Rabu, 30 Juni 2010 –
Kemenag dan PTPN V Taja Pelatihan untuk Imam dan Khatib se Riau

Pekanbaru (HUMAS)- Dalam rangka mencerahkan pembangunan bidang agama di Provinsi Riau, Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau bekerjasama dengan PTPN V Pekanbaru menggelar pelatihan untuk Imam dan Khatib se Riau dengan tajuk “Pelatihan Peningkatan Profesional Imam dan Khatib se Provinsi Riau” pada 6 Juli 2010 di Aula Masjid Agung An Nur Jl. Hang Tuah Pekanbaru.

Ketua Panitia Penyelenggara Pelatihan Peningkatan Profesional Iman dan Khatib se Provinsi Riau tahun 2010, HM Saman M, Si, Rabu (30/06) di ruang kerjanya mengatakan, pelatihan tersebut sebagai salah satu upaya untuk membangun akhlak dan moral Imam dan Khatib.

Menurut Saman, Imam dan Khatib merupakan figur yang menjadi acuan, panutan dan contoh bagi masyarakat. Untuk itu Imam dan Khatib harus betul-betul orang yang memiliki kompentensi keilmuan dan akhlak yang baik, serta tidak cacat dari berbagai sorotan social masyarakat. “Dalam artian betul-betul seorang imam dan khatib yang profesional,” tegasnya.

Selain itu, Imam dan Khatib adalah orang tetap dijadikan sandaran dan panutan bagi umat dalam rangkaian kegiatan ibadah dan kegiatan sosial keagamaan. Sehingga Imam dan Khatib harus memiliki kafabalitas keilmuan dan jati diri yang bermarwah serta berwibawa dan siap menjawab persoalan-persoalan umat terutama tentang pelaksanaan ibadah secara umum.

“Untuk itulah, Imam dan Khatib perlu dibekali dengan berbagai disiplin ilmu melalui Pelatihan Pembinaan Imam dan Khatib. Dengan pelatihan ini kita harap Imam dan Khatib di Riau memiliki disiplin ilmu secara khusus berkaitan dengan kesiapan seorang imam dan khatib selain untuk memotivasi dan memupuk Silaturrahim antar sesama Imam dan Khatib dengan pihak Kanwil Kementerian Agama dan pihak PTPN V Pekanbaru,” ungkap Saman.

Pelatihan Imam dan Khatib tersebut akan diikuti sekitar 30 orang pesrta yang merupakan Imam dan Khatib muda di masjid di kabupaten dan kota se Riau. Dimana materi pelatihan yang akan diberikan meliputi Psikologi dakwah, syarat-syarat seorang iman, metodologi dakwah dan permasalahan umat.

“Pelatihan ini hanya berlangsung selama sehari, untuk itu kita berharap agar peserta yang telah ditunjuk untuk ikut dapat memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mendapatkan ilmu sebanyak-banyaknya. Sehingga keberadaan Imam dan Khatib di Masjid-masjid dapat lebih intensif,” harapnya. (msd)

FAQ
Back to Top Halaman ini diproses dalam waktu : 0.061412 detik
Diakses dari alamat : 103.7.12.72
Jumlah pengunjung: 1022854
Lihat versi mobile
Best Viewed with Mozilla Firefox 1280X768
© Copyright 2013 Pusat Informasi dan Humas Kementerian Agama. All Rights Reserved.