Ponpes Riyadus Sholihin Terima Bantuan Air Bersih dari NU-CARE

Ditulis Oleh riausiak Kamis, 19 September 2019, 11:41

Siak (Inmas) - Menyikapi musim kemarau panjang yang melanda Riau beberapa bulan terakhir,  NU Care-LazisNU Kabupaten Siak, Anshor Banser bekerjasama dengan aliansi wali santri dan unsur pemuda Simpang Perak Jaya menyalurkan bantuan air bersih untuk pondok pondok pesantren yang mengalami krisis air. Kali ini bantuan air sebanyak 20.000 liter mereka kirimkan untuk Ponpes Riyadus Sholihin di Kampung Delima Jaya, Kecamatam Kerinci Kanan.

“Alhamdulillah, akhirnya bantuan ini dapat kami realisasikan. Upaya kami sampai kesini bisa dikatakan tidak mudah karena membawa  kendaraan angkut sebesar ini sementara medannya cukup sulit,” ujar Sekertaris Lazisnu Kabupaten Siak,  Didik Herwanto didampingi koordinator pemuda Simpang Perak Jaya, Andi Faturohman, Rabu (18/9/2019).

Dilanjutkan Didik, penyaluran bantuan air bersih ini diharapkan dapat meringankan persoalan yang dihadapi oleh pondok pesantren saat menghadapi musim kemarau panjang. Seperti di Ponpes Riyadus Sholihin ini, hampir satu bulan belakangan 300 santri hanya dijatah mandi satu kali dalam sehari. Sebab debit air dari sumur sumur yang menjadi penopang utama kebutuhan air sebahagian besar sudah mulai mengering.

“Kita mendapatkan kabar santri santri disini sudah satu bulan terpaksa menggunakan air dengan cara dijatah.  Bahkan mandipun terpaksa dibatasi satu kali sehari. Ini tentu menganggu rutinitas santri, makanya kami berinisiatif dan Alhamdulillah mendapatkan dukungan penuh dari Kang Andi dan kawan kawan Pemuda Kampung Simpang Perak Jaya,” urainya.

Sementara itu Pengasuh Ponpes Riyadus Sholihin KH M Thoyib Firdaus menyampaikan terimakasih kepada seluruh pihak yang telah bahu membahu meringankan beban santri santrinya. Persoalan air bersih diceritakan Kyai Thoyib menjadi persoalan yang cukup serius dihadapi ponpes yang diasuhnya ketika memasuki musim kemarau.

“Ini memang siklus tahunan. Setiap kemarau panjang  ketersedian air di Ponpes kami selalu menjadi masalah serius. Dulu setiap musim kemarau santri santri terutama santri putra harus rela mandi menggunakan air parit . Tapi Alhamdulilah tahun ini telah lahir banyak tangan yang meringankan beban kami,” tegasnya.

Kyai Thoyib juga memberikan apresiasi yang setinggi tingginya kepada Banom Banom NU yang berkolaborasi dengan wali santri dan unsur kepemudaan  yang telah mencontohkan nilai nilai kepedulian terhadap lingkungan. Gerakan semacam ini menurutnya penting untuk memicu kepedulian elemen masyarakat lainnya.

“Kami berharap gerakan kepedulian ini terus membudaya ditengah tengah kita.  NU bersama elemen masyarakat lainnya harus tampil didepan menjadi motor penggerak gerakan semacam ini. Semoga semua lelah atas pengabdian ini mendapatkan Ridho Allah,” pungkasnya. (Hd/Didik)

kembali ke daftar berita

Berita Lainnya