Kamis, 29 September 2016, 08:39

Virus Rumah Tangga

Menangkal virus-virus dalam kehidupan rumah tangga guna mewujudkan rumah tangga sakinah. Pembahasan ini sangat penting karena dari sejumlah pasangan yang melakukan pernikahan setelah diadakan pembinaan oleh aparat Kantor Urusan Agama Kecamatan, namun masih ada pasangan- pasangan yang tak mampu menangkal masuknya virus rumah tangga sehingga mengakibatkan terjadinya perceraian meski di lembaga peradilan agama terdapat upaya perdamaian sesuai pasal 132 HIR/159 Rbg, dan Perma Nomor 1 Tahun 2008 tentang mediasi.

Banyak keberhasilan pembangunan bidang keagamaan yang telah dilakukan oleh Kementerian Agama termasuk Kemenag Provinsi, Kemenag Kabupaten/Kota, Kantor Urusan Agama tingkat kecamatan beserta jajarannya. Namun di bidang perkawinan masih ada tragedi perpisahan meskipun tak semua tidak baik, namun sangat menyesakkan.

Terdapat virus-virus, di Pengadilan Agama dikenal sebagai penyebab terjadinya perceraian. Berdasarkan data Pengadilan Tinggi Agama Tahun 2014 ada 8 kasus perceraian akibat poligami tidak sehat, krisis akhlak 142 perkara, cemburu 451 perkara, kawin dibawah umur 22 perkara, kekejaman jasmani 110, dihukum 20 perkara, cacat biologis 40 perkara, kekejaman mental 19 perkara, politik nihil, gamgguan pihak ketiga 31065 dan lain-lain 60 perkara.

Adapun jumlah totalnya 8.905 perkara dari 16 satuan kerja yaitu, Pengadilan Agama Rengat, Pengadilan Agama Pangkalan Kerinci, Pengadilan Agama Tembilahan, Pengadilan Agama Pasir Pengaraian, Pengadilan Agama Bengkalis, Pengadilan Agama Selat Panjang, Pengadilan Agama TanjungPinang, Pengadilan Agama Dabo Singkep, Pengadilan Agama gama Dumai,Pengadilan Agama Ujung Tanjung, untuk wilayah Riau hanya 10 satker, dan kepulauan Riau 6 satuan Kerja.

Dari beberapa perkara yang masuk sekitar 8.905 perkara, namun kalau dibandingkan dengan jumlah pasangan pernikahan masih relatif banyak perkawinan yang langgeng.

Terdapat kiat-kiat untuk menangkal virus-virus tersebut termasuk pula dahsyatnya pengaruh teknologi, seperti sms, bbm, facebook dan lain- lain, diantara penangkal tersebut adalah :

Untuk para Isteri, hendaknya memperhatikan hal berikut, menghargai perasaan suami, menjaga hartanya, pandai-pandai berterimakasih, hidup sederhana, tutuplah rahasianya, saling menasehati, perlakukan keluarganya dengan baik, perlakukanlah sebaik mungkin, berhias dan berhiaslah, sambutlah dengan wajah berseri, jaga harga diri, syukuri dan akui kebaikannya, atur rumah sebaik mungkin, jangan biarkan kesalahan, boleh cemburu, pertanda cinta.

Sementara para suami agar memperhatikan beberapa hal terhadap wanita yaitu bersikap lembutlah terhadap wanita, berhiaslah dengan kesabaran, buatlah ia selalu rindu, jangan berbohong, terima dirinya apa adanya, jangan berlebih untuk mencintainya, cintailah sewajarnya, sembunyikan kelebihan anda.

Guru Besar UIN SUSKA Riau Prof Dr H M Nazir Karim MA juga pernah menyampaikan beberapa hal menarik berkaitan dengan Kiat membangun Keluarga Sakinah. Bahwa manusia diciptakan berpasang-pasangan dan sudah menjadi sunnatullah untuk hidup bersama. Seluruh ayat Al Quran sesungguhnya berbicara tentang manusia karena Al Quran sebagai Hudan, maka petunjuk yang jelas juga diberikan dalam aspek hidup suami isteri atau berumah tangga.

Contohnya pada surat Ar Ruum Ayat 21 yang artinya: Dan diantara tanda-tand kekuasaan Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dang merasa tentram kepadanya, dan dijadikan Nya diantaramu rasa kasih dan sayang, Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir.

Dalam bahasa arab, sakinah mengandung arti tentram, tenang, aman, dan penuh kasih sayang. Keluarga sakinah adalah keluarga yang anggota keluarganya merasakan ketentraman, cinta kasih, bahagia, dan dirahmati oleh Allah Swt.

Di dalam keluarga sakinah akan muncul mawaddah warahmah, mawaddah cinta dan kasih sayang yang menggebu-gebu pada lawan jenis, mawaddah merupakan cinta yang lebih cenderung kepada material

Sedangkan rahmah adalah cinta kasih sayang yang lembut dan siap melindungi yang dicintai, rahmah lebih cenderung pada sifat qalbiyah.

Ciri-ciri keluarga sakinah: sederhana dalam belanja, suami isteri tulus dalam menjalankan hak dan kewajiban dan mencari rezeki yang halal dan selalu bersyukur kepada Allah Swt.

Ada beberapa kiat mewujudkan keakinah : Pilihlah pasangan yang seiman, shaleh atau shaleha dan dari keluarga yang terjaga kehormatan dan nasabnya, Niati nikah itu ibadah kepada Allah Swt, hendaknya suami isteri saling mengenal kelebihan dan kekurangan masing-masing.

Suami dan isteri menjalankan hak dan kewajibannya dengan dorongan iman,cinta dan ibadah. Mempunyai komitmen dalam mengarungi rumah tangga baik sedang ataupun sedih,menyelesaikan masalah dengan musyawarah dan selalu intropeksi diri dan keluarga secara berkala.

Disamping itu, hendaknya menghindari terjadinya salah paham, hindari gosip oleh pihak ketiga, selesaikan masalah dengan musyawarah, saling memaafkan, sabar dan selalu meminta pertolongan dan petunjuk dari Allah Swt. (*)

Oleh : Dr H Bunyamin Alamsyah S (Wakil Ketua PTA, Pekanbaru)

Berita Lainnya
Jumat, 3 Februari 2017, 15:19

SEJARAH RINGKAS SYEKH AIDARUS ABDUL GHANY

Selasa, 31 Januari 2017, 13:59

KESUNGGUHAN

Jumat, 27 Januari 2017, 10:11

Pemuda Mesin Pengerak Bangsa

Jumat, 30 September 2016, 11:55

Mengapa Harus Berkata Kotor

Jumat, 30 September 2016, 11:47

Pensiun SMART