Kakankemenag Undang Perwakilan Siswa MAN 1 Kuansing untuk Berdialog

Ditulis Oleh riaukuansing Kamis, 23 Mei 2019, 13:21

Kuansing (Inmas), Terkait dengan situasi simpang siur yang terjadi di MAN 1 Kuansing, mengakibatkan banyak pemberitaan dan informasi bias, sehingga tidak bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya. Untuk meluruskan dan memberikan pemahaman, Kepala Kantor Kementerian Agama kabupaten Kuantan Singingi Drs. H. Jisman, MA, mengundang perwakilan dari siswa-siswi MAN 1 Kuansing untuk hadir berdialog di Aula Kantor, Kamis (23/05/2019).

Turut hadir mendampingi Kakankemenag Kepala Sub Bagian Tata Usaha H. Armadis, S.Ag, dan salah seorang pegawai Sekjend H. Asyunit, S.Ag.

Kakankemenag mengawali pertemuan dengan memberi kesempatan kepada siswa-siswi, untuk menyampaikan pendapat, ide, aspirasi, dan tanggapannya, mengenai terjadinya rotasi jabatan Kepala Madrasah beberapa waktu yang lalu. Pada intinya, para siswa merasa keberatan dan tidak mengingikan adanya pergantian Kepala Madrasah lama dengan Kepala Madrasah yang baru, mereka bersikukuh untuk mempertahankan Kepala Madrasah yang lama.

Setelah berlalu beberapa pertanyaan dari siswa-siswi, Kakankemenag dengan sabar memberikan jawaban dari setiap pertanyaan dan keberatan yang disampaikan oleh para siswa. Pertama, Kakankemenag mengungkapkan dasar yang menjadi peraturan dari pemerintah, tentang rotasi jabatan Kepala Madrasah. Kedua, Kakankemenag menyampaikan data-data dan fakta tentang kompetensi dan prestasi Kepala madrarah yang baru, sehingga dipandang layak untuk menduduki jabatan tersebut.

Dialog belangsung cukup alot, namun masih dalam kondisi yang kondusif. Dapat dikatakan dialog berjalan dengan baik, karena kedua belah pihak mau saling mendengarkan setiap petanyaan maupun jawaban yang diberikan.

Pada intinya, Kakankemenag sangat terbuka dengan kritikan dan tidak anti dengan hal tersebut. Ia berpesan kepada para siswa yang hadir, supaya tidak cepat mengambil kesimpulan dari berita-berita maupun rumor yang beredar dimasyarakat yang belum tentu terbukti kebenarannya. Ia meminta kepada para murid, untuk memberikan kesempatan kepada Kepala Madrasah yang baru untuk bekerja dan berkarya, dan jika hasilnya nanti tidak sesuai dengan apa yang diharapkan, barulah bisa dilakukan evaluasi kembali.

Kakankemenag sangat berlapang dada, ia menerima semua situasi ini. Dan berkesimpulan, semua terjadi karena kurangnya pemahaman para siswa atau masyarakat tentang regulasi dalam pemerintahan dan apa realita yang sebenarnya terjadi.

Kakankemenag menilai, penolakan seperti ini semestinya tidak perlu terjadi, karena semuanya sudah sesuai dengan regulasi dan aturan yang berlaku. Tidak ada kepentingan pribadi maupun keuntungan yang diraup didalamnya, semua dilakukan dalam rangka menerapkan peraturan yang telah dibuat oleh pemerintah, demi mewujudkan madrasah yang lebih baik dan berprestasi. (n/r)

kembali ke daftar berita

Berita Lainnya