95 peserta usia 17-18 tahun ikuti Bimbingan Pranikah Usia Remaja

Ditulis Oleh riaurohil Senin, 12 Agustus 2019, 19:24

Rokan Hilir (inmas)- Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) melalui Seksi Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam menyelenggarakan  kegiatan bimbingan pranikah bagi remaja usia nikah tahun 2019 di Aula Kantor Kemenag, Senin (12/8/2019).

Acara dibuka oleh Kepala Kankemenag Rohil, H. Agustiar sekaligus sebagai narasumber dan di Kepala Sub Bagian Tata Usaha Kemenag Kab. Rohil, H. Sakolan, Penyelenggara Syariah, H. Tarmizi, Bendahara, M. Mukim dan segenap panitia pelaksana.

Sebagai peserta adalah siswa siswi SMA/MA/SMK kelas XI berkisar umur 17 dan 18 tahun sebanyak 95 orang.

Sebagai narasumber pada kegiatan ini Kakankemenag Rohil H. Agustiar tentang “Kebijakan Kepala Kantor Kemenag Rohil Tentang Bimbingan Pranikah Usia Remaja", Ka. Subbag TU H. Sakolan tentang “Strategi menjaga keutuhan rumah tangga menurut syariat Islam" dan Penyelenggara Syariah H. Tarmizi tentang “Pendidikan pranikah dalam membangun kesiapan menikah”. Sementara sebagai moderator M. Mukim, Syafri Johan dan Nasuha.

Dalam penyampaian, Kakankemenag Rohil H. Agustiar menjelaskan tujuan yang diharapkan dari kegiatan bimbingan pranikah bag remaja ini agar setiap calon pengantin memiliki pengetahuan dan persiapan yang lebih matang sehingga terciptanya keluarga yang bahagia lahir dan bathin.

Kata H. Agustiar, kekuatan dan masa depan suatu bangsa sangat dipengaruhi oleh kekuatan keluarga. Karena itulah, membangun ketahanan keluarga yang kokoh dan tangguh merupakan kebutuhan mendasar suatu bangsa. Hal ini sejalan dengan agenda prioritas pembangunan yang disebut dalam Nawa Cita yaitu meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia”, Kata Kakankemenag.

Lanjut H. Agus, rata-rata peristiwa perkawinan di Kab. Rohil setahun 4.000 lebih. Sedangkan angka perceraian hampir mencapai angka 500 dan faktor penyebab penceraian diantaranya selingkuh, Mabuk, Judi, meninggalkan salah satu pihak, Dipenjara, Poligami, KDRT, Cacat Badan, Pertengkaran, Kawin Paksa, Ekonomi, dan lainnya.

“dari sekian banyak faktor Penyebab Perceraian yang tertinggi adalah faktor ekonomi,” tandasnya.

Kebijakan Strategis Dirjen Bimas Islam. salah satunya. Memperkuat fungsi KUA di tengah masyarakat (berdirinya direktorat Bina KUA dan Keluarga sakinah sejak 2017) serta memperbaiki sarana dan prasarana KUA-PMA 34/2016 KUA sebagai pelaksana fungsi layanan Bimas Islam dan PMA 42/2016 Direktorat Bina KUA dan Keluarga Sakinah. Revitalisasi suscatin menjadi bimbingan perkawinan pranikah bagi calon pengantin dimulai sejak tahun 2017. (Bimwin Menjadi Program Prioritas Nasional yang dipantau langsung oleh KSP).

Melakukan pembinaan kepada lembaga perkawinan/ keluarga sakinah (BP4, serta ormas keagamaan). Melakukan integrasi data pelayanan keluarga dalam Sistim Informasi Bimas Islam (SIMBI). Ujarnya.

Ka. Subbag TU H. Sakolan saat menyampaikan materi mengatakan bahwa setiap pernikahan haruslah dipersiapkan secara matang oleh calon pengantin. “Berdasarkan survey yang ditemukan selama ini di berbagai media, banyak terjadi perceraian di usia perkawinan yang masih muda karena kurangnya pengetahuan dan persiapan yang baik. Agar tidak terjadi perceraian muda, maka harus dipersiapkan mental dan fisiknya, serta memiliki bekal pengetahuan dalam mengarungi kehidupan perkawinan. Apalagi di zaman sekarang dengan maraknya perilaku yang disebut LGBT (Lesbian, Gay, Biseksual, dan Trans gender) tantangan kedepan semakin besar sehingga sudah seharusnya dicermati di lingkungan kita agar tidak menimpa keluarga kita sendiri.

lewat arahan Ka. Subbag TU, Beliau juga menyampaikan beberapa tujuan diantara, Menurunkan tingkat perceraian, Menurunkan jumlah nikah usia dini. “akhirnya dapat meningkatkan index sumberdaya manusia Indonesia”, demikian ujarnya.

Selanjutnya diakhir kegiatan dan diisi materi dari Penyelenggara Syariah H. Tarmizi sekaligus menutup kegiatan dengan berpesan agar ilmu yang didapat dari kegiatan ini bisa menjadi ilmu bagi para peserta yang belum menikah sebagai bekal kehidupan pernikahan di kemudian hari. (Nsh)

kembali ke daftar berita

Berita Lainnya