Teladan, Kepala KUA Pusako Berhasil Mengakurkan Problem Antar Jama’ah Rumah Ibadah

Ditulis Oleh riausiak Jum'at, 17 Mei 2019, 16:28

Siak (Inmas) - Sebagai wujud pelayanan kepada masyarakat yang bukan hanya melayani di bidang pernikahan saja, akan tetapi juga memberikan pelayanan terhadap pengaduan dan permasalahan masyarakat yang ingin didamaikan atau menguraikan masalah yang terjadi sehingga mengakibatkan rusaknya hubungan warga.

Hari ini, Kamis, (16/05/19), Ka KUA Pusako, Najamudi, S.HI bersama Pemcam Pusako, Penghulu Kampung dan Pihak Keamanan melakukan mediasi untuk mendamaikan terkait tentang masalah Pengurus/Jama’ah Masjid dan Musholla yang terletak di kampung Bari-Bari. Kepada Inmas Kankemenag Siak, Najamudin menjelaskan bahwa sudah sejak lama terjadi saling ribut antara jama’ah Masjid Nurul Iman dengan jama’ah Musholla Alfalah.

Najamudin bercerita bahwa Jama’ah lebih banyak Sholat di Musholla Al falah, hal ini mengakibatkan jama’ah di Masjid Nurul Iman hanya empat dan lima orang saja yang sholat tarawih. Hal ini akhirnya membuat penghulu kampung Bari-Bari, Ibnu Sinar gusar dan mengadukan hal tersebut kepada Najamudin. Akhirnya, Najamudin membawa Sekcam dan Korwilcam untuk memediasi permasalahan ummat ini agar tidak berlarut larut yang pada akhirnya akan merugikan umat Islam sendiri.

Pada rapat mediasi tersebut juga dihadiri oleh penghulu kampung, Ibnu Sinar disepakati beberapa keputusan; Pertama, Sholat Tarawih semuanya dilaksanakan ke Masjid Nurul Iman agar masjid tidak kosong dan sepi, Adapun Sholat Fardhu, warga yang tinggal disekitar musholla boleh melaksanakan sholat berjemaah di musholla yang terdekat karena rumah ibadah didirikan tanggung jawab bersama untuk memakmurkannya.

Dalam pertemuan tersebut, najamudin juga mengingatkan agar management masjid diperbaiki. Najamudin meminta agar mereka yang dipilih menjadi imam adalah yang baik bacaannya, bagus Tajwid-nya dan akhlak-nya bisa dicontoh agar jama’ah dapat mencontoh keteladanannya. Selain itu, kdudukan Imam juga bisa sebagai tempat untuk bertanya terkait permasalahan umat.

Selain itu, laporan keuangan juga harus transparan. Uang masuk dan keluar hendaknya dituliskan di papan tulis agar semua bisa baca dan pengurus juga harus menghidupkan dakwah untuk mengajak jama’ah agar ramai ramai Sholat jama’ah ke Masjid kampung tersebut.

Terakhir, dari hasil pertemuan tersebut, masyarakat yang hadir menyepakati poin-poin di atas yang tak terlepas dari usaha yang dilakukan Ka KUA Pusako dan Sekcam, Syafruddin. Pertemuan mediasi ini diakhiri dengan saling rangkul dan bersalaman. (Hd)

kembali ke daftar berita

Berita Lainnya