25 Takmir Masjid Ikuti Kegiatan Pembinaan Standar Manajemen Masjid Berbasis Tipologi

Ditulis Oleh riausiak Rabu, 14 Agustus 2019, 13:47

Siak (Inmas) – Rabu, (14/08/19), Sebanyak 25 orang pengurus masjid (Takmir Masjid) dari kecamatan yang ada di Kabupaten Siak mengikuti kegiatan Pembinaan Standar Manajemen Masjid Berbasis Tipologi bertempat di Aula Kankemenag Siak. Kegiatan ini ditaja oleh Bidang Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syari’ah Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau bekerjasama dengan Seksi Bimas Islam Kankemenag Siak.

Masjid merupakan tempat ibadah dan pemberdayaan umat. Masjid memiliki pola pembinaan kemasjidan dan tipologi berdasarkan wilayah, fungsi, dan ukuran. “Ada beberapa pola pembinaan kemasjidan, yaitu Orientasi Imam dan Khatib yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas, peranan dan fungsi Imam dan Khatib dalam rangka pemakmuran Masjid; Pengelolaan Keuangan Masjid diperlukan transparansi dana, tanggungjawab takmir dan laporan keuangan yang akuntabilitas, serta alokasi dana yang tepat sasaran. Orientasi Perpustakaan Masjid merupakan faktor penunjang Islamisasi ilmu pengetahuan; Pembinaan Masjid/Mushala di Tempat Publik yaitu optimalisasi fungsi dan peran masjid sebagai pusat pembinaan umat”, demikian disampaikan Kasi Kemasjidan Kanwil Kemenag Provinsi Riau, H. Defrizon.

Sedangkan menurut Kasi Bimas Islam Kankemenag Siak, H. Ahmad Muhaimin, S.Ag dalam pengantarnya menyebut bahwa standar minimal kompetensi Imam Masjid merupakan kebutuhan yang mutlak diperlukan. “Mengingat Imam Masjid memiliki peran strategis sebagai pemimpin dan pembina umat dalam upaya mewujudkan masyarakat Islam Indonesia yang berkualitas, moderat dan toleran, maka diperlukan adanya regulasi tentang standar Imam Masjid secara Nasional”, jelasnya.

Berkenaan dengan sistem manajemen masjid sesuai dengan tipologinya, H. Khairul Hasani, S.Ag dari bagaian pengembangan kemasjidan Kanwil Kemenag Provinsi Riau menjelaskan bahwa Kementerian Agama Republik Indonesia melalui Bimbingan Masyarakat Islam menetapkan Keputusan Menteria Agama (KMA) No. 394 Tahun 2004. Berdasarkan tipologi Masjid dikelompokan menjadi beberapa, yaitu: Masjid Negara, yaitu Masjid yang berkedudukan di Ibu Kota Negara Indonesia, menjadi pusat kegiatan keagamaan tingkat Negara; Masjid Raya, yaitu Masjid yang berkedudukan di Ibu Kota Provinsi, serta menjadi pusat kegiatan keagamaan tingkat Provinsi; Masjid Agung, yaitu Masjid yang berkedudukan di Ibu Kota Pemerintahan Kabupaten/ Kota, menjadi pusat kegiatan keagamaan tingkat Kab/ Kota; Masjid Besar, yaitu Masjid yang berkedudukan di Kecamatan, menjadi pusat kegiatan keagamaan tingkat Kecamatan; Masjid Jami, yaitu Masjid yang berada di wilayah pemukiman/ Kelurahan/ Desa, menjadi pusat kegiatan keagamaan tingkat Desa; Masjid di Tempat Publik, yaitu Masjid yang berada di kawasan publik untuk memfasilitasi masyarakat dalam melaksanakan ibadah. “Standar pembinaan manajemen masjid sudah ada dalam Keputusan Dirjen Bimas Islam No. 802 Tahun 2014. Yaitu, Idarah, Imarah, dan Ri’ayah” tambahnya. (Hd)

kembali ke daftar berita

Berita Lainnya