Teladani Akhlak Nabi Muhammad SAW dalam Menjalankan Tugas

Ditulis Oleh imuss Rabu, 21 November 2018, 16:21

Riau (Inmas)- Aparatur Sipil Negara (ASN) Kanwil Kementerian Agama Provinsi Riau hendaknya meneladani akhlak Nabi Muhammad SAW dalam menjalankan tugas, sesuai dengan tema Maulid Nabi Muhammad SAW 1440 H pada peringatan Maulid Kanwil Kemenag Riau, Rabu (21/11/2018) di Aula Utama Kanwil Kemenag Riau.

Hadir dalam peringatan Maulid yang mengambil tema “Jadikan Keteladanan Nabi Muhammad SAW Sebagai Motifasi ASN Dalam Melaksanakan”, seluruh pejabat dan ASN di Lingkungan Kanwil Kemenag Riau.

Plt Kakanwil Kemenag Riau melalui Kepala Bidang Penaizawa HM Saman, S.Sos, M.SI dalam sambutannya mengatakan dalam peringatan Maulid banyak hal yang bisa dipetik. Untuk memberikan pencerahan maka pada pada Maulid tahun 1440 H merupakan ASN Kanwil Kemenag Riau Uztad Dr HM Fakhri M Ag.

Sementara itu dalam tausyiyah oleh Uztad Dr. H M Fakhri M Ag menjelaskan, Nabi Muhammad SAW lahir membawa tiga misi besar yakni memulikan akidah, meluruskan dan menyempurnakan syariat dan  menyempurnakan akhlak.

“Nabi Muhammad SAW lahir membawa tiga misi besar, pertama memulikan akidah, Kedua meluruskan dan menyempurnakan syariat, seperti menyempurnakan solat, zakat, puasa, dan haji. Kemudian yang ke tiga menyempurnakan akhlak. Oleh Karena itu kita sebagai ASN hendaknya memperbaiki akhlak kita. Dalam hadis Rasulullah bersabda: “berhati-hatilah kalian dengan prasangka buruk karena sesungguhnya prasangka buruk tersebut adalah sebesar-besar kebohongan jangan kalian mencari kesalahan antara satu dengan lainnya, jangan kalian saling menguping, jangan kalian saling jatuh menjatuhkan, jangan kalian saling iri dan dengki, jangan kalian saling marah-marahan, jangan kalian saling membuang muka  antara satu dengan yang lainnya”. Oleh karena itu marilah kita aktualisasikan prestasi kita di kantor Wilayah Kementrian Agama ini untuk mengabdikan diri kepada bangsa dan Negara,” jelasnya.

Ia menambahkan, Nabi Muhammad SAW merupakan panutan bagi umat Islam dari berbagai sisi kehidupan. Dalam urusan rumah tangga Nabi Muhammad juga telah memberikan tauladan, Nabi Muhammad terlahir dari keturunan yang baik. Oleh Karena itu jika ingin mempunyai anak yang pandai mengaji Hafidz Qur’an orang tuanyapun harus pandai baca Qur’an. Jika ingin mendapatkan anak yang terdidik yang mulia akhlaknya harus di awali dulu oleh orang tua yang terdidik yang mulia akhlaknya. (mus/anto/salma/dea)

 

 

 

kembali ke daftar berita

Berita Lainnya