Jumat, 8 April 2011 –
Audit Sebagai Alat Ukur Profesionalitas Kinerja

Pekanbaru (Humas) – Kanwil Kemenag Prov. Riau taja Ekspos Hasil Audit BPK RI (08/04) di Aula Kanwil Kemenag Prov. Riau yang dimulai pada pukul 09.00 WIB. Ekspos Hasil Audit BPK RI ini diselenggarakan atas dasar telah selesainya auditing yang dilakukan di Kanwil Kemenag Prov. Riau berserta satker-satker yang ada di wilayah Kemenag Prov. Riau oleh Tim Auditor BPK RI selama 1 bulan yang lalu.

Ekspos ini dihadiri oleh seluruh anggota TIM Auditor BPK RI, PPK dan BPP di Kanwil Kemenag Prov. Riau serta Kab/Kota. Acara yang langsung dipandu oleh Kakanwil Kementerian Agama Prov. Riau, Drs. H. Asyari Nur, SH, MM dengan pemaparan hasil audit BPK RI yang akan dijelaskan oleh Ketua TIM Auditor BPK RI, Acep Mulyadi.

Pada pemaparannya, Acep Mulyadi mengungkapkan beberapa kesalahan atau kekeliruan yang didapatnya pada proses auditing ini. “Kesalahan-kesalahan yang sudah terjadi ini seharusnya dapat dijadikan bahan pembelajaran bagi kita semua agar untuk kedepannya kita tidak melakukan kesalahan yang sama terutama dalam hal tertib administrasi”, ungkapnya.

Audit yang gencar dilaksanakan oleh BPK RI merupakan salah satu wujud pemerintah untuk memberantas KKN di lingkungan instansi pemerintahan. Hal ini dikarenakan banyaknya tuntutan masyarakat agar pemerintahan Indonesia dapat bekerja secara profesional dan bebas KKN sehingga pelayanan kepada masyarakat pun dapat terlaksana dengan baik.

“Kementerian Agama RI terutama Prov. Riau berusaha mewujudkan slogan `Ikhlas beramal` tentunya harus bisa menjadi instansi pemerintah yang bersih dari KKN dan menjadi contoh bagi instansi pemerintah yang lain, maka dari itu bagi PPK dan BPP yang sudah ditunjuk seharusnya dapat bekerja secara hati-hati dan teliti serta belajar dari kesalahan yang sudah ada”, ujar Asyari Nur.

Audit yang dilakukan oleh BPK RI sebaiknya dapat dijadikan tolak ukur untuk mengukur profesionalitas kinerja yang sudah kita lakukan dengan maksud agar kita dapat bekerja lebih baik dan tidak melakukan penyimpangan yang dapat merugikan negara dan masyarakat. Kesalahan atau kekeliruan yang sudah terjadi setidaknya dapat dijadikan pembelajaran agar kedepannya kita tidak melakukan kesalahan lagi. (nvm)

FAQ
Back to Top Halaman ini diproses dalam waktu : 0.057836 detik
Diakses dari alamat : 103.7.12.72
Jumlah pengunjung: 958389
Lihat versi mobile
Best Viewed with Mozilla Firefox 1280X768
© Copyright 2013 Pusat Informasi dan Humas Kementerian Agama. All Rights Reserved.