uang yang kita miliki di bank dunia saja, tapi sekali-kali kita haruslah menabung di bank akhirat. Semoga kita termasuk dari golongan-golongan ahli surga. (*)

***Mahasiswa UIN Suska Riau