2017, Pemondokan JCH Riau Terjauh 3,5 KM

Ditulis Oleh imuss Selasa, 13 Juni 2017, 14:25

Jakarta (Inmas)- Berdasarkan hasil Qur’ah Pemondokan Jamaah Calon Haji (JCH) Tahun 1438 H/ 2017 M yang berlansung di Jakarata pada Ahad- Senin (11-12/6/2017) di Jakarta, pemondokan untuk JCH Riau terjauh dijarak sekitar 3,5 KM dari Masjidil Haram dengan 5 titik pemondokan.

Hal tersebut diungkapkan Kakanwil Kemenag Riau Drs H Ahmad Supardi MA didampingi Kabid PHU H Erizon Efendi S Ag usai mengikuti kegiatan Qur’ah di Hotel Mercure Ancol Jakarta, Selasa (13/6/2017) via selulernya.

Menurut Ahmad Supardi, Qur'ah adalah cabut undi pemondokan haji Indonesia di Makkah. Qur'ah dimaksudkan untuk memberikan rasa keadilan bagi seluruh jamaah haji, sehingga tidak ada tebang pilih, pilih kasih, memberikan fasilitas yang terbaik bagi jamaah haji tertentu, dan segala macam bentuk sikap negatif lainnya.

Untuk pelaksanaan Qur'ah Tahun 1438 H dipimpin langsung oleh Menteri Agama RI diwakili oleh Sekretaris Jenderal Kemenag RI Prof Dr H Nur Syam dengan dihadiri Ketua Komisi VIII DPR RI Dr H Ali Taher Parasong, Ketua KPHI (Komisi Pengawas Haji Indonesia), Direktur Pelayanan Haji Luar Negeri Dr Hj Sri Ilham Lubis, Kakanwil Kemenag dan Kabid Peny Haji dan Umrah seluruh Indonesia.

“JCH Provinsi Riau yang terdiri dari 12 Kloter yang tergabung dalam Embarkasi Batam (BTH) akan menempati 5 wilayah dengan jarak terjauh sekitar 3,5 M. Hal tersebut berdasarkan qur’ah yang kita lakukan secara bersama- sama dan terbuka,” jelasnya.

Secara rinci mantan Kakankemenag Rohuli ini mengungkapkan, Pertama; untuk di wilayah Mahbas Jin ada 2 kloter, yaitu kloter 3 dan kloter 7 dengan jarak  1,8 KM. Kedua wilayah Jarwal 4 kloter terdiri dari kloter 5, kloter 9, kloter 10 dan kloter 16, jarak 1- 2 KM. Ketiga wilayah Misfalah sebanyak 3 kloter yaitu kloter 4, kloter 8 dan kloter 18 jarak dari masjidil haram 3- 3,5 KM. Keempat wilayah Syisyah akan ditempati kloter 17 dan kloter 2. Kelima, daerah Aziziah yaitu 1 kloter dengan jarak 2,5 – 3,5 KM. Lihat hasil qur'ah https://riau.kemenag.go.id/file/file/data2017/Hasil_QURAH_12_JUNI_2017.pdf

Perlu diketahui bahwa pemondokan haji itu berfariasi fasilitasnya, ada yang sedang, ada yang bagus dan ada yang bagus sekali. Selain itu, pemondokan haji itu, ada yang dekat dan ada yang sedang, sedangkan yang jauh sekali tidak ada lagi,” ucapnya.

Terhadap JCH yang dekat dari Masjidil Haram maka tidak dipersiapkan kenderaan, sedangkan bagi yang agak jauh, disiapkan kenderaan bus shalawat selama 24 jam sebagai transfortasi PP dari pemondokan ke Masjifil Harom dan dari Masjidil Harom ke pemondokan.

Lebih lanjut Ahmad Supardi menjelaskan, sebagaiman dalam penyampaian Menteri Agama RI diwakili oleh Sekretaris Jenderal Kemenag RI Prof Dr H Nur Syam, selain pemondokanKemenag juga telah melakukan sejumlah upaya perbaikan dalam penyelenggaraan haji tahun ini, yaitu pertama, peningkatan pelayanan embarkasi dengan pemberian bantuan pengembangan dan standardisasi asrama haji. Kedua, peningkatan pelayanan konsumsi jamaah haji di Makkah, yaitu penambahan satu kali snack selamat datang atau selamat jalan. Pada tahun sebelumnya tidak ada. Ketiga, peningkatan kualitas layanan transportasi jamaah haji antarkota perhajian di Arab Saudi dan bus shalawat. Kendaraan di-upgrade, dengan jumlah 359 bus.

Upaya perbaikan yang terus dilakukan Kementerian Agama ini tiada lain untuk perbaikan dan kenyamanan para jamaah. Mudah-mudahan, pada tahun ini, tingkat kepuasan jemaah akan semakin baik, seiring dengan peningkatan layanan-layanan tersebut,” ungkapnya. (ash/mus)

Link Hasi Qur'ah Pemondokan Jamaah Haji di Makkah 1438 H/ 2017 M

https://riau.kemenag.go.id/file/file/data2017/Hasil_QURAH_12_JUNI_2017.pdf

https://riau.kemenag.go.id/file/file/data2017/Rencana_Perjalanan_Haji_2017_M.pdf




kembali ke daftar berita

Berita Lainnya