Pemuda Mesin Pengerak Bangsa

Ditulis Oleh imus Jum'at, 27 Januari 2017, 10:11

Pemuda merupakan pusat perhatian dan tumpuan harapan masyarakat, sebagai obor penyemangat masa kini dan insan-insan pembangun masa depan. Sebagai pemuda harus tetap semangat dan terus bekerja demi mencapai cita-cita dan harapan bangsa. Bung karno pernah berkata “berikan aku 10 pemuda akan aku goncangkan dunia”.

Firman Allah yang artinya: Hai orang-orang yang beriman jagalah diri kalian dan keluarga kalian dari api neraka (Qs At-Tahrim : 6)

Masa muda waktu paling berharga yang tak bisa digantikan dengan apapun dan masanya tidak bisa diputar ulang, maka setiap pemuda yang menginginkan kesuksesan baik dunia atau pun akhirat harus bisa mengisi  masa muda dan waktu lapangnya dengan hal-hal yang positif. Sebagai Pemuda generasi penerus harus taat beribadah dan mendekatkan diri kepada sang pencipta Allah SWT.

Nabi Muhammad SAW mengingatkan kita dengan sabdanya “Raihlah lima perkara sebelum datangnya lima perkara lainnya”.

Masa Muda Sebelum Datang Masa Tua

Oya kita gunakan masa muda ini dengan sebaik-baiknya agar kita tidak menyesal di kemudian hari. Masa muda tidak akan pernah terulang kembali itu akan  menjadi cerita dan kenangan di masa akan datang. Wahai generasi penerus bangsa dan agama jangan pernah kau sia-sia kan masa mudamu hanya untuk mengisi maksiat kerena itu sangat merugi. Kerna usia muda yang kita miliki akan dipertanyakan oleh allah di akirat kelak.

Nabi SAW bersabda: “Pemuda yang tumbuh berkembang dalam beribadah kepada Allah”. HR Bukhari.

Kaya Sebelum Miskin

Anugerah terbesar didunia ini ialah ketika Allah memberi kesempatan kepada hambaNya berupa kekayaan pada waktu usia muda, jangan sampai dengan nikmat yang diberikan allah ini kita menjadi miskin hati artinya tidak mau berbagi kepada orang lain.

Kekayaan yang kita miliki itu semua datang dari allah dan kemiskinan itu dikernakan ulah kita sendiri kerena tidak mau bekerja dan suka poya-poya. Harta yang kita miliki akan dipertanggung jawabkan dihadapan allah nanti dari mana asalnya harta dan dikemana harta itu kita gunakan.

Sehat Sebelum Sakit

Pemuda yang beriman, mata air yang bersih akan menghasilkan air yang jernih begitu juga dengan kita badan yang sehat akan menghasilkan energy yang luar biasa. Menjaga kesehatan itu merupakan ibadah kerna allah menyukai orang-orang mensucikan diri. Masa muda waktu yang pas untuk menentukan masa tua kita. Sekaya apapun kita jika kita sakit itu semua tidak ada artinya.

Allah SWT berfirman: “Wahai orang-orang yang beriman, waspada dan bersiagalah” (QS An-Nisaa: 71)

Lapang Sebelum Sempit

Ketahuailah wahai pemuda bahwa orang-orang jauh sebelum kita lahir dimuka bumi ini seperti pada zaman jahiliyah pemuda pemudinya menghabiskan masa muda mereka dengan bermaksiat. Meraka menghabiskan waktu lapangnya hari demi hari dengan kegiatan yang tidak bermanfaat sama sekali sehingga waktu sempit mereka datang.

Wahai pemuda geresi pemuda saat ini jangan sampai kita menjadi seperti orang-orang jahiliyah. Saatnya kita berubah menjadi yang lebih baik dan bias menjadi pelopor untuk pemuda yang lain agar mereka bias beribadah kepada allah SWT.

