DR. H. Mahyudin. MA. sampaikan 6 Program Startegis Kementerian Agama Tahun 2019

Ditulis Oleh riaumeranti Rabu, 31 Juli 2019, 22:25

DR.H.Mahyudin.M.A sedang memberi pengarahan

Meranti (Inmas) - Melalui peran dan fungsi Pemerintah, Kementerian Agama hadir dalam memberikan pelayanan keagamaan bagi semua umat beragama dalam hal menyelenggarakan pelayanan publik di bidang Keagamaan. Wujud dari pelayanan tersebut berupa tiada henti melakukan inovasi. Hal ini disampaikan Kakanwil Provinsi Riau Dr. H. Mahyudin. MA pada saat memberikan pembinaan kepada para peserta Rapat Kerja Kementerian Agama Kabupaten Kepulauan Meranti, Rabu (31/07) di Ballroom Afifa Selatpanjang.

Menurut Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau H. Mahyudin mengatakan memasuki Tahun 2019, enam sasaran strategis program Kementerian Agama telah digariskan, yakni: meningkatnya kualitas kehidupan umat beragama, meningkatnya harmoni sosial dan kerukunan umat beragama, meningkatnya kualitas pelayanan keagamaan, meningkatnya akses layanan pendidikan, meningkatnya mutu pendidikan agama dan keagamaan, dan peningkatan kualitas tatakelola pembangunan bidang agama”. 

Enam sasaran itu harus tercermin dalam program kerja Kementerian Agama dan satker-satker Kementerian agama Khususnya di Kepulauan Meranti. Sebagai usaha pembinaan memperkokoh toleransi dan kerukunan antar-umat beragama, Pengembangan moderasi beragama dan pembangunan akhlak bangsa perlu disuarakan lebih nyaring di ruang-ruang publik. Toleransi beragama dapat dimaknai sebagai sikap menghormati dan menghargai atas perbedaan yang ada pada pihak lain.

“Semua agenda Reformasi Birokrasi bertujuan untuk menciptakan pelayanan publik yang efektif, efisien, serta meminimalisir penyimpangan dan malpraktik administrasi negara. Reformasi Birokrasi akan menciptakan lingkungan kerja yang membuka ruang dan peluang yang sama bagi setiap pegawai untuk berkontribusi dan berprestasi” 

Sementara moderasi beragama adalah upaya mewujudkan pemahaman dan pengamalan agama yang moderat, yang terhindar dari bentuk pemahaman dan praktek keagamaan yang berlebih-lebihan dan ekstrem. Adapun pembangunan akhlak adalah aspek yang sangat fundamental sebagai pilar utama keadaban bangsa, agar kita semua tidak tercerabut dari fitrah kemanusiaan kita.

kembali ke daftar berita

Berita Lainnya