Kabid Penmad, Minat Masyarakat Ke-Madrasah Setiap Tahun Semakin Meningkat

Ditulis Oleh riaukanwil3 Senin, 17 Juli 2017, 10:14

Pekanbaru (Inmas), Tahun Pelajaran 2017/2018 peminat masyarakat untuk menyekolahkan anak mereka di madrasah sudah sangat signifikan, berdasarkan survey dari Bidang Penmad Kanwil Kemenag Riau terhadap 49 madrasah yang pada tahun 2017 telah menerima pendaftaran calon siswa baru sejumlah 12 ribu orang lebih dan yang diterima atau ditampung dari jumlah tersebut hanya sekitar 7 ribu orang siswa, artinya lebih 5 ribu orang yang tidak bisa diterima di madrasah tersebut disebabkan banyak hal, hal ini disampaikan Kabid Penmad Drs. H. Asmuni, MA pada Apel Pagi Senen (17/07) di hadapan seluruh peserta upacara bertempat di halaman Kantor Kanwil Kemenag Riau.

 

Animo masyarakat untuk menyekolahkan anak mereka ke madrasah merupakan salah satu indikasi madrasah sudah memiliki kualitas sesuai diinginkan oleh masyarakat, peningkatan mutu dan kualitas madrasah harus senantiasa kita jaga dan tingkatkan sehingga motto lebih baik madrasah dan madrasah lebih baik dapat kita wujudkan, urai Kabid Penmad.

 

Lebih lanjut, Kasi Kurikulum dan Evaluasi Bidang Penmad Kanwil Kemenag Riau H. Kamaruddin menyampaikan bahwa 49 madrasah yang di survey tersebut adalah tingkat MTs dan MA, sedangkan tingkat MI tidak disurvey, adapun penyebab banyaknya siswa yang tidak bisa masuk ke madrasah di sebabkan oleh keterbatasan lokal atau sarana prasarana, dengan banyaknya pendaftar yang mendaftar mengharuskan pihak madrasah melakukan seleksi slektif dengan metode transpasan yang bisa dilihat dan dipantau oleh semua pihak, dengan kondisi saat ini semoga kita (madrasah-red) bisa memberikan pelayanan maksimal kepada peserta didik sebagaimana yang di instruksikan oleh Kabid Penmad, tambah Kamaruddin.

 

Sebagaimana yang disampaikan oleh Kabid Penmad bahwa mutu dan kualitas pendidikan madrasah yang bisa bersaing dan berprestasi pada saat ini baik dalam bidang akademik maupun non akademik, Kasi Kelembagaan dan SIM Bidang Penmad H. Herra Firmansyah, S.Ag menambahkan bahwa menjawab keresahan dan kerinduan masyarakat akan anak yang berkarakter dan berakhlak mulia pada saat ini madrasah mampu menjawab dengan pengembangan model pembelajaran dan kurikulum yang penuh dengan muatan dan nuansa agama, karena hanya melalui pendidikan agama yang baiklah karakter dan akhlakul karimah bisa terbentuk, semoga kegelisahan akan kondisi kemerosotan akhlak saat ini dapat di perbaiki oleh lembaga pendidikan di Indonesia terutama lembaga pendidikan madrasah, pungkas Herra berharap.(AZ)

kembali ke daftar berita

Berita Lainnya