Jumat, 11 Maret 2011, 12:00 – Sub Bagian Ortala dan Kepegawaian
Karo Kepegawaian: Tingkatkan SDM Aparatur Kemenag

Pekanbaru (Humas)- Kepala Biro Kepegawaian Kementerian Agama Republik Indonesia DR. H. Mahsusi MM mengatakan bahwa peningkatan aparatur SDM Kemenag RI merupakan hal yang harus dijalankan sesegera dan seefektif mungkin agar Kementerian Agama RI menjadi instansi yang bersih dan berwibawa. Pernyataan tersebut disampaikan dalam rangka pengantar kata pelantikan lima orang pejabat eselon III di jajaran Kanwil Kemenag Riau sekaligus pembinaan pegawai di aula mini Kanwil, Jum`at pagi (11/3).

“Aparatur yang bersih dan berwibawa adalah tujuan yang ingin dicapai sesuai dengan motto yang dicanangkan dalam HAB ke-65 tahun 2011 yaitu KERJA KERAS, KERJA CERDAS, DAN KERJA IKHLAS UNTUK MEWUJUDKAN PEMERINTAHAN YANG BERSIH DAN BERWIBAWA. Karena itu ada tiga pilar utama yang menjadi sasaran pokok dalam pembinaan aparatur yaitu: kelembagaan/organisasi, ketatalaksanaan, dan SDM/aparatur” papar Karo Kepegawaian ini.

“Saat ini reformasi aparatur pemerintah khususnya di jajaran Kementerian Agama RI adalah hal yang sangat mendesak atas beberapa alasan antara lain: 1. Praktek KKN masih berlangsung. 2. Tingkat kualitas pelayanan publik masih belum mampu memenuhi harapan publik. 3. Tingkat efisiensi, efektifitas, dan produktifitas belum optimal dilakukan birokrasi pemerintah. 4. Tingkat transparansi dan akuntabilitas birokrasi pemerintah masih rendah. 5. Tingkat disiplin dan etos kerja pegawai masih rendah.Itulah lima hal pokok yang menjadi latar belakang perlunya dilakukan reformasi birokrasi. Di samping itu jumlah dan kualitas pegawai dalam penerimaan CPNS mendatang harus benar-benar proporsional dan sesuai tuntutan kompetensi”, ujarnya.

“Jangan sampai terjadi seperti selama ini perekrutan CPNS bukan berdasarkan formasi yang dibutuhkan tetapi berdasarkan formasi sarjana yang tersedia kemudian baru diusulkan ke pusat jatah pegawainya. Sehingga ada misalnya di suatu KUA yang dibutuhkan adalah tenaga pembukuan keuangan, tetapi yang tersedia bukan dari latar belakang sarjana ekonomi. Atau misalnya ada kasus lain di mana kepala KUA yang tidak berlatar belakang pendidikan agama, bahkan dari sarjana sains, matematika, dan sebagainya diangkat menjadi kepala KUA”, tegasnya.(as).

FAQ
Back to Top Halaman ini diproses dalam waktu : 0.729712 detik
Diakses dari alamat : 10.1.7.64
Jumlah pengunjung: 1114107
Lihat versi mobile
Best Viewed with Mozilla Firefox 1280X768
© Copyright 2013 Pusat Informasi dan Humas Kementerian Agama. All Rights Reserved.