Dialog Interaktif, Begini Jawaban Khadim Tour Group Travel Soal Keluhan Jamaah

Ditulis Oleh vera Rabu, 14 Juni 2017, 13:47

Riau (Inmas) - Media Pekanbaru Pos mengundang Kementerian Agama dan pihak travel beserta jajarannya hadir di Kemenag Provinsi Riau pada Rabu, (14/06) siang. Kegiatan yang beragendakan dialog tersebut disambut hangat oleh Kakanwil kemenag Riau H Ahmad Supadri MA, didampingi Kasi Pemberdayaan Haji dan Umroh H Asril.

“Kami mengundang Kanwil Kemenag, beberapa Direktur travel yang resmi di Provinsi Riau, jemaah, dan ikatan persaudaraan haji guna mengklarifikasi berita berita yang berkembang dilapangan, ujar GM Pekanbaru Pos Khairul Amri. Menurutnya anggapan dan penilaian yang saat ini berkembang terhadap Kemenag, maupun travel haji dan umroh yang ada dari masyarakat, merupakan lecutan sendiri bagi pihaknya untuk bisa memberikan berita yang sesuai dengan fakta dilapangan.

Melalui kegiatan tersebut ia menegaskan akan berkomitmen membantu Kemenag dalam mengatasai masalah yang dihadapi jamaah dilapangan. Selain itu ia mengaku salah satu wartawannya mendapatkan keluhan tentang adanya sejumlah jamaah yang merasa telah ditipu oleh travel umroh yang telah dipercaya akan memberangkatkannya ke tanah suci. Ada juga jemaah yang mengadu terkait penundaan keberangkatan dengan dalih masalah teknis visa dan tiket.

Terkait hal tersebut Khairul mengatakan informasi dari wartawan pekanbaru pos bahwa  pengaduan jamaah tersebut agar dapat dieksposs melalui media. Ia mengakui dalam memberitakan sesuatu hal harus hati hati, cari infromasi yang lebih valid jangan hanya percaya dengan satu orang jamaah saja, pastikan berita naik ketika sudah mendapat konfirmasi dari travel bersangkutan. Hal itu sudah menjadi makanan kami, terangnya. Kita tidak akan menaikkan sebuah berita jika belum ada informasi dari pihak yang terlapor artinya harus ada konfirmasi dari pihak terlapor dan yang melapor, tekannya.

“Jangan sampai berita yang diterbitkan dari aduan masyarakat tersebut akan memicu masalah baru yang lebih kompleks”, ucapnya. Hal ini penting menurutnya sesuai dengan kode etik jurnalistik yang ada di negara kita. Pihaknya mengaku tidak akan segan segan untuk melakukan embargo yang dibenarkan dalam kode etik jurnalistik yang beritanya saya nilai tidak layak untuk diterbitkan.

Untuk itu pihaknya melalui media pers berharap agar masyarakat dan jamaah lebih paham akan hal tersebut. “jika sudah berani masuk ke media berarti secara otomatis sudah bernai memunculkan masalah (aibnya) ke media. Mau diberitakan, namun tidak ingin diketahui identitas pribadinya. Hal ini tidak bisa kita beritakan. Untuk itu masalah yang berimbas ke masyarakat banyak sudah seyogyanya berani dan tidak usah takut takut,  ungkapnya. Bahkan pernah sebuah kasus kita terima ujarnya mencontohkan, ada aduan jamaah yang terkait yang merasa telah tertipu oleh saudaranya sendiri,

Kesempatan bertemu dengan pihak Kemenag merupakan sarana menjalin kerja sama dan interkasi yang baik sekaligus mengclearkan segala perspektif yang beredar. Semua sudah kita jelaskan dan semoga dialog ini akan menjadi jembatan untuk menjalin komunikasi yang lebih baik lagi kedepan, tandasnya.

Pada kesempatan yang sama Direktur Al Khalid Jaya Megah yang tergabung dalam Khadim Tour group Estika Darwis mengaku saat ini pihaknya tetap fokus melayani jemaah. Menurutnya travel haji yang sudah memiliki izin haji yang ada di Indonesia sejumlah 245 travel, yang memiliki izin umroh sebanyak 650 travel, serta yang sudah memiliki visa sendiri (provider visa) sebanyak 70 travel.

Wanita berpeawakan mungil itu mengatakan bahwa kesiapan kita menuju ke tanah suci salah satunya harus memiliki visa, tapi bukan hanya visa saja namun harus siap dengan tiket pulang pergi, perjalanan menuju ke tanah suci, hal tersebut benar benar siap selain kesiapan fisik. Masalah yang sering terjadi pada travel tertentu adalah travel itu tidak memiliki izin akhirnya berimbas kepada penundaan keberangkatan jemaah. Seharusnya travel tersebut harus siap dengan segala bentuk izin yang akan mempermudah jamaah dalam menjalankan ibadah umroh.

“Jamaah jangan hanya percaya dengan ustadz pembimbing yang menangani umroh saja, perlu diketahui juga travel yang membawa kita, sekarang  tidak sedikit travel yang berkembang memiliki prioritas bisnis, bukan ibadah karena Allah”, terangnya sembari mengucapkan maaf bagi travel yang belum memiliki izin izin sesuai aturan. Untuk itu jemaah sangat perlu ditelusuri apakah travel yang kita percaya sudah ikut asosiasi haji dan umroh maupun asosiasi maskapai internasional IATA, terangnya lagi.

“Jamaah perlu tahu bagaimana perjalanan dan keselamatan selama menjalankan ibadah umroh”, jangan hanya sekedar berangkat tanpa tahu bagaimana prosedur yang sesungguhnya. Kita niat beribadah ke baitullah baik kaya maupun miskin dengan hati yang tenang dan ibadah yang nyaman, pesannya.(vera/ifaj)

 

 

 

kembali ke daftar berita

Berita Lainnya