Kemenag, BAZDA dan Pemda Rohul Teken MoU Penarikan Zakat Profesi

Ditulis Oleh adminriau Rabu, 19 Januari 2011, 12:00

Pasirpengaraian (Humas)- Kementerian Agama (Kemenag) Rokan Hulu (Rohul) bekerjasama dengan Badan Amil Zakat Daerah (BAZDA) dan Pemerintah Daerah (Pemda) dan instansi vertikal lainnya di Kabupaten Rohul, Selasa (18/1) di Lantai II Kantor Bupati Rohul menandatangani Master of Understanding (MoU) tentang Zakat Profesi. Penandatanganan tersebut langsung dilakukan oleh Bupati Rohul, Drs H Achmad M Si, Ka Kankemenag Rohul, Drs H Ahmad Supardi MA, BAZDA Rohul dan beberapa kepala badan vertikal lainnya di Rohul. Bupati Rohul, Drs H Achmad M Si, Pemda Rohul telah mengeluarkan Peraturan Bupati Rohul nomor 2/ 2011 tentang Operasional Bazda Rohul. Dengan Perbup tersebut BAZDA sebagai pengelola bisa bertindak secara ketatanegaraan untuk menarik zakat profesi 2,5 persen setiap bulannya. Fokus penarikan zakat profesi kepada aparatur pemerintah (PNS), perusahaan dan karyawan. "Jika penarikan zakat profesi pada aparatur pemerintah, pengusaha dan karyawan dapat berjalan efektif, kemungkinan akan kita lanjutkan kepada masyarakat. Sehingga, potensi-potensi zakat yang cukup banyak di Rohul dapat tergali secara maksimal yang pada akhirnya dapat menekan angka kemiskinan di Rohul," ungkap Achmad. Achmad mengatakan, untuk mencapai tujuan yang diharapkan, pengelola harus bersikap transparan dan jujur sehingga tidak dianggap beban oleh masyarakat. Selain itu, pengelola harus memperhatikan fungsina secara maksimal dengan mengumpulkan, mengelola dan mendistribusikan, sehingga, masing-masing fungsi dapat berjalan dengan baik dan tepat sasaran. Ditambahkan, Ka Kankemang Rohul, Drs H Ahmad Supardi MA, usai penandatanganan MoU mengatakan, dengan adanya penandatanganan MoU antara Kemenag, Bazda dan Pemda Rohul potensi zakat yang sangat besar di Rohul dapat dikelola dengan managemen yang lebih baik dan modern. "Dengan pengelolaan yang baik, potensi yang ada dapat kita gali, dari sekitar Rp4 M potensi yang ada di Rohul minimal bisa kita tarik minimal Rp1 M setahun. Selama ini, kita hanya mampu menarik potensi zakat itu Rp350 juta setahun," terangnya. (msd)
kembali ke daftar berita

Berita Lainnya