Tingkatkan Peran Masjid, Rusli Efendi Sambangi Kemenag Kampar

Ditulis Oleh riaukampar Senin, 19 Juni 2017, 11:56

Kampar (Inmas) – Dalam rangka meningkatkan peran Masjid ditengah-tengah masyarakat, H. Rusli Effendi, SE, SPdi, MSi Ketua Umum Yayasan Istiqlal Indonesia sambangi Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kampar, hari jum'at kemaren (16/06). Kedatangan Rusli Efendi ini langsung disambut hangat oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kab. Kampar Drs H Alfian MAg, Kepala Subbag Tata Usaha H Muhammad Hakam MAg, Para Kasi, dan Pegawai Dilingkungan Kantor Kementerian Agama Kab. Kampar.


Rusli mengatakan, peran dan fungsi masjid saat ini sudah mulai memudar. Masjid saat ini hanya dijadikan tempat ibadah saja (Sholat). Padahal pada zaman Rasulullah SAW Masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat beribadat magdhah, seperti shalat dan zikir, tetapi masjid juga sebagai tempat pendidikan, tempat pemberian santunan sosial, tempat latihan militer dan persiapan perang, tempat pengobatan para korban perang, tempat mendamaikan dan menyelesaikan sengketa, tempat menerima utusan delegasi/tamu, sebagai pusat penerangan dan pembelaan agama. Dari pembinaan yang dilakukan Rasulullah di masjid itu lahirlah tokoh-tokoh yang berjasa dalam pengembangan Islam ke seantero dunia, seperti Abu Bakar  shiddiq, Umar bin al-Khatab, Usman bin ‘Affan dan Ali bin Abi Thalib.


Masjid di zaman Nabi merupakan pusat pembinaan ruhiyah (tarbiyah ruhiyah) umat Islam. Di masjid ini ditegakan shalat  lima waktu secara berjama’ah. Masjid berperan untuk membina dan meningkatkan kekuatan ruhiyah (keimanan) umatnya. Masjid sebenarnya merupakan “kolam-kolam spiritual” yang akan menghilangkan dahaga spiritual setiap muslim. Tujuan didirikannya suatu masjid tercermin dalam kalimat-kalimat azan yang dikumandangkan oleh muazzin. Ketika azan dikumandangkan setiap muslim diperintahkan untuk menjawab/ memenuhi panggilan itu dan meninggalkan segala aktivitas lainnya. Ini merupakan suatu bentuk latihan kepatuhan, kedisiplinan dan latihan militer.  Tujuan mendirikan shalat adalah untuk mengingat Allah“Aqimishalata Lizikriy”(Q.S.Thaha;14). Mengingat Allah merupakan cara yang tepat untuk memperoleh ketenangan jiwa dan pikiran, “Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram”(Q.S: AR-Ra’du;28).


Oleh karena itu masjid merupakan tempat yang ideal untuk menenangkan hati dan pikiran. Di zaman modern ini banyak orang yang hidup gelisah, banyak harta dikorbankan dan berbagai cara dilakukannya untuk memperoleh ketenangan, namun ketenangan yang dicari tak kunjung datang. Untuk itu, mulai saat ini, mari kita kembalikan peran dan fungsi Masjid sebagai mana mestinya dan kita tingkatkan manajemen masjid.


Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kab. Kampar Drs H Alfian MAg dalam acara yang sama mengucapkan terima kasih atas kedatangan Bapak Rusli Efendi di Kantor Kementerian Agama Kab. Kampar. Mudah-mudahan apa yang kita  inginkan dan niat baik kita ini, di ridhoi Allah Swt. Aamiin, harap Alfian. (Ags/Usm)


kembali ke daftar berita

Berita Lainnya