Kasi Penyelenggara Syari’ah Kemenag Pekanbaru : Program BImbingan Pra Nikah Hadir Guna Menangkal Badai Rumah Tangga

Ditulis Oleh vera Selasa, 12 Februari 2019, 13:05

Riau (Inmas) - Kondisi ketahanan keluarga di Indonesia hingga akhir 2018 ini belum menunjukkan perbaikan signifikan jika dilihat dari masih tingginya angka perceraian. Hariyanti Kasi Penyelenggara Syariah Kemenag Kota Pekanbaru, membenarkan adanya peningkatan angka perceraian di Indonesia dari tahun ke tahun termasuk Riau. 

Hal ini menandakan ketidakmampuan mengelola perbedaan, ketidakcocokan serta konflik antara suami dan istri masih sangat tinggi. Ketidakmampuan mengelola berbagai hal yang tidak sama di antara suami dan istri masih menjadi persoalan yang mengancam keharmonisan hidup berumah tangga. Hal itu diutarakannya saat dikonfirmasi langsung pada Selasa (12/02).

Hariyanti menilai, regulasi baru yang diluncurkan Kemenag terkait program Bimbingan Pra Nikah merupakan langkah nyata bagi Kemenag sebagai lembaga yang memayungi dan membina masalah agama dan kehidupan beragama masyarakat. Ia optimis pasangan catin yang sudah dibekali  ilmu yang memadai tentang ilmu berumah tangga, akan menyiapkan catin menjadi sakinah dalam pernikahannya. 

Ia memandang, memang perlu adanya desain bimbingan pra nikah yang lebih serius, terstruktur dan terencana dengan baik. Meskipun kenyataannya, persoalan keluarga yang muncul masih sangat menumpuk, Kemenag terus berupaya melakukan sosialisasi sekaligus meningkatkan kualitas SDM yang kapabel, tidak asal jadi.

Pembinaan calon pengantin ini menurutnya, meliputi hal urgen seperti pendidikan karakter, bimbingan tentang ilmu agama terutama tentang fiqih, semestinya ini mudah dipahami oleh masyarakat kita, lanjut pejabat berparas manis ini. Menurutnya kualitas sebuah perkawinan sangat ditentukan oleh kesiapan dan kematangan ke dua calon pasangan nikah, dalam menyongsong kehidupan berumah tangga.

Hariyanti mengakui bahwa untuk  catin yang mualaf  ada setiap bulannya namun untuk datanya belum kita tampilkan, nanti akan kita buat. Karena  untuk beberapa pihak tertentu ini dijadikan informasi. Kalau untuk mualaf mungkin agak susah karena ini kelas umum, namun mungkin sorot mata kita lebih fokus kepadanya. kalau  dia mualaf perlu mendapat perhatian lebih . Kalau untuk mualaf penguatannya mungkin ke suaminya atau ada  yang muslim yg bisa membantu.

“Kita kerja sama dengan dinas kesehatan, juga dengan pemateri tentang kesehatan reproduksi dan  gizi keluarga. dulu kita pernah kerjasama dengan P2TP2D untuk materi kekerasan anak sekitar tahun 2015 – 2016  masih ada materi KDRT. Untuk tahun 2018 materi KDRT lebih kepada pengasuhan tadi. Agar siap menjadi orang tua yang baik  catin perlu mengerti menjadi orang tua yang baik itu seperti apa, jadi kita sudah tidak perlu lagi materi KDRT. Mantan BKKBN menjadi pemateri tetap kita. kalau untuk baca Al –Quran itu kita hanya Tanya saja, bagaimana bacaan Qurannya? Apakah lancar? Tersendat sendat? Kita tidak memeriksa. Biasanya di KUA memeriksa hal itu“, Tandasnya.

“Kalau ada suami istri mengerti rumah tangga nya mau dibawa kemana, kebahagiaan yang mau dicapai seperti apa, dia akan bertahan”, tambahnya. Baginya catin yang memiliki tujuan yang sama dan jelas bervisi sama akan mampu menekan konflik dalam rumah tangganya mereka  akan bertahan. “Tujuan itu yang harus kuat, kemudian diisi dengan pondasi pilar supaya rumah tangganya itu bertahan, namanya persoalan pasti akan selalu ada” imbuh Hariyanti. Allah katakan dalam kesulitan itu ada kemudahan. Jadi yang namanya masalah itu pasti terjadi. Nah kita harap catin memahami masalah itu sebagai realita. Masalah adalah bagian dari proses, masalah adalah cara Allah mendidik kita. Jadi untuk mencapai ke tujuan, masalah harus dihadapi dulu. Setiap tantangan Insya Allah akan menjadi penguat. yang mau kita kuatkan dalam bimbingan pra nikah ini adalah   tujuan, pondasi, pilar, komponen cinta (gairah, komitmen, kedekatan emosi)”, pesannya.

“Drs. Amirullah Hasim sebagai ketua BP4 yang menyampaikan materi sakinah, Kemudian Masrizal dan Asnir konsentrasinya pada fiqh,  Sedangkan untuk parenting disampaikan oleh Anto, Rialis dan Dahlan. Saya sendiri sebagai pemateri tentang fungsi keluarga dan kesehatan mental”, tutupnya.(Vera/Adi)


kembali ke daftar berita

Berita Lainnya