Subbag Hukum Beri Pembinaan Tentang Pencegahan Radikalisme

Ditulis Oleh imuss Jum'at, 08 Juni 2018, 15:19

Riau (Inmas)- Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau H. Ahmad Supardi,MA membuka secara resmi kegiatan Pembinaan Hukum tentang Pencegahan Radikalisme, Pornografi dan Penyalahgunaan Narkoba  di Hotel Royal Asnof Pekanbaru. Kegiatan ini mengusung  tema Mari kita Cegah Bahaya Radikalisme, Pornografi dan Penyalahgunaan Narkoba di Kalangan Generasi Muda.


Dalam Sambutannya Ka. Kanwil Kemenag Provinsi Riau menjelaskan ,bahwa Radikalisme dapat terjadi di mana dan kapan saja, dan agama manapun. Oleh karena itu, kita selaku orang tua harus mampu menjadikan rumah sebagai madrasah pertama yang terbaik bagi anak-anak kita, sehingga terhindar dari paham radikalisme, pornografi, dan narkoba.


Beberapa penyebab lahirnya tindakan radikal ungkap Ka.Kanwil disebabkan oleh ketidakadilan, kemiskinan, pengangguran, pemahaman yang sempit terhadap agama, kehilangan rasa aman, dan memudarnya pemahaman dan wawasan kebangsaan.


Kegiatan ini ditaja oleh Subbagian Hukum dan KUB dan dilaksanakan selama 3 hari, mulai dari tanggal 4 s/d. 6 Juni 2018. Acara ini sebagaimana dijelaskan oleh ketua panitia Nurainun, SH diikuti oleh  60 orang peserta dari 12 Kab/Kota se- Provinsi Riau yang terdiri dari unsur Guru Agama Islam Penyuluh Agama Islam, dan Wakasis Madrasah.


Alasan pemilihan peserta ini sebagaimana yang diungkapkan oleh Kepala Subbagian Hukum dan KUB H. Anasri, S.Ag, M.Pd, karena guru, penyuluh dan wakasis adalah ujung tombak yang diharapkan mampu memberikan pemahaman yang benar terkait radikalisme, pornografi dan penyalahgunaan narkoba khususnya kepada generasi muda. Dan Selanjutnya beliau juga menegaskan kembali, bahwa tujuan kegiatan pembinaan hukum ini adalah untuk mengingatkan guru-guru, penyuluh dan wakasis tentang bahayanya konten-konten yang berbau sara dan porno yang sangat mudah diakses menggunakan telpon selular. Adapun yang menjadi Narasumber dalam kegiatan ini adalah dari Polda Riau, BNN Provisi Riau, Akademisi dari UIN SUSKA Riau, dan Pejabat Kanwil kemenag Provinsi Riau.


Kegiatan ini ditutup oleh Kepala Bagian Tata Usaha Kanwil Kemenag Provinsi Riau Drs.H.Mahