Jumat, 25 Februari 2011, 12:00 –
Kemenag Rohil Sosialisasikan Produk Halal

Rokan Hilir (Humas)- Untuk lebih memasarkan produk-produk hasil produksi masyarakat Rokan Hilir (Rohil) seperti kacang tukul, ikan asin, dan lain sebaginya, Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Rohil terus melakukan sosialisasi produk halal. Pekan lalu Kemenag Rohil kembali melakukan sosialisasi produk halal dengan di hadiri Kepala KUA, penyuluh agama, home industri, dan produk kosmesti yang ada di Rohil.

Ka Kankemenag Rohil, Drs H Agustiar, Jumat (26/2) melalui via seluler mengatakan, acara sosialisasi tersebut diikuti oleh sekitar 30 orang peserta dari unsur Kemenag, Pengusaha, dan home industri yang ada di Rohil. Nara sumber dihadirkan dari BPOM Provinsi Riau, Ridwan Syarif, Ketua MUI Rokan Hilir, Ka Kankemenag dan Kasi Produk Halal.

“Sosialisasi ini untuk memberikan wawasan dan informasi tentang produk makanan dan kosmetik termauk informasi tentang lebel halal dan cara pembuatan lebel halal. Selain itu masyarakat kjuga dapat memperoleh informasi tentang produk- produk yang bisa dibaik di konsumsi,” jelas Agustiar.

Menurutnya, sampai saat ini produk Rohil yang mendapatkan lebel halal sebanyak 8 jenis, diantaranya kecap, kacang tukul, kue, dan beberapa produk home industri lainnya. “Untuk tahun 2011 ini kita sudah menganggarkan dana sosialisasi sebesar Rp17 juta, selain memberikan teori- teori produk halal kita juga melakukan monitoring langsung keperusahaan atau home industri yang ada di Rohil,” ungkapnya.

Seperti yang diungkapkan Ka Kanwil sebelumnya, masalah halal disini menyangkut halal secara syar`i dan halal dalam arti kesehatan dengan tidak menggunakan bahan kimia dan lain sebagainya. Sehingga produk tersebut aman untuk dikonsumsi oleh masyarakat.

Menurutnya, pengadaan sertifikasi halal pada produk pangan, obat-obat, kosmetika dan produk lainnya bertujuan untuk memberikan kepastian status kehalalan suatu produk, sehingga dapat menentramkan batin konsumen khususnya konsumen muslim. Namun ketidaktahuan seringkali membuat minimnya perusahaan memiliki kesadaran untuk mendaftarkan diri guna memperoleh sertifikat halal. “Untuk itu, disini perlu peran aktif berbagai pihak khsusunya MUI dan POM, sehingga kedepan tidak adalagi produk-produk yang tidak bersertifikasi halal beredar di masyarakat,” pungkasnya. (msd)

FAQ
Back to Top Halaman ini diproses dalam waktu : 0.589124 detik
Diakses dari alamat : 10.1.7.64
Jumlah pengunjung: 1114703
Lihat versi mobile
Best Viewed with Mozilla Firefox 1280X768
© Copyright 2013 Pusat Informasi dan Humas Kementerian Agama. All Rights Reserved.