Resmi Ditutup, Tuan Rumah Raih Juara Umum MQKN 2017

Ditulis Oleh vera Rabu, 06 Desember 2017, 00:53

Jepara (Inmas)- Pondok Pesantren Roudlotul Mubtadiin dibanjiri warga dan ribuan santri yang ingin menyaksikan langsung penutupan MQK Nasional 2017, pada Selasa (05/12). Even tiga tahunan ini ditutup secara resmi pada pukul 22.06 WIB oleh Direktur Jenderal Pendidikan Islam H Kamaruddin Amin, yang semula djadwalkan akan ditutup oleh Sekjen Menag RI.

Pada MQK kali ini, tuan rumah berhasil menyabet tropi bergilir juara umum yang tiga tahun sebelumnya diraih Jatim pada MQK di Jambi. Disusul Jatim dan Jawa Barat. 

Sekda Jateng meyampaikan, ini ajang silaturrahmi santri, ini bukan sekedar seremony. "Jadikan ini prilaku positif", ucapnya. " Semoga Jateng menjadi kenangan yang indah dan berkesan di hati seluruh tamu yang datang dari berbagai penjuru Indonesia.

"Peserta yang berhasil meraih juara jangan takabbur, tapi tingkatkan lagi prestasi untuk masa depan", pesannya kepada seluruh santri yang menang.

Pihaknya berharap melalui MQK persatuan dan kesatuan NKRI akan terjaga, semakin menyatukan Indonesia, tutupnya.

Sementara itu H Kamaruddin Amin MA mewakili Menag RI mengatakan, pelaksanaan MQK yang diikuti oleh 1456 santri dari 34 provinsi digunakan untuk mengikuti perlombaan 25 kitab dan tiga cabang lainnya debat bahasa inggris dan bahasa arab.

MQK sebagai wahana pengembangan pesantren sebagai sub kultur sudah sepatutnya melahirkan keilmuan sendiri, lanjut Kamarudin. Mengingat kitab kuning menggunakan tulisan bahasa arab, kitab kuning memiliki alam kesejarahannya sebagai bahan kajian bagi pondok, kandungan dan muatan dalam kitab kuning mengajarkan nilai nilai kemanusiaan, nilai nilai toleransi dan cenderung memiliki sikap yang sangat toleran, jelasnya.

"Pesantren yang kuat dalam pengkajian kitab kuning akan memperkuat jati diri santri dalam bersikap", sebutnya.

Ia menambahkan insyaallah kedepan MQK akan diadakan setiap dua tahun.  Jika kita bersama sama mencari formulasi kelembangaan MQK menjadi lebih baik. Diharapkan MQK dapat ditingkatkan menjadi sebuah lembaga pengembangan qiraatil kutub berdasarkan peraturan presiden maupun surat keputusan Menteri Agama, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, dan KemenPAN RB.

Dengan adanya pengembangan qiraatil kutub diharapkan partisipasi pemerintah daerah, dan instansi terkait lainnya dapat memberikan dukungan penuh, sehingga santri dapat memiliki kesempatan yang lebih luas mengikuti MQK kedepan.

Pada kesempatan itu, ia mengungkapkan penghargaan yang besar dan ucapan terimakasih atas kesediaan Jepara sebagai tuan rumah helatan akbar ini. Dikatakannya kesuksesan ini tidak terlepas dari kerja sama segala pihak terkait, wa bil khusus keluarga besar pondok pesantren Balekambang.

Acara yang berakhir pada pukul 23.40 WIB tersebut dihadiri oleh sejumlah pejabat pemprov beserta jajaran, para Kakanwil dan jajaran, para guru dan pengasuh pondok Roudlatul Mubtadiin, serta para dewan hakim MQKN ke VI 2017.(vera)


kembali ke daftar berita

Berita Lainnya