Kakanwil Narasumber Seminar Nasional tentang Kepemimpinan Masa Depan

Ditulis Oleh imus Senin, 17 April 2017, 11:55

Pekanbaru (Inmas)- Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Prov Riau, Drs H Ahmad Supardi MA, menjadi narasumber utama Seminar Nasional tentang Pemimpin Muda Religius Estafet Masa Depan Bangsa, yang ditaja oleh Himpunan Mahasiswa Jurusan Hukum Keluarga Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Syarif Kasim Riau, Ahad (16/4/2017) bertempat di gedung Islamic Centre UIN Suska Riau, Kota Pekanbaru.

Bertindak selaku nara sumber lainnya adalah Cendikiawan Muslim Riau Prof Dr H alaiddin Koto, dan politisi senior dan kawan Drh H Khaidir MM (Mantan Ketua DPRD Riau dua priode).

Kakanwil Kemenag Riau dalam makalahnya memaparkan betapa penting peranan seorang pemimpin dalam masyarakat, sehingga agama Islam mengajarkan bahwa setiap diri manusia adalah pemimpin sesuai dengan levelnya masing masing. Ada yang jadi Prediden, Gubernur, Bupati/Walikota, Camat, Ketua RW/RT, Kepala Rumah Tangga, dan minimal Kepala bagi dirinya sendiri. Masalah tanggungjawab dalam kepemimpinannya, akan dipertanggungjawabkan di mahkamah ter-adil tiada tanding di hadapan Allah SWT.

"Mengingat pentingnya kehadiran seorang pemimpin, Islam mengajarkan, jika ada tiga orang berjalan bareng, maka tunjuklah seorang diantaranya menjadi pemimpinnya. Disebutkan juga, seorang pemimpin yang zhalim, masih lebih baik daripada tidak ada pimpinan sama sekali, sebab semua bisa mengangkat dirinya jadi pemimpin, tak ada yang mengontrol, terjadi pertikaian, dan pada akhirnya terjadi kekacauan besar," paparnya.

Mantan Kakan Kemenag Rohul ini lebih lanjut mengatakan, melihat pentingnya peranan pemimpin, makanya ketika Nabi Muhammad SAW wafat, beliau tidak langsung dikuburkan, sampai terpilih pemimpin umat Islam, sebab tidak boleh terjadi kekosongan dalam kepemimpinan.

Dikatakannya, jika ingin mencari pemimpin ideal dalam semua bidang kehidupan, maka contohnya adalah Nabi Muhammad SAW. Beliau adalah prototipe panglima perang terbaik, pengayom masyarakat terbaik, pembawa ajaran terbaik, pembawa misi dakwah tersukses, kepala rumah tangga terbaik, dan segala macam bentuk terbaik lainnya.

Menurut pria berdarah batak ini, seorang pemimpin muda masa depan haruslah memiliki sifat sifat sebagai berikut, Siddiq, Amanah, Tabligh, Fathanah, Adil, berakhlaq mulia, dan suka bermusyawarah. Dengan sifat sifat ini, maka lahir pemimpin muda religius pemegang estafet perjuangan, seperti Nabi Muhammad diangkat jadi Nabi dan Rasul serta pempin umat Islam ketika berumur 40 tahun. Usamah bin Zaid diangkat jadi Panglima Perang ketika betumur 18 tahun. Abdurrahman Ad Dakhil pemimpin Bani Umayyah Jilid II di Andalusia Spanyol ketika berumur 19 tahun dan menghasilkan peradaban yang gemilang. Sholahuddin Al Ayyubi berhasil memensngkan perang salib. Mugsmmad Al Fatih berhasil mengalahkan konstantinofel atau Istambul, Turki sekarang. (ash/e-m)

kembali ke daftar berita

Berita Lainnya