Kakanwil Kemenag Riau: Empat Formulasi Hijrah Kontemporer

Ditulis Oleh imuss Sabtu, 23 September 2017, 11:42

Riau (Inmas)- Kakanwil Kemenag Riau Drs H Ahmad Supardi Hasibuan MA, dalam dialog memaknai Tahun Baru Islam, 1 Muharram 1439 H, bersama dengan Ketua Umum Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Prov Riau di TVRI Riau Kepri,   Kamis (21/9/2017), menyatakan bahwa saat ini ada empat bentuk formulasi hijrah kontemporer.

Pertama, hijrah mental, yakni berpindah dari mentalitas yang buruk menuju mentalitas yang baik. Menurutnya, maraknya perilaku korupsi pada pejabat bangsa ini adalah disebabkan mentalitas yang rapuh, dan bukan persoalan kesejahteraan. Hal itu dibuktikan dengan kenyataan bahwa yang melakukan kotupsi itu adalsh yang psling tinggi gaji dan kesejahteraan nya.

Kedua, hijrah kultural, yakni berpindah dari alam kebodohsn menuju alam yang terang bendersng. Dalam bahasa agama disebut, Minazzhulumati ilannur. Ketiga, hijrah material, yakni berpindah dari kemiskinan menuju kesejahteraan. Dikataksnnya,  Islam mewajibkan zakat, salah satu maksudnya supaya umat islam kaya dan pada gilirannya membaysr zakat, infaq dan shodaqah.

Oleh karena itu, mantan Kakan Kemenag Kab Rokan Hulu ini berharap agar Hijrah ini  dijadikan sebagai sebuah konsep dalam diri, yang artinya berubah dan melakukan perubahan, dari hal hal yang kurang baik, menjadi hal hal yang lebih baik.

"Perubahan ini sangat penting, karena tantangan yang dihadapi oleh satu generasi berbeda dengan generasi yang lainnya dan bahkan makin ke depan, tantangannya makin berat. Oleh karena itu, setiap orang dan atau setiap generasi harus melakukan perubahan perubahan atas dirinya, sehingga mampu  beradaptasi dengan zamannya," himbaunya.

Keempat, hijrah sosial, yakni berubah dari tidak peduli krpada orang lain menjadi punya perhatian dan kepedulian antat sesama, sehingga terjalin silsturrahim, tolong menolong antar sesama dan kokoh persatuan dan kesatuan umat. (ash/e-m)



kembali ke daftar berita

Berita Lainnya