Hadiri Milad ke-10 PP IBS, Kakanwil : Pendekatan Agama Harga Mati Menjawab Persoalan Ummat

Ditulis Oleh vera Kamis, 11 Januari 2018, 14:22

Riau (Inmas) –  Awal tahun 2018 Kakanwil  Ahmad Supardi  menghadiri muhasabah Milad ke -10 Pesantren Ihsan Boarding School. Bersamaan dengan itu ribuan tamu undangan yang hadir di Pondok Pesantren yang berlokasi di Kubang  tersebut juga untuk mengikuti kegiatan acara peletakan batu pertama Gedung H Fachruddin di Pondok IBS, Kamis (11/01). Hadir pada kesempatan itu pimpinan pondok KH Misran Agusmar Lc, KH Muhammad Gazali Lc Ketua Pembina YWIR IBS Riau, aparat kepolisian, Camat Kubang, Kh Murysid Pimpinan PP Khairul Ummah Rengat, Keplada Desa, dan sejumlah tamu undangan lainnya.

Menurut Kakanwil, milad IBS yang ke 10 ini menandakan bahwa ponpes makin berjaya di bawah pimpinannya KH Misran Agusmar Lc, kendati sampai detik ini Pondok masih berdiri sendiri secara mandiri, belum diurus secara resmi dibawah naungan negara dan mendapatkan anggaran dari negara. Namun pondok membuktikan terus berbenah dan berkembang di negeri ini.

Ia menilai dengan adanya kegiatan milad ini, menunjukkan bahwa perjuangan dan keteladanan pondok pesantren IBS mesti menjadi referensi bagi pesantren lain di Riau. Sudah seharusnya kita memberikan apresiasi dan kepercayaan tinggi menyekolahkan anak anak generasi kita ke pondok. Apalagi sistem yang diterapkan dipondok telah menjadi referensi sistem bagi sekolah internasional lainnya saat ini. Bukan hanya sebelum Indonesia merdeka, bahkan hingga sekarang sistem pendidikan di pondok pesantren telah berhasil mencetak generasi qurani yang unggul dan ulama ulama besar.

“Jangankan bangunnya, tidurnya pun bagian dari sistem pendidikan itu senndiri. Istimewanya lagi pondok pesantren menggunakan bahasa arab dan inggris sebagai bahasa sehari hari”, ucapnya. Hari ini kita bangun SD Madinatul Quran dan mencetus bahasa inggris sebagai brandingnya, ini luarbiasa bagus, pujinya. Kedepan diharapkan IBS mampu mengembangkan kawasan ini menjadi sebuah kampung inggris maupun arab. “Ini perlu, karena berdampak tidak hanya bagi lingkungan intern pondok, namun juga berdampak besar pada peningkatan ekonomi masyarakat sekitar”, ucapnya lagi.

Selain itu Alumni pondok Purba Sumut itu menegaskan, bahwa kurikulum yang digunakan di pondok sudah terpola sedemikian rupa, tidak ada lagi istilah sekedar coba mencoba kurikulum. “Maka tidak salah jika saya katakan pondok sangat relevan dari masa dahulu, masa kini dan masa datang”, tandasnya.

Kepada anak santri Kakanwil berpesan agar terus membekali diri dengan ilmu dan ilmu. Karena santri adalah generasi masa depan yang akan melanjutkan generasi tua sekarang. Dan pendekatan secara agama harga mati dalam menjawab segala persoalan umat. “Berbanggalah menjadi anak pondok, selamat miladke-10, semoga IBS semakin maju, berkualitas dan berkaya di masa mendatang”, ujarnya menutup orasi.(vera/adi/anto)

 

 

 

 

 

kembali ke daftar berita

Berita Lainnya