Sabtu, 3 Agustus 2013 – Kankemenag
Kakan Kemenag Rohul : Ibadah Haji Sering Jadi Sorotan Masyarakat

ROKAN HULU (KEMENAG) Masalah penyelenggaraan ibadah haji sering menjadi sorotan masyarakat terutama media massa, baik media cetak maupun media elektronik, sebab pelayanan ibadah haji adalah pelayanan yang bersifat langsung kepada masyarakat dan bersifat ibadah kepada Allah SWT. Akibatnya, masyarakat menjadi sangat sensitif dengannya.

Demikian disampaikan Kakan Kemenag Rohul Drs H Ahmad Supardi Hasibuan MA, ketika memberikan pengarahan kepada 40 orang peserta pelatihan instruktur manasik haji di lingkungan Kemenag Rohul, Kamis (1/8/2013) bertempat di hotel Sapadia, Pasir Pengaraian.

Ahmad Supardi menyatakan bahwa, untuk kesuksesan penyelenggaraan ibadah haji, diperlukan oeran semua pihak yang terkait dengannya, seperti instruktur manasik haji, sebab mereka ini sangat menentukan tingkat kualitas pengetahuan jamaah calon haji (JCH) dalam menunaikan ibadah haji.

Apabila ilmu pengetahuan JCH tentang manasik haji memadai, maka dapat dipastikan bahwa JCH tersebut akan dapat menunaikan ibadah haji sesuai dengan syarat dan rukunnya. Sedangkan bagi JCH yang ilmu pengetahuan mzanasik hajinya tidak memadai, maka dapat dipastikan bahwa yang bersangkutan tidak dapat menunaikan ibadah haji, tegas Kakan.

Ahmad Supardi Hasibuan menandaskan bahwa sebelum JCH dimanasik haji, maka terlebih dahulu para instruktur manasik haji itu ditingkatkan ilmu pengetahuan manasiknya, termasuk dengan kondisi terkini di Arab Saudi. Jangan sampai pengetahuannya adalah pengetahuan 25 tahun yang lalu, tentu sudah jauh berbeda dengan sekarang.

Untuk itu, maka setiap instruktur manasik haji, agar meng up date ilmu pengetahuannya secara terus menerus, sehingga dapat memberikan informasi terkini kepada JCH. Kalau soal pelaksanaan ibadah hajinya, sebenarnya tidak mengalami perubahan, tetapi sarana prasarana dan kondisi Makkah, Madinah, Arofah, Musdalifah, serta Mina tentu sudah mengalami perubahan, tegas Ahmad Supardi.

Ahmad Supardi menjelaskan Standar Keberhasilan penyelenggaraan ibadah haji. Pertama, seluruh umat Islam yang berniat dan mampu menunaikan ibadah haji, dapat difasilitasi dan dilayani administrasinya. Kedua, semua yang terdaftar dan telah dapat forsi, dapat diberangkatkan ke tanah suci. Ketiga, semua JCH berangkat dapat menunaikan ibadah haji di tanah suci. Keempat, semua Jamaah haji memperoleh haji mabrur. Dan kelima semua dapat pulang ke tanah air, keculai yang meninggal dunia.***(Ash)

FAQ
Back to Top Halaman ini diproses dalam waktu : 0.038733 detik
Diakses dari alamat : 103.7.12.72
Jumlah pengunjung: 679415
Lihat versi mobile
Best Viewed with Mozilla Firefox 1280X768
© Copyright 2013 Pusat Informasi dan Humas Kementerian Agama. All Rights Reserved.