Peringati Tahun Baru Islam 1441 H, Pengurus Masjid Al Kautsar Hadirkan Ustad Koko Liem

Ditulis Oleh bengkalis2 Selasa, 10 September 2019, 08:15

Bengkalis (Inmas) - Pendakwah keturunan Tionghoa, Ustadz Koko Liem alias Muhammad Ustman Anshori mengisi ceramah di Masjid Besar Al Kautsar Kecamatan Bengkalis, pada Senin (09/09/2019).

 

Kehadiran Ustadz  kelahiran Dumai, 17 Januari 1979 ini diiringi tabuhan kompang dan disambut hampir seribuan masyarakat muslim sekitar kota Bengkalis. Koko Liem yang hadir didampingi ibunda tercinta guna memenuhi undangan Pengurus Masjid Besar Al Kautsar, Kecamatan Bengkalis dalam rangka memperingati Tahun Baru Islam 1441 Hijriyah.

 

Dalam ceramahnya, Koko Liem bercerita tentang bagaimana awal mula ia jatuh cinta dengan Islam, masuk Islam secara diam-diam dan terusir dari keluarga.

 

“Saya memeluk Islam pada usia 15 tahun, tepatnya 21 Juli 1994. Setelah masuk islam, saya harus menerima kenyataan pahit, saya terusir dari orang-orang yang saya sayangi. Saya mencoba pulang, namun diusir, begitu seterusnya. Tapi tidak pernah terbersit rasa benci terhadap keluarga saya,” ungkap Liem.

 

Koko Liem yang merupakan anak ketujuh dari sepuluh bersaudara ini bersyukur, kini 8 anggota keluarga kandungnya telah memeluk Islam, sedangkan 2 lainnya masih beragama Budha dan Kristen Katolik. Kendati berbeda keyakinan Koko Liem tetap merangkul mereka, baginya hidayah bukan datang dari manusia melainkan Allah SWT.

 

Selain bercerita tentang kisah dan perjalanan hidupnya Koko Liem turut membagikan tips sukses dunia akhirat yang telah ia tuangkan dalam sebuah buku berjudul “Rahasia Menggapai Keberkahan”. 

 

Koko Liem mengatakan, ada 4 faktor yang dapat membuat seseorang menggapai keberkahan hidup, yakni DUIT, DUIT yang dimaksud adalah doa, usaha, ikhlas dan tawakal.  Dengan membiasakan pola hidup yang benar berdasarkan dengan tuntunan Al Quran dan hadist maka dapat dipastikan keberkahan hidup akan segera diraih.

 

Menurutnya, ada satu hal yang merupakan pangkal dari sebuah kesuksesan yaitu berbakti kepada kedua orang tua. Orang tua adalah sumber dari keberkahan, sumber dari kebaikan, sumber dari ampunan serta sumber dari kesuksesan.

 

“Hendaklah kita selalu memuliakan kedua orangtua, baik yang masih hidup maupun yang telah tiada. Percayalah tidak ada seseorang di muka bumi ini dapat menjadi orang yang sukses tanpa melalui perantara orang tua. Semakin kita memuliakan orangtua maka otomatis Allah sebagai pencipta kita pun akan memuliakan kita didunia,”ungkapnya. (rls-hms)

kembali ke daftar berita

Berita Lainnya