Minggu, 16 April 2017, 08:10

Tokoh Agama Mitra Strategis Kemenag

Pekanbaru (Inmas)- Tokoh agama, baik Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Budha, maupun Konghucu adalah mitra strategis Kementerian Agama pada semua tingkatan, dalam pembinaan umat, khususnya dalam peningkatan kualitas kehidupan beragama, kerukunan umat beragama yang harmonis dan dinamis, peningkatan kualitas pendidikan agama dan keagamaan, dan peningkatan tata kelola pemerintahan yang bebas dari korupsi dan bersih melayani.

Demikian disampaikan Kepala Kanwil Kemenag Prov Riau, Drs H Ahmad Supardi MA, ketika memberikan sambutan pengarahan pada pembukaan Konsultasi Pengurus Lembaga/Pimpinan/Pusdiklt/Pendidikan Agama dan Keagamaan BudhaTingkat Prov Riau, Sabtu (15/4/2017) bertempat di hotel Fave, Kota Pekanbaru, yang diikuti sebanyak 50 orang peserta yang datang dari 12 Kab/Kota se Riau.

Ahmad Supardi yang mantan Kakan Kemenag Rohul ini, lebih lanjut menyatakan bahwa saat ini, kita dihadapkan kepada berbagai persoalan yang sangat merisaukan kita, sebahagian diantaranya adalah : Pertama, masyarakat kita, khususnya anak anak kita, dihadapkan pada dampak dari kemajuan teknologi dan informasi.

Salah satunya adalah tersedianya layanan gadget 24 jam dan bahkan masuk dalam kamar anak anak kita. Gadget ini pasti ada manfaatnya, seperti mencari informasi dan bahkan untuk menyelesaikan tugas tugas pendidikan.

"Namun demikian, cukup banyak dampak negatif yang ditimbulkannya, seperti layanan film porno yang dengan mudah diunggah oleh anak anak kita, sehingga bisa merusak otak, kepribadian, dan perilaku anak anak kita. Tidak sedikit anak anak kita yang menghabiskan waktunya dengan gadget, sehingga terkadang melupakan tugas pokoknya," jelasnya.

Kedua, beberapa penyakit masyarakat seperti narkoba dan sejenisnya, saat ini sangat mudah didapatkan karena berada dan beredar di lingkungan kita, sehingga sangat muda untuk didapatkan oleh anak anak. Akibatnya, banyak anak anak yang terjangkit narkoba, sehingga dapat merusak masa depan generasi muda.

Ketiga, saat ini banyak rumah tangga kita yang hancur berantakan, yang ditandai dengan tingginya angka perceraian, padahal keluarga adalah bahagian terkecil dari keluarga. Kumpulan dari keluarga melahirkan RT. Gabungan RT melahirkan RW. Gabungan RW melahirkan Desa/Kelurahan. Selanjutnya melahirkan Kecamatan, Jabupaten/Kota, Provinsi dan terakhir melahirkan negara.

"Keluarga adalah fondasi utama dari sebuah negara. Sebuah negara akan baik, kuat dan kokoh, manakala fondasinya kuat. Sebaliknya, negara akan rapuh manakala fondasinya rapuh pula," tegasnya.

Ahmad Supardi berharap, Ketiga persoalan besar ini, agar dapat diantisipasi bersama, sebab hal ini adalah masalah bersama, yang harus dihadapi bersama sama pula. (ash)

Berita Lainnya
Rabu, 29 Maret 2017, 07:46

Sekolah Minggu merupakan benteng Pertahanan Moral

Selasa, 21 Maret 2017, 09:54

Pembinaan Pengurus Rumah Ibadah di Lingkungan Agama Budha

Selasa, 14 Februari 2017, 20:12

Ahmad Supardi: Kemenag Selalu Mengupayakan Kesejahteraan Guru Agama

Rabu, 30 November 2016, 08:33

Hakam : Setiap ASN Harus Punya Etos dan Semangat Kerja Yang Tinggi

Senin, 21 November 2016, 10:43

Bengkalis Mendominasi Perlombaan Kreativitas Seni Keagamaan Siswa/i Buddhis