FKPP Riau Mewakili 200 Pondok Pesantren di Riau Tolak Tegas YPP

Ditulis Oleh imus Rabu, 14 Desember 2016, 09:08

Pekanbaru (Inmas)- Berdasarkan hasil pertemuan khusus Forum Komunikasi Pondok Pesantren (FKPP) Provinsi Riau dalam rangka menyikapi berdirinya Yayasan Peduli Pesantren (YPP) yang diketuai oleh Hary Tanoesudibyo, Selasa (13/12) kemarin di Pondok Pesantren Al-Mujtahada Jalan Handayani Pekanbaru, akhirnya mengeluarkan penyataan sikap yang di tandatangani oleh pengurus tertanggal 14 Rabiul Awal 1438 H/ 13 Desember 2016.

Dalam pernyataan tersebut menyebtukan, FKPP Riau yang mewakili 200 Pondok Pesantren se Riau telah menelaah dan mengkaji dengan seksama atas beridirinya YPP yang diinisiasi dan dipimpin oleh seorang Non- Muslim, pemberitaan Metro TV, sikap tidak simpatik PT Nippon Indosari, Tbk, selaku perusahan yang memproduksi “Sari Roti” terhadap aksi bela Islam, dan dalam rangka menjaga NKRI dari gerakan komunisme yang merusak kesatuan NKRI.

“Berdasarkan firman Allah SWT dalam Al Qur’an Surat Al Baqarah Ayat 42, Al Maidah Ayat 100, dan At Taubah Ayat 28, maka FKPP Riau menegaskan bahwa, 1. Pondok Pesantren adalah lembaga pendidikan Islam yang bertujuan menanamkan dan memurnikan aqidah Islamiyah,  melaksanakan ibadah syari’ah dan menyempurnakan akhlaq al karimah. 2. Lembaga pendidikan pondok pesantren berdiri oleh dan untuk umat Islam dan bangsa. 3. Pondok pesantren wajib dibangun dan dibiayai dari sumber yang halalan thayyiban. Untuk itulah kita membuat pernyataan sikap,” tegas Ketua Umum FKPP Riau Prof. DR. KH. Akhmad Mujahiddin, MA didampingi Penasehat FKPP Riau H Zulfadli LC MA yang ditemui usai pernyataan sikap.

Adapun isi pernyataan sikap Forum Komunikasi Pondok Pesantren (FKPP) Provinsi Riau:

  1. Merasa prihatin dan sangat tersinggung dengan berdirinya YPP (Yayasan Peduli Pesantren)   atas inisiatif dan dipimpin    oleh Hary Tanoesoedibjo seorang Non Muslim,
  2. Sungguh marwah Pondok Pesantren (Lembaga Pendidikan Islam) telah dihinakan dengan nilai rupiah demi kepentingan politik yang tidak Islami,
  3. Menolak tegas kehadiran YPP yang dipimpin Hary Tanoesoedibjo dan tidak akan bekerjasama dalam bentuk apapun dengan  yayasan tersebut,
  4. Mengajak umta Islam untuk memboikot Metro TV dan mengawal aspirasi penolakan terhadap Metro TV dengan cara menghapus Chanel Metro TV pada setiap TV umat Islam dan mendesak Pemerintah, khususnya intansi terkait untuk memeriksa dengan serius, proporsionalitas dan profesionalitas pemeberitaannya,
  5. Menyerukan umat Islam untuk tidak memperjualbelikan “Sari Roti” yang diproduksi oleh PT Nippon Indosari Korperindo, Tbk.
  6. Mengajak kepada semua Pondok Pesantren dan umat Islam untuk menjaga eksitensi Pondok Pesantren sebagai benteng umat yang memiliki kehormatan dan jati diri serta menolak bantuan jenis apapun dari YPP atau organisasi/ yayasan sejenisnya.

Penyataan Sikap dari FKPP ini ditandatangani oleh Pengasuh dan Pimpinan Pondok Pesantren di Riau diantaranya Prof. DR. KH. Akhmad Mujahiddin, MA selaku Ketua Umum, KH Ramli Abdul Hamid Ketua III, Muhammad Khanif, S HI selaku Sekretaris Umum. Selain itu Penyataan sikap ini juga ditandatangani oleh Tokoh Ulama Riau DR Mushtafa Umar, LC MA, serta Penasehat FKPP DR H. Suryan A Jamrah, MA dan H Zulfadli, LC MA.

“Pernyataan sikap ini dibuat sebagai langkah nyata yang akan terus diperjuangkan umat Islam. Dan sikap ini akan kita teruskan ke pusat,” tegasnya. (fdl/e-m)

kembali ke daftar berita

Berita Lainnya