Sabtu, 20 Oktober 2012 – Kankemenag
Kemenag Rohul Keluarkan Edaran Tentang Pelaksanaan Qurban

ROKAN HULU (HUMAS) Kakan Kemenag Rohul Drs H Ahmad Supardi Hasibuan MA mengeluarkan surat edaran secara khusus tentang pelaksanaan qurban di Rokan Hulu, yang tertuang dalam surat edaran Nomor : Kd.04.09/2/BA.00/2580/2012 tanggal 16 Oktober 2012 tentang Penyembelihan Hewan dan Kehalalalan Hewan Qurban.

Hal ini dimaksudkan untuk memberikan arahan yang jelas kepada masyarakat tentang penyembelihan hewan qurban, sebab hal ini terkait dengan pelaksanaan ibadah secara langsung. Selain itu, daging qurban akan dikonsumsi oleh masyarakat, sehingga harus diperhatikan kehalalan dan kethoyyibahannya, jelasnya.

Dikatakannya, ibadah qurban adalah perintah Allah yang bersifat pasti dan tidak ada perbedaan apalagi keraguan di dalamnya. Allah memerintahkan melaksanakan sholat karena Allah dan berqurbanlah (QS. Al-Kautsar : 2). Nabi menyatakan : Allah memerintahkanku menyembelih hewan qurban, sedangkan qurban bagi kamu adalah sunnat.

Hewan yang diqurbankan adalah hewan peliharaan berupa unta, sapi, kerbau, kambing dan atau domba, yang paling baik, gemuk, sehat dan tidak cacat seperti pincang, buta matanya, sumbing. Dan yang terpenting adalah cukup umur, yaitu 5 tahun ke atas untuk unta, 2 tahun ke atas untuk sapi/kerbau, dan 1 tahun ke atas untuk kambing/domba, tegas Kakan.

Menurut Ahmad Supardi Hasibuan, waktu penyembelihan qurban adalah Hari Raya Idul Adha tanggal 10 Zulhijjah 1433 H atau bertepatan dengan 26 Oktober 2012 M, ditambah dengan hari-hari Tasyri’, yaitu 11, 12 dan 13 Zulhijjah atau 27, 28 dan 29 Oktober 2012. Khusus hari terakhir, batasnya sampai dengan masuk waktu Ashar.

Tata cara penyembelihan, hendaklah dengan pisau yang tajam sehingga memudahkan proses kematian hewan; hewan direbahkan terlebih dahulu; menghadap kiblat; memotong urat nadi sampai putus; membaca Bismillahi Wallohu Akbar; dan Menguliti hewan setelah hewan tersebut benar-benar telah mati, tegasnya.

Ahmad Supardi lebih lanjut menyatakan, beberapa hal yang perlu dihindari adalah menyembelih hewan sampai putus lehernya; menyembelih dengan pisau yang tumpul; dan menguliti atau memotong-motong hewan sebelum nyawanya hilang.

Daging tersebut dapat dibagikan kepada seluruh lapisan masyarakat, dengan prioritas fakir miskin. Yang berqurban dapat mengambil sebahagian daging qurban maximal sepertiga, sisanya dibagikan kepada masyarakat. Daging qurban tidak boleh diperjualbelikan, tegas Kakan Kemenag Rohul. (Ash).

FAQ
Back to Top Halaman ini diproses dalam waktu : 0.042093 detik
Diakses dari alamat : 103.7.12.72
Jumlah pengunjung: 696446
Lihat versi mobile
Best Viewed with Mozilla Firefox 1280X768
© Copyright 2013 Pusat Informasi dan Humas Kementerian Agama. All Rights Reserved.