PESTA ROHANI RAMADHAN

Ditulis Oleh admin Jum'at, 22 Januari 2010, 12:00
Oleh : Drs. H. Ahmad Supardi Hasibuan, MA. Setiap kali bulan Ramadhan tiba ternyata ada tiga sikap kaum muslimin dalam menghadapinya. Pertama ialah yang bergembira dengan datangnya bulan Ramadhan sebab dia mengetahui bahwa bulan Ramadhan datang membawa rahmat dan berkah, apalagi ditunjang dengan Hadits Nabi yang menyatakan, Barang siapa yang bergembira dengan datangnya bulan Ramadhan maka Allah SWT mengharamkan jasadnya masuk neraka. Memang sudah sewajarnya ummat Islam bergembira dengan datangnya bulan Ramadhan sebab Hadits Nabi menyatakan, Sekiranya ummatku mengetahui apa yang terkandung dalam bulan Ramadhan maka mereka akan menginginkan sepanjang tahun adalah Ramadhan. Sikap yang kedua adalah yang menggerutu dengan datangnya bulan Ramadhan sebab dia merasa kedatangan bulan Ramadhan akan menghambat hawa nafsu dan kepentingannya. Ketiga adalah orang yang tidak peduli dengan datangnya bulan Ramadhan, baginya datang tidaknya bulan Ramadhan tidak akan memberikan nilai plus apa-apa terhadap dirinya. Bulan Ramadhan adalah bulan yang agung, bulan yang dinanti-nantikan kehadirannya oleh setiap insan yang mengetahui apa-apa yang terkandung dalam bulan Ramadhan, bulan dimana setiap kebajikan dilipatgandakan berkali-kali lipat, bulan yang nilainya sama dengan seribu bulan. Hal ini sesuai dengan Hadits Nabi Muhammad SAW yang berbunyi : Sesungguhnya telah datang padamu bulan yang penuh berkah, dimana Allah mewajibkan kamu berpuasa, ditutup pintu-pintu neraka dan dibelenggu setan-setan. Padanya ada suatu malam yang nilainya lebih berharga dari seribu bulan. Dalam Hadits lain Nabi menyatakan bahwa, barang siapa yang melakukan amalan sunnat akan dilipatgandakan pahalanya bagaikan melakukan amalan wajib, yang melakukan amalan wajib pahalanya dilipatgandakan tujuh puluh kali lipat jika dibandingkan dengan amalan di luar Ramadhan. Bahkan diam dan tidurnya saja orang yang berpuasa akan mendapatkan pahala, sedangkan berzikir dan beribadah sudah barang tentu akan lebih besar lagi pahalanya. Seseorang yang beritikad dan berniat baik di bulan Ramadhan, maka besar sekali peluang untuk bisa melaksanakannya untuk selanjutnya mendapatkan surga, sebab pintu surga telah dibuka lebar-lebar. Sebaliknya kemungkinan masuk neraka akan sangat kecil sebab pintu-pintu neraka telah ditutup rapat-rapat dan tangan-tangan setan telah dibelenggu. Pada bulan Ramdhan terdapat satu malam yang nilainya sama atau bahkan melebihi nilainya dari seribu bulan yaitu malam Lailatul Qadar. Sehingga Nabi mencontohkan beribadah semalam suntuk dengan beritikaf di masjid, shalat sunnat lebih banyak, berzikir, berdoa dan membaca Al-Quran pada malam Lailatul Qadar, hal itu sama atau bahkan melebihi pahalnya dari beribadah selama seribu bulan. Seribu bulan apabila kita hitung dengan tahun adalah berarti 84 tahun, melebihi usia hidup kebiasaan manusia. Barang siapa yang beribadah pada malam ini maka nilainya melebihi dari seumur hidupnya (umur kebiasaan). Oleh karena itulah Nabi selalu berpesan kepada para sahabat-sahabatnya, Intai-intailah di malam-malam ganjil sepuluh terakhir di bulan Ramadhan mudah-mudahan anda akan bertemu dengan malam yang mulia itu. Satu hal yang sangat utama adalah keutamaan bagi orang yang melaksanakan Puasa Ramadhan itu sendiri, Nabi menjanjikan, Barang siapa yang melaksanakan puasa Ramadhan dengan iman dan perhitungan yang matang, maka Allah SWT akan menghapuskan dosa-dosanya yang telah lalu. Oleh karena itulah maka tidak salah apabila para ulama menyatakan bahwa bulan Ramadhan adalah bulan pembakar dosa, sebab segala dosa-dosa yang telah lalu akan dibakar seluruhnya dengan mengisi bulan Ramadhan dengan amalan-amalan yang disebut dengan amaliah Ramadhan. Amaliah Ramadhan selain yang telah saya sebutkan di atas, juga dapat dilakukan dalam bentuk memberikan buka puasa kepada orang yang berpuasa, tadarus Al-Quran, memberikan infaq/shodaqah, mengeluarkan zakat, mengikuti pengajian-pengajian, ceramah agama di televisi, siraman rohani di radio dan lain-lain sebagainya. Yang kesemua itu adalah dalam rangka meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT. Apabila hal-hal tersebut dapat dilaksanakan dengan sebaik-baiknya maka itu berarti bahwa kita telah ikut berpartisipasi dan bahkan mengambil bahagian dalam apa yang disebut dengan Pesta Rohani Ramadhan.***