Kakanwil Hadir Dalam Dialog Interaktif Haji dan Umroh Bersama Pekanbaru Pos

Ditulis Oleh vera Rabu, 14 Juni 2017, 12:30

Riau (Inmas) - Antusias masyarakat untuk naik haji dan umroh  sangat tinggi sekali, beberapa cara dilakukan pemerintah khususnya Kemenag agar kuota ataupun waiting list tidak meledak sekaligus penyelenggaran ibadah haji dan umroh bisa tenang dan lancar. Berangkat dari tema “ Beribadah ke baitullah dengan Hati senang, Ibadah pun Tenang” Media Pekanbaru Pos berinisiatif mengadakan dialog atas Mou dengan Kanwil Kemenag Riau, terkait masalah haji dan umroh sebelum ini pada Rabu siang , (14/06) di Aula lantai II Kemenag Riau.

Hadir pada kesempatan tersebut Kakanwil Kemenag Riau, ikut mendampingi Kasi  Pembinaan Haji kanwil Kemenag Riau.Ketua KBIH, Ikatan Persaudaraan Haji, Jamaah, GM Pekanbaru Post  Pimpinan beberapa Travel resmi Provinsi Riau.

“Kegiatan ini murni inisitaif dari media pekanbaru pos, ujar Khairul Amri selaku GM Pekanbaru Pos, saya dan kawan kawan pekanbaru pos ingin memberikan sesuatu informasi langsung dari sumbernya, karena miris dan sedih juga melihat berita yang berkembang dilapangan.”Pihaknya mengaku tidak kuasa juga memberitakan hal hal jelek-jelek tentang masalah agama dan keagamaan ini, baik itu penipuan ataupun kelalaian lainnya”.

“Hal ini sangat dilematis bagi pihak sebagai alat control sosial bagi masyarakat, di satu sisi kita ingin memberitakan fakta yang sebenarnya, namun disisi lain kita juga harus bisa menelaah secara benar berita berita tersebut agar tidak ada pihak yang dirugikan dan merasa diinteversi, ujarnya. Apalagi Pekanbaru pos sudah bermitra baik selama ini terkait kegiatan keagamaan keagamaan. Ia sangat apresiatif atas sikap Kakanwil yang menyambut baik dengan ide dari kegiatan dialog yang digelar ini.

Sebagai penanggung jawab Pekanbaru pos, pihaknya pribadi sangat ingin mendapatkan informasi yang akurat dan valid tentang prosedur penyelenggaraan haji dan umroh yang benar sekaligus masalah yang berkembang ditengah masyarakat. “Mudah-mudahan upaya yang kita lakukan ini juga termasuk bagian dari cara berdakwah juga”, sebutnya.

Ia mengatakan sesuai dengan MoU yang sudah disepakati dengan Kanwil Kemenag Riau, pihaknya berkomitmen akan mengadakan roadshow dialog ke kab dan kota, melalui Kemenag masing masing kab/kota. Menurutnya pengaduan yang banyak diterima selama ini justru dari jamaah yang berada di kab/kota. “Apa yang telah menjadi kesepakatan bersama, pihaknya bersama Kemenag akan terus memantau dan mendalami kendala dan masalah yang sebenarnya terjadi dilapangan selama ini”. Ia berharap kedepan kerjasama dengan pihak kepolisian pun bisa direalisasikan, mengingat banyaknya masalah yang ditemui dilapangan dari waktu ke waktu.

Dalam sambutannya Kakanwil mengungkapkan kegiatan dialog tersebut sangat urgen, karena terkait dengan rukun Islam yang ke lima, yang wajib kita laksanakan jika mampu. Ia mengaku kegiatan ini jangan hanya dilakukan di tingkat provinsi namun, juga harus di lakukan hingga ke kab/kota.

Menurutnya khusus untuk penyelenggaraan ibadah haji dan umroh ini tidak akan bisa tuntas oleh Kementerian Agama saja, termasuk sosialisasinya. Perlu orang lain, butuh keterlibatan pihak lain untuk menyukseskan pelaksanaan ibadah tersebut,  tidak bisa dilakukan oleh satu sektor saja. Karena harus melibatkan banyak pihak, apakah itu dari segi perhubungan, keuangan, paspor dan visa dan sebagainya.

Masalah yang kerap kita hadapi adalah jamaah yang masih banyak kurang memahami prosedur ibadah haji dan umroh bahkan hingga pelaksanaan ibadah tersebut di Makkah. Hal ini harus menjadi perhatian khusus bagi Kemenag, ucapnya. Menyambut baik atas inisiatif media dalam rangka menyukseskan program Kemenag, Kakanwil sangat berterima kasih atas terselenggaranya kegiatan dialog tersebut.

“Kami tidak ingin menceramahi bapak dan ibu, namun ingin mendapat masukan dari jamaah maupun travel yang berwenang dalam menghadapi persoalan yang terjadi di lapangan yang saya pribadi tidak tahu, sehingga pihaknya bisa respon dan cepat mengambil kebijakan untuk mengatasi masalah yang terjadi, ungkapnya. Untuk umroh 100 persen dinaungi oleh masyarakat, karena Kemenag tidak ada menyelenggarakan ibadah umroh, tekannya. Sementara untuk travel berizin yang di Provinsi Riau sendiri, terkait ibadah haji dan umroh ada sebanyak 13 travel, dan yang hanya bisa umroh saja sebanyak 29 travel. Maka travel yang bisa menyelenggrakan umroh di Riau jika ditotalkan menjadi 42 travel, terangnya.

Mengakhiri sambutan Ahmad berpesan  agar para jamaah dapat melakukan crosscheck mengenai prosedur penyelenggaraan haji dan umroh tersebut dan kebenaran izin travel tersebut. Selain itu jangan gampang percaya dengan satu informasi saja, lebih jeli dalam menerima informasi akan membantu kita terhindar dari masalah masalah penipuan yang makin merebak sekarang ini, tutupnya (vera).

 

kembali ke daftar berita

Berita Lainnya