Peletakan Batu Pertama Gedung H Fachruddin dan Milad ke-10 Pondok IBS Kubang, Begini Kata Pimpes

Ditulis Oleh vera Kamis, 11 Januari 2018, 15:02

Riau (Inmas) – Pondok Pesantren Ihsan Boarding School Kubang Kamis, (11/01) merayakan hari kelahiran berdirinya pondoknya yang ke-10, yang disebut dengan istilah Muhasabah Milad. Pelaksanaan kegiatan milad bersamaan dengan peletakan batu pertama Gedung H Fachruddin dan Madinatul Quran di lahan seluas 8000 m2 yang merupakan sumbangan wakaf dari Dr evi Kamelia Sp A. Kegiatan  diikuti oleh ribuan santri yang aktif serta para alumni, mulai dari santri tingkat SLTP dan SLTP IBS dan sejumlah Asatidz dan asatidzah pondok.

Dalam amanatnya, pimpinan pondok KH Misran Agusmar Lc menyampaikan momentum milad ini harus dijadikan ujung tombak untuk lebih maju. Ia mengungkapkan bahwa kesuksesan pondok pesantren IBS berkat dukungan semua pihak, terutama dukungan masyarakat Kubang dan sekitarnya yang sampai saat ini masih mempercayai yayasan pondok IBS sebagai pondok pilihan untuk menimba ilmu agama, ucapnya.

“Yang kita fokuskan saat ini khusus untuk sekolah dasar IBS ini adalah selain untuk menjadi tahfzhul quran, anak anak akan dibekali dan dilatih dalam ilmu research. Sehingga nantinya anak anak bisa berfikir dengan cara alquran, bahkan kami proritaskan untuk sekolah dasar ini bahasa inggris sebagai bahasa kesehariannya, dan untuk bahasa arab bisa diterapkan pada saat sudah ditingkat SLTP”, jelasnya.

Ia mengatakan seluruh program yang ada di yayasan merupakan program wakaf karena menurutnya dengan program wakaf itulah yang dapat memberikan ketenangan dan membahagiakan. “Kita ingin pengembangan kedepan khusus untuk IBS Kubang ini bisa menjadi Madinatul Quran, tidak hanya mencontohkan kehidupan bergama bagi masyarakat tapi juga dapat bisa mencontohkan hubungan antar umat bergama ditengah fitrah keberagaman.

Lebih dari itu Misran menegaskan pesantren adalah tonggak utama untuk menjaga keutuhan bangsa dan negara. “Melalui santri hari ini, yang mengedepankan pemahaman agama dan nilai nilai islam dengan fithrah keberagaman, kita mengharapkan kedepan akan terwujud negeri yang Baidathun Thaibatun Warabbun Ghafur”, tuturnya.

“Tanggal 21 mendatang pihaknya mengaku akan melaksanakan dhaurah menghafal aqluran selama 40 hari yang beberapa dekade telah sukses dilaksanakan”, ucapnya.Di usia milad ke-10 semoga ada lompatan dan terobosan signifikan yang nyata, yang bisa dinikmati masyarakat. Menurutnya perlu upaya  dalam membangun kerja sama dengan semua lapisan semua lini hingga ke tingkat internasional.  "Saat ini alahmdulillah alumni IBS sudah banyak yang melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi ternama baik itu didalam negeri maupun luar negeri hingga ke Mesir, Maroko, Yaman, madinah dan negara arab lainnya.

“Payung payung yang diciptakan ummat saat ini dimanapun berada semoga menjadi payung persatuan dan kesatuan dalam balutan ukhuwah yang kuat”, harapnya menutup sambutan.

Peletakan batu pertama yang disaksikan oleh Kakanwil Kemenag Riau, Pimpinan Pondok IBS, Ketua pembina YWIR IBS Riau,Pimpinan PP Khairul Ummah, Camat Kubang, polda, tokoh masyarakat dan ribuan tamu yang hadir ditandai dengan pelepasan balon udara oleh Pimpinan Pondok. Semakin terasa meriah tatkala acar diawali penampilan para tahfizh/zah cilik usia tiga hingga lima tahun binaan pondom IBS. Pada kesempatan yang sama. Dipenghujung acara diberikan sejumlah penghargaan kepada ustadz yang telah berdedikasi, mengabdi mendidik para santri selama ini.(vera/adi/eka)

 

 

 

 

 

kembali ke daftar berita

Berita Lainnya