Ketua UPZ Kantor Kementerian Agama Kab. Kampar Sosialisasi Zakat Profesi Kepada Majelis Guru MTsN 1 Kampar

Ditulis Oleh madjais Rabu, 23 Oktober 2019, 15:08

Kampar (Inmas)- Ketua Unit Pengumpulan Zakat (UPZ) Kantor Kementerian Agama Kab. Kampar Drs. H. Muhammad Yamin  yang didampingi  Kepala Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 1 Kampar,   Beni Yanti, M.Pd melaksanakan sosialisasi zakat profesi kepada guru- guru dan pegawai MTsN 1 Kampar, hari ini Rabu (23/10/2019). Peserta pelaksanaan kegiatan sosialisasi zakat profesi berjumlah sebanyak 65 orang terdiri dari majelis guru dan pegawai.  Demikian dikatakan Muhammad Yamin kepada humas Kantor Kementerian Agama Kampar, hari ini Rabu (23/10/2019)

Dalam acara Sosialisasi zakat profesi  ini Muhammad Yamin menghimbau dan mengajak kepada semua guru- guru dan pegawai Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 1 Kampar untuk dapat menyalurkan zakat profesinya melalui Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kampar.  

Muhammad Yamin mengatakan mekanisme pendistribusian zakat profesi sebagai berikut. Semua zakat yang terkumpul dari Madrasah akan disetorkan ke UPZ Kantor Kementerian Agama Kab. Kampar. UPZ Kantor Kementerian Agama Kampar, menyetor 100?na zakat ke BAZNAS. UPZ Kantor Kementerian Agama menerima setoran kembali sebesar 70 persen dari  BAZNAS.   Dari 70 persen dana zakat yang diterima sebesar 12,5% sebagai hak amil, dengan rincian 5% untuk amil Kemenag, dan 7,5% untuk amil Madrasah. Kemudian 87,5% zakat akan dikembalikan ke Madrasah dalam bentuk dana pendidikan siswa.

Selanjutnya  Muhammad Yamin menjelaskan dengan memberikan sebuah contoh dan perumpamaan tentang sosialisasi zakat profesi agar lebih mengerti dan memahami. “ Umpamanya, Madrasah A menyetor zakat sebesar Rp. 10.000.000 ke UPZ Kementerian Agama Kab. Kampar. Dana sebesar tersebut disetor ke Baznaz oleh UPZ, lalu dikembalikan 70% (Rp. 7.000.000) oleh Baznaz ke UPZ Kementerian Agama. Kemudian dipotong lagi 12.5 persen dari 7.000.000 (Rp.875.000) akan jadi hak amil, dengan rincian  5 % (Rp. 350.000) untuk UPZ Kemenag dan 7,5 % (Rp.525.000) untuk UPZ Madrasah. Selanjutnya 87.5 persen dari  7.000.000 (6.125.000) akan dibayar untuk keperluan sekolah siswa Madrasah A, tambah Yamin.

Lebih Lanjut Muhammad Yamin mengatakan zakat profesi atau zakat pendapatan merupakan sebagian harta yang wajib dikeluarkan ASN dari gaji atau penghasilannya. Ketentuan ini dikenakan untuk setiap pekerjaan yang mendatangkan penghasilan halal dan sudah memenuhi nisab. Sebab setiap muslim yang memiliki harta dan sudah memenuhi syarat- syaratnya, maka wajib baginya berzakat 2,5% setiap bulannya atau setiap tahun ketika pendapatan tersebut mencapai nisab dan haul. Nisab zakat profesi ini mengambil rujukan dari nisab emas dan perak , walau sebagian pendapat mengatakan bahwa nisab zakat profesi ini dianalogikan kepada nisab zakat pertanian dan perkebunan . Namun  kita di Indonesia menganalogikan zakat profesi ini kepada nisab emas dan perak, dengan ketentuan zakatnya sebesar 2,5%, pungkas yamin. (Ags/Usm/Mjs).

kembali ke daftar berita

Berita Lainnya