Kabid Ajak Peserta Gunakan 4 Hal Krusial Berikut dalam BOP dan Regulasi Kelembagaan KUA

Ditulis Oleh vera Jum'at, 24 Mei 2019, 21:52

Riau (Inmas) – Kanwil Kemenag Riau menggelar sosialisasi petunjuk pelaksanaan (Juklak) Biaya Operasional (BOP) Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan dan Regulasi Kelembagaan di Hotel Primer Park Pekanbaru selama tiga hari kedepan. Terhitung Tanggal 24 s.d 26 Mei 2019. 

Kabid Urais dan Binsyar Afrialsah Lubis MPd meminta seluruh Kepala KUA mengikuti rambu-rambu yang ada di dalam Juklak tersebut. Dengan begitu, diharapkan pelaporan dan pengelolaan BOP KUA menjadi lebih transparan dan akuntabel.

“Juklak terbaru yang kami terima dari Direktorat Jendral Bimas Islam Nomor 590 Tahun 2018 perihal jelasnya.

"Dengan mempedomani Juklak terbaru ini pelaporan dan pengelolaan BOP KUA menjadi lebih tertib, transparan, efektif, efisien dan akuntabel," terangnya.

Ia mengharapkan biaya operasional KUA yang selama ini diterima tiap bulan bisa dikelola dengan baik dan efektif, meskipun masih banyak Kepala KUA  di Kabupaten-kabupaten yang masih kurang SDM.

Meski begitu tetap saja pengelolaan BOP KUA harus sesuai aturan," ucap pejabat yang akrab disapa Lubis ini.

Menurutnya seluruh KUA yang ada di Riau harus memahami 4 hal krusial dalam menjalankan perannya di lembaga pemerintah berslogan Ikhlas Beramal ini. 

Pertama, Hindari sikap formalistik. Menurutnya hal ini akan menggangu stabilitas pergaulan keseharian dalam bekerja.

Ia meminta seluruh KUA harus aktif dan responsif terhadap perkembangan yang ada. “Stakeholder diKUA harus mampu mengembangkan wawasan, review dan update perkembangan serta pengelolaan regulasi kelembagaan KUA yang berorientasi pada penguatan aspek regulasi sebagai sandaran kinerja operasional, pelayanan dan dalam menetapkan kebijakan”, jelasnya menyebut poin kedua.

Ketiga, Jangan mudah bersifat parsial. KUA hari ini dituntut memiliki poros gerakan yang jelas. “Tahu apa yang menjadi poros dan tumpuan dalam berkarya, apakah itu berdakwah misalnya, harus ada modal yang mumpuni mengasah dakwah itu bisa sampai pada masyarakat.

Ia menilai activity oriented menjadi hal krusial terakhir yang harus dimiliki KUA. Pemusatan aktivitas orientasi menjadi lebih tajam. “Mampu membangun ciri khas sendiri, sehingga ciri khas tadi menggiring kita untuk punya orientasi yang jelas dalam bekerja” sebutnya penuh semangat.

 Kegiatan tersebut dihadiri oleh 82 orang peserta. Selain dari unsur internal, kegiatan juga dihadiri oleh Kepala Seksi Bimas Islam, Kepala Seksi Urais dan Binsyar, Kepala KUA Kecamatan pada Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kota se-Provinsi Riau dengan melibatkan pemateri/narasumber dari unsur internal dan Bina Kelembagaan pada Unit Eselon I Bimas Islam Kementerian Agama RI.(Vera/faj)


kembali ke daftar berita

Berita Lainnya