Selasa, 2 November 2010, 11:00 – Haji
Dirjen PHU Minta Jemaah Berdisiplin dan Sabar

Mekkah (Humas)- Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umroh (PHU), Slamet Riyant, minta agar seluruh jemaah Indonesia berdisiplin dan meningkatkan kesabaran selama berada di tanah suci, khususya Mekkah terkait makin banyaknya jemaah haji memenuhi kota suci tersebut. Jemaah diharapkan juga bersabar tatkala menunggu bus, karena kepadatan makin terasa di kota tersebut. “Ibadah haji perlu kedisiplinan dan kesabaran,” katanya kepada pers di Mekkah, Selasa (2/11).

Pada kesempatan itu ia menjelaskan bahwa bus-bus di Mekkah belakangan ini makin sulit pergerakannya akibat kepadatan di kota tersebut. Padahal, sistem yang diterapkan dewasa ini sudah melalui pengkajian. Jika ada kekurangan, seperti menunggu bus ke pemondokan dari Masjidil Haram terlalu lama, itu sebagai konsekuensi dari sulitnya pergerakan mobil belakangan ini. Ia mengakui bus reguler yang membawa jemaah dari ring dua ke Masjidil Haram maupun shuttle dengan head way masih dirasakan kurang.

Sekarang ini rasio transportasi yang digunakan adalah 1: 700, yang berarti satu kendaraan untuk 700 penumpang. Jika bus yang digunakan terlalu banyak, tentu pemerintah setempat tak akan mengizinkan. Sebab, akan menambah kepadatan dk jalan raya kota Mekkah. “Tapi, ini juga akan kita kaji, termasuk bus yang digunakan bagi jemaah asal Pemda DKI Jakafrta, yang dinilai menimbulkan kecemburuan bagi jemaah lain asal daerah lain,” ia menjelaskan.

Sebelumnya, kata Wakadaker Mekkah bidang Transportasi Tatan Ruswandi ini pemerintah Indonesia menggandeng perusahaan penyedia bus, Saptco, milik pemerintah Saudi, dan Umul Quro, milik swasta. Total ada 139 unit bus dari dua operator. Masing-masing Saptco 79 bus melayani 54.844 jamaah, sedangkan Umul Quro 60 bus melayani 20.000.

Bila dijumlah maka akan ada sekitar 70 ribu jamaah haji Indonesia di ring dua yang dilayani. Jumlah pemondokkan di ring dua ini sekitar 37 persen dari 210 ribu jamaah haji Indonesia. Untuk Saptco, jamaah dari tiga wilayah pemondokan itu —Aziziyah Janu-biyah, Aziziyah Syamaliyah, dan Syissah, akan diturunkan di Mahbas Jin. Jamaah kemudian diangkut dengan bus khusus menuju Bab Ali melalui satu-satunya jalur berupa terowongan pedestrian yang ada di sisi terowongan Jl King Abdul Aziz.

Sebenarnya operator bus Umul Quro telah memenuhi standar dengan baik, yakni menyediakan bus dengan rasio 1:200-300. Hal ini berbeda dengan Saptco. Namun kelebihan Saptco, tutur Tatan adalah diperbolehkanya masuk terowongan dari Mahbas Jin menuju Bab Ali yang posisinya dekat dengan Masjidil Haram.

Sementara operator bus Ummul Quro akan melayani jamaah di wilayah Raudah, Maabdah, Rei” Zakhir, Syari” Ummul Quro Fl, Syari Mansur, dan Nakkasah. Bus dari Rei Zakir ke Syamalah Aljasirah akan ditempeli stiker cokelat. Bus untuk Nakkasah ke Simpang Misfalah dipasangi stiker merah, dari Raudah ke Syamalah Aljasirah dengan stiker oranye, bus dengan stiker ungu akan mengangkut jamaah dari Syari, Ummul Quro II ke Hafair, dan bus dari Syari, Masnur II ke Hafair menggunakan stiker warna hitam,

Dikatakan Tatan, pelayanan tranpsortasi meliputi reguler dan khusus. Pelayanan reguler menggunakan sistem shuttle dengan head way (waktu putar) antara 10-20 menit. Bus akan terus bergerak di rute yang telah ditetapkan. “Hanya berhenti di saat menaikkan dan menurunkan penumpang,” kata Tatan. (mch jeddah)

FAQ
Back to Top Halaman ini diproses dalam waktu : 0.083582 detik
Diakses dari alamat : 103.7.12.72
Jumlah pengunjung: 1100463
Lihat versi mobile
Best Viewed with Mozilla Firefox 1280X768
© Copyright 2013 Pusat Informasi dan Humas Kementerian Agama. All Rights Reserved.