Kakanwil: Petugas Haji Harus Pecahkan Masalah Secara Kreatif

Ditulis Oleh imuss Senin, 12 Juni 2017, 09:32

Batam (Inmas)- Kakanwil Kemenag Riau Drs H Ahmad Supardi MA mengatakan, dalam kehidupan di dunia khususnya dalam dunia kerja tidak lepas dari masalah. Bahkan sebagian orang mengatakan bahwa kehidupan ini sebenarnya adalah akumulasi dari masalah. Setiap saat akan dihadapkan dengan suatu masalah atau bahkan sejumlah masalah yang harus dipecahkan secara serempak.

Untuk itu, dalam pengarahannya pada Pembekalan Petugas Haji Kloter Terintegrasi Kemenerian Agama dan Kementerian Kesehatan Embarkasi Batam Tahun 1438 H/ 2017 M di Asrama Haji Batam Provinsi Kepulauan Riau, pekan lalu, ia menegaskan agar petugas haji yang akan bertugas melayani jamaah hendaknya menghadapi masalahan dengan Creative Problem Solving  (CPS).

Menurutnya, Petugas Haji Embarkasi Batam yang berasal dari Provinsi Riau, Provinsi Kepulauan Riau, Jambi dan Kalimantan Barat sebanyak 152 orang terdiri dari TPHI, TPIHI, TKHI, TPHD, dan TKHD yang mengikuti pelatihan pada 5- 14 Juni 2017 di Batam, harus menguasai permasalahan yang terjadi, sehingga bisa dipecahkan secara tepat dan cepat.

“Masalah atau problem segala sesuatu yang harus dilakukan atau menuntut pengerjaan yang mencakup segala aspek kehidupan baik itu perasaan sulit yang harus dipecahkan, rintangan yang harus dihadapi, perbedaan pendapat yang harus dijembatani, situasi yang berbeda dengan kehendak kita, atau bahkan persoalan lain,” jelasnya.

Dalam pelayanan haji, jelas Ahmad Supardi, ada banyak problem yang akan dihadari  yang pemecahannya harus segera dilakukan. Karena jika dibiarkan akan menimbulkan permasalahan lainnya, apalagi yang dihadapi jutaan umat yang berbeda watak, budaya, asal usul dan kebiasaan.

“Watak buruk jamaah yang sebagai yang wajid dilayani dan harus dilayani ada bermacam- macam, seperti tidak sabar, ingin cepat, ingin cepat tahu, minta kepastian, lette dan sebagainya. Sehingga mudah timbul watak dasar yang buruk. Belum lagi menghadapi karakteristik orang arab/ maktab yang terkadang tidak sesuai dengan perjanjian, sehingga cenderung menimbulkan masalah yang harus segera ditangani, kalau tidak akan berpengaruh ke mabruran jamaah,” jelasnya.

Pada kesempatan tersebut, pria yang baru dilantik menjadi Kakanwil Kemenag Riau Oktober 2016 lalu ini menyebtukan titik- titik rawan permasalahan, seperti di bandara Arab Saudi, saat masuk hotel Madinah dan Makkah, Miqat, setiap akan memulai ibadah baik di arbain, murah, thawaf, sai, wukuf maupun saat melontar.

Sementara jenis pelayanan yang sering jadi salah adalah terkait dengan pelayanan umum, pelayanan ibadah, pelayanan kesehatan, operasional dan beberapa hal lainnya.

“Untuk itu, lakukan CPS dengan segera mengidentifikasi masalah, analisi masalahnya, dan pecahkan masalah dengan alternative dan pertimbangan untung rugi. Perbanyak komunikasi, responsive, antisipatif, ramah, sabar, senyum, tegas dan koordinatif,” pungasnya dan berharap, dengan penguasaan CPS oleh petugas, pelayanan ibadah haji tahun 1438 H dapat lebih baik dari sebelumnya. (ash/mus)

kembali ke daftar berita

Berita Lainnya