Pertajam Fungsi Lembaga KUA Melalui Sosialisasi BOP dan Regulasi

Ditulis Oleh vera Jum'at, 24 Mei 2019, 21:26

Riau (Inmas) Demi mewujudkan tata kelola Biaya Operasional Perkantoran (BOP) yang baik, Kantor wilayah Kementerian Agama Provinsi Provinsi Riau melaksanakan Sosialisasi BOP dan Regulasi kelembagaan KUA.

Kegiatan yang diikuti 82 peserta ini dibuka oleh Kakanwil Kemenag Riau yang diwakili Kabid Urais dan Binsyar Kemenag Riau di Gedung Park Pekanbaru, (24/05).

Kegiatan sosialisasi yang dilaksanakan tiga hari terhitung dari Jum’at 24-26 Mei ini, turut dihadiri Jajaran Kasi dilingkungan Kanwil Kemenag Riau.

Afrialsah Lubis selaku Kabid Urais dan Binsyar mengatakan setiap KUA harus memahami petunjuk pelaksanaan pengelolaan biaya operasional KUA kecamatan.

“Aturan ini harus dipahami betul oleh Kepala KUA, karena di dalam juklak baru ini terdapat poin penting dalam pelaksanaan kegiatan aktivitas KUA seperti operasional sehari-hari”, ujarnya mengawali arahan.

Regulasi harus sejalan dan mampu mendorong kemajuan teknologi dan revolusi industri yang berkembang pesat. Selain itu Ia menilai lembaga KUA dituntut supaya mampu untuk memberikan stimulus positif pada sektor-sektor pembangunan, tidak terkecuali pembangunan bidang agama, sesuai dengan PMA no 34 Tahun 2016.

Sementara itu Kepala seksi Pemberdayaan KUA Kanwil Kemenag Provinsi Riau Sobri SAg, menuturkan bahwa sosialisasi BOP ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada masing-masing kantor urusan agama yang ada.

Hal itu berguna agar mereka bisa memahami tentang cara mengelola dana operasional tersebut. “Biaya operasional perkantoran di KUA bisa terserap dengan baik sesuai regulasi yang ada”, sebutnya. Dikarenakan dana BOP itu dicairkan setiap bulannya berdasarkan usulan dari masing masing KUA.

Masing masing besaran BOP berbeda beda sesuai dengan tipologi yang ada. Tercatat hanya satu KUA di Riau yang mendapat BOP senilai 60 juta untuk 1 tahun yaitu KUA Kecamatan Mandau, Bengkalis. “Artinya, akan mendapat BOP sebesar 5:juta perbulan nya”, jelas Sobri.

Selanjutnya untuk tipe B ada 10 KUA, dimana masing masing mendapat BOP sebanyak 48 juta pertahun. Sementara untuk tipe C tercatat sebanyak 144 KUA di Riau yang mendapat besaran BOP 40 juta 800 ribu pertahun, dan tipe D2 dengan besaran BOP sekitar 42 juta pertahun sebanyak 8 KUA.

“Jadi totalnya ada sebanyak 163 KUA yang mendapat BOP” rinci Sobri. Ia mengharapkan Kepala KUA untuk pro aktif membuat laporan dan rencana anggaran biaya perbulan maupun pertahun. Sehingga serapan realisasi anggaran bisa maksimal sesuai dengan bagian bagian yang ada.

“Ada untuk ATK, listrik, pramubhakti, air, telepon, harus disesuaikan dengan kebutuhan yang ada” tukasnya. Kegiatan ini melibatkan beberapa Kepala KUA, kepala-kepala seksi, bendahara pengeluaran Bimas dan operator yang menangani tentang BOP di KUA dari seluruh Kabupaten/Kota se-Riau.

“KUA yang baru juga harus tau bahwa operasional itu untuk di peruntukan kepentingan kantor”, tekannya.

Terakhir ditambahkannya output dari kegiatan ini mudah-mudahan tidak hanya selesai sampai disini, tapi peserta terus belajar untuk memahami biaya operasional di masing-masing KUA.(Vera/faj)

kembali ke daftar berita

Berita Lainnya