Sesungguhnya para pemuda sangat butuh untuk waspada dari sebab-sebab yang bisa menjerumuskan mereka, masyarakat mereka, dan umat mereka ke lembah-lembah hawa nafsu dan langkah-langkah syaitan. Yang hal ini akan mengantarkan kepada kesudahan yang buruk dan kemudorotan yang besar.

Allah berfirman: Katakanlah,  Hai Ahli Kitab, janganlah kamu melampaui batas (bersikap ekstrim) dengan cara tidak benar dalam agamamu. (Qs Al-Maidah: 77)

Hidup Sebelum Mati

Pemuda Islam haruslah menjadi insan yang cerdas dan tanggap, tidak merespon apapun yang tidak jelas tujuannya bagi kepentingan Islam dan yang tidak membuat panji-panji kebenaran berkibar.

Pemuda yang budiman, Betapa besar ambisi lawan-lawan Islam untuk menjerumuskan para pemuda Islam ke dalam jurang kebinasaan dan jalur kesesatan sebelum ajal menjemput. Sebelum kita meningalkan dunia ini untuk selamanya ayo kita gunakan sisa umur ini untuk berbuat kebaikan jangan sampai kita terpedaya oleh bujuk manisnya rayuan setan. Kerna setan tidak akan pernah rela umat manusia beribadah kepada Allah.

Mati itu perkara yang sangat mudah tetapi setelah mati itu perkara yang sangat sulit kerna kita harus mempertunggung jawabkan umur kita semasa hidup didunia. Jangan pernah berpikir allah itu lupa dengan apa yang kita berbuat semasa hidup didunia yang penuh pitnah ini.

Pemuda Islam mempunyai tanggung jawab besar, mengemban obor keimanan dan ideologi (akidah) yang benar serta membekali diri dengan ilmu yang bermanfaat dan amal shalih demi kecerahan akal pikiran mereka, kejernihan mata hati mereka, ketajaman intelektual mereka dan ketepatan gagasan-gagasan mereka.

Firman Allah: “Sesungguhnya mereka adalah pemuda-pemuda yang beriman kepada Tuhan mereka, dan Kami tambah pula untuk mereka petunjuk. Dan Kami meneguhkan hati mereka”.  (Qs Al-Kahfi: 13 – 14).

Para pemuda islam saat ini terombang-ambing oleh ombak besar pemikiran yang menyimpang dan aliran yang menyesatkan, ambisi yang bias dan serangan ideologi yang tidak jelas ujung tepinya. Maka sangat penting bagi pemuda kita menyatu dengan para ulama yang telah diakui kredibilitasnya oleh masyarakat dalam keilmuan, kepatuhan, keberagaman, keshalihan, kegeniusan, intelektualitas, ketegaran dan ketulusan hati.

Firman Allah : “Maka tanyakanlah olehmu kepada orang-orang yang berilmu, jika kamu tiada mengetahui”. (Qs Al-Anbiya : 7).

Pemuda Islam harus menggebu-gebu dalam menjalankan kebaikan, terpujilah hal itu di dunia dan akhirat, selama terkontrol oleh ilmu syariat dan petunjuk. jadilah pemuda yang di idam-idamkan oleh banyak orang jangan menjadi pemuda yang pecundang hanya bisa merusak akhlak pemuda yang lain dan menjadi sampah masyarakat.

Berpikirlah untuk maju, mempunyai cita-cita yang suci ayo wahai pemuda tingalkan segala bentuk maksiat kerna itu merusak hari tua kita nanti. Jangan pernah merasa sendiri ketahuilah bahwa allah Swt bersama orang-orang yang menebarkan kebaikan.

Sabda nabi Muhammad SAW: “Sesungguhnya sebaik-baik kalian adalah yang terbaik akhlaknya”. (HR Al-Bukhari dan Muslim).

Arpitis Arifin: Honorer Kankemenag Kab. Meranti