Kakan Kemenag Kampar : Pesantren Sebagai Laboratorium Perdamaian

Ditulis Oleh aguskampar Rabu, 23 Oktober 2019, 09:43

Kampar (Inmas) – Ada sembillan poin alasan dan dasar mengapa pesantren disebut sebagai laboratorium perdamaian. Demikian disampaikan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kampar Drs H Alfian MAg, dalam amanatnya pada Upacara peringatan Hari Santri Nasional (HSN) tahun 2019, hari selasa (22/10/2019), di halaman Kantor Kementerian Agama Kab. Kampar. 

Hadir pada upacara tersebut Kepala Subbag Tata Usaha Kantor Kementerian Agama Kab. Kampar H Fuadi Ahmad SH MAB, Para Kepala Seksi, Kepala Pondok Pesanteren, Kepala Madrasah, Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) dan Pegawai dilingkungan Kantor Kementerian Agama Kab. Kampar, serta santri Ponpes.

Sembilan pin ini tertuang dalam sambutan Menteri Agama Republik Indonesia, pada upacara peringatan Hari Santri Nasional tanggal 22 oktober 2019. Sembilan poin tersebut adalah : pertama, kesadaran harmoni beragama dan berbangsa. kedua, metode mengaji dan mengkaji. Ketiga, para santri biasa diajarkan untuk khidmah (pengabdian). Keempat, Pendidikan kemandirian, kerja sama dan saling membantu di kalangan santri.

Kelima, gerakan komunitas seperti kesenian dan sastra tumbuh subur pesantren. Keenam, lahirnya beragam kelompok diskusi dalam skala kecil maupun besar untuk membahas hal-hal remeh sampai yang serius. Ketujuh, merawat khazanah kearifan lokal. Kedelapan, Prinsip maslahat (kepentingan umum) merupakan pegangan yang sudah tidak bisa ditawar lagi oleh kalangan pesantren. Kemudian yang kesembilan, penanaman spiritual, ungkap Alfian. 

Semoga, melalui tema “ Santri Indonesia Untuk Perdamaian Dunia”, dapat kita wujudkan dengan sebaik-baiknya. Sehingga Pesantren sebagai laboratorium perdamaian, tempat menyemai ajaran Islam Rahmatanlilalamin, pungkas Alfian. (Ags/Usm/Mjs)


kembali ke daftar berita

Berita Lainnya