Ponpes Nurul Yakin, Kecamatan Dayun Dikunjungi Pelajar Asing Dari Australia

Ditulis Oleh riausiak Kamis, 20 Desember 2018, 14:59

Siak (Inmas) – Kamis, (20/12/18), Rombongan 35 orang peserta program pertukaran pemuda Indonesia dan Australia (PPIA)  2018-2019 tiba di Pondok Pesantren Nurul yakin, Kecamatan Dayun dengan disambut oleh para ustadz dan ratusan santri yang telah menunggu. Kedatangan pelajar asing ini pun menjadi daya tarik bagi santri dan warga sekitar yang penasaran ingin melihat wajah-wajah bule tersebut. Sesampainya di Ponpes Nurul yakin, mereka disambut dengan kalungan bunga dan syal khas milik Ponpes Nurul Yakin.

Mengenai Program pertukaran pemuda di dua negara ini tentu melalui seleksi, dan pastinya para pemuda yang dikirim saat ini yang terbaik mewakili negara dan daerahnya. Menurut salah seorang guru yang hadir pada acara tersebut beliau berharap para delegasi pemuda ini dapat mentransfer nilai nilai positif baik bagi keluarga barunya dan juga pada lingkungan tempat tinggalnya. “Harapan kita para pemuda inikan orang pilihan mereka sebelum di kirim sudah diberikan trening, selama mereka disini ada hal hal positif yang bisa ditularkan ke masyarakat, baik itu wawasannya, dan juga keahliannya baik seni dan juga pengalamannya,” terangnya.

Sebelumnya, saat mengantarkan para pelajar asing tersebut, Kepala Bidang Kemitraan Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia Abri Eko Nurjanto mengatakan, tujuan pertukaran kepemudaan ini adalah mendekatkan antara kedua negara Indonesia dengan Australia tetangga yang tak terpisahkan oleh kepulauan dan benua. “Kita harapkan kedepan hubungan antara kedua negara ini lebih akrab lagi ke dekatannya, terutama di berbagia sektor, strateginya adalah melalui pertukaran pemuda,”ungkapnya.

Pogram pertukaran pemuda antar bangsa ini sudah berlangsung sejak 37 tahun lalu, pertukaran pemuda dua negara ini sangat efektif mempererat hubungan kedua negara Indonesia dan Australia. Ini dibuktikan banyak duta besar dari Australia di masa dulu berasal dari pertukaran antar pemuda. Saat ini 17 orang pemuda yang berasal dari provinsi se-Indonesia sedangkan 18 orang berasal dari Australia, mereka akan berada di Siak selama 26 hari dan akan mengikuti sejumlah rangkaian kegiatan. (Hd)

kembali ke daftar berita

Berita Lainnya