Rakor, Kakanwil Motivasi Penghulu Responsif Terhadap IT dan Filterisasi Berita Hoax

Ditulis Oleh vera Kamis, 17 Oktober 2019, 12:17

Riau (Inmas) – Keberadaan organisasi penghulu, harus mampu berperan menyesuaikan dengan perkembangan zaman dan kebutuhan masyarakat. Untuk itu Kanwil Kemenag Riau melalui Bidang Uraian dan Binsyar bekali 90 peserta yang terdiri dari Kepala KUA, penghulu dan Kasi Bimas Islam se-Riau pada Rakor Kepenghuluan 16 s.d 18 Oktober 2019.

Kakanwil Kemenag Riau Dr H Mahyudin MA turut hadir sebagai narasumber pada hari kedua (17/10) pada Rakor yang dipusatkan di Hotel Grand Zuri ini.

Dalam materinya Mahyudin menekankan perlunya seorang aparatur sipil yang bergerak diprofesi kepenghuluan mengupgrade wawasan dan kompetensi demi mencapai pengembangan profesi kepenghuluan. 

Sebagai administrator penghulu harus memiliki kemampuan memahami berbagai regulasi dan mengadministrasikan kegiatan pelaksanaan tusi dengan baik. 

Begitu pula sebagai ulama penghulu harus memiliki kepribadian  sebagai tokoh panutan umat. Bahkan wawasan agama yang mumpuni dan memahami teks atau pun kitab kitab rujukan sebagai sumber argumen.

Selain itu  ketika penghulu berfungsi sebagai mubaligh, dituntut untuk mampu berkomunikasi dengan baik dalam menuangkan ide dan gagasan. Termasuk keterampilan sebagai da'i dan berdakwah demi membangun ketahanan keluarga, rincinya.

Terlebih lagi Sekjen pernah berpesan, layanan kita hari ini sudah harus digitalisasi kan. Artinya begitu cepat informasi dengan pola digital hari ini. 

Ia sepakat Simkah merupakan salah satu upaya Kemenag dalam menerapkan langkah langkah konstruktif di era digital sekarang. Maka tak salah Simkah sebagai aplikasi dalam pengelolaan layanan administrasi nikah dan rujuk berbasis web, kini sudah menjadi bagian dari digitalisasi Kemenag dalam memberikan pelayanan yang efektif dan efisien kepada masyarakat, sambungnya.

Mahyudin mengingatkan seluruh peserta bahwa Pemerintah melalui Permenpan RB menggelar Aparatur untuk terus meningkatkan kompetensi dalam kinerja dan kreativitas. “Bila kinerja aparatur tidak bagus akan dipantau terus, oleh Permenpan RB”, katanya memberi motivasi.

Ia menilai KUA saat ini sudah memiliki integritas dibuktikan dengan sudah banyak Kepala KUA yang menolak gratifikasi atau jenis lainnya seperti uang transportasi.

Mantan Kabid Penmad ini juga mengajak Kasi Bimas Islam  di Kemenag Kabupaten /kota untuk bisa menyorot dan monitor langsung pelayanan yang dilakukan KUA kepada masyarakat.

Terakhir pejabat kelahiran Kampar ini menyebut sedikitnya ada lima kecakapan yang harus dimiliki penghulu. Seorang penghulu harus berakhlak mulia, menguasai administrasi nikah rujuk, mampu baca tulis Al-Qur’an dengan  baik, amanah dan berintegritas.

Dengan lima modal kecapan itu penghulu tentu bisa sebagai tokoh panutan ditengah masyarakat. Khususnya dalam memberikan pencerahan kepada masyarakat. “Jangan asal berkicau memberi informasi, hanya karena membaca berita pada situs tertentu lalu ikut menyebarkan info yang  belum jelas sumbernya”, pesan Mahyudin.

Tercatat sedikitnya ada 600 situs yang bekerja menyebar berita hoax ke publik. 

“Hati hati berkomentar di medsos, saring dulu sebelum sharing, jangan sampai terkena UU IT, karena sudah ada Aparatur kita yang diperiksa hanya karena kicauan di medsos, maka bijaklah dalam bermedsos dan menyampaikan informasi”, pesannya mengakhiri materi.(vera)




kembali ke daftar berita

Berita Lainnya