Sabtu, 21 Juli 2012 – Kankemenag
Kakan Kemenag Rohul Berikan Pembekalan Kepada Muballigh

Rokan Hulu (Humas)- Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Rokan Hulu Drs H Ahmad Supardi Hasibuan MA memberikan pembekalan kepada 57 orang muballigh/ah yang akan diterjunkan oleh Majelis Dakwah Islamiyah (MDI) Kabupaten Rokan Hulu untuk mengisi santapan rohani ramadhan selama satu bulan penuh di setiap masjid yang ada di Pasir Pengarayan dan sekitarnya, Kamis (19/7/2012) bertempat di Masjid Raya Pasir Pengarayan.

Hadir dalam acara tersebut Kakan Kemenag Rohul Drs H Ahmad Supardi Hasibuan MA, Camat Rambah Arie Gunadi STIP, Ketua MDI Rohul Drs H Zulkifli Syarif MPd, Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kab Rohul Drs H Abd Rahman Jailani, 57 orang muballigh/ah, dan pengurus serta imam masjid se Kec Rambah.

Kakan Kemenag Rohul Drs H Ahmad Supardi Hasibuan MA kepada para muballigh/ah menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya, atas partisipasi mereka dalam memberikan pencerahan kepada masyarakat selama bulan Ramadhan.

Untuk itu, Ahmad Supardi Hasibuan berpesan, pertama agar momentum bulan Ramadhan ini dijadikan sebagai wahana meningkatkan kualitas keilmuan para muballigh/ah dengan cara menambah keilmuan diri terlebih dahulu sebelum menyampaikan ceramah ramadhan.

Kedua, sampaikanlah materi ceramah itu dengan bijaksana (hikmah) dan cara yang baik (mau’izhah hasanah) dengan bahasa yang santun serta dapat dipahami oleh masyarakat, sehingga dengan demikian dapat menambah keilmuan masyarakat, sebagai manifestasi dari ajaran Nabi yang mewajibkan umatnya menuntut ilmu pengetahuan baik laki-laki maupun perempuan.

Ketiga, Harap dihindari materi ceramah yang bersifat khilafiah dan cenderung membingungkan umat, apalagi dapat memecah persatuan dan kesatuan umat Islam. Kalaupun terpaksa harus berbicara khilafiah, maka jelaskan sejelas-jelasnya kepada jamaah, sehingga ummat tidak bingung.

Keempat, jangan mempermasalahkan perbedaan awal puasa ramadhan sebab perbedaan ini terjadi adalah disebabkan perbedaan metode. Yang satu menggunakan metode hisab dengan wujudul hilal, sedangkan yang lain menggunakan metode ru’yatul hilal. Kedua metode ini sama-sama dibenarkan dalam Islam. Jadi tak ada masalah dan untuk itu jangan dipermasalahkan.

Kelima, hendaknya para muballigh/ah menyampaikan program pemerintah dalam hal ini Kementerian Agama dan Pemerintah Daerah Rokan Hulu kepada masyarakat, yang meliputi program magrib mengaji, program memakmurkan masjid, program gerakan sadar zakat, program sholat berjamaah, program menghafal Alqur’an satu ayat setiap hari, dan lain sebagainya, jelas Ahmad Supardi. (Ash).

FAQ
Back to Top Halaman ini diproses dalam waktu : 0.498401 detik
Diakses dari alamat : 10.1.7.68
Jumlah pengunjung: 1052472
Lihat versi mobile
Best Viewed with Mozilla Firefox 1280X768
© Copyright 2013 Pusat Informasi dan Humas Kementerian Agama. All Rights Reserved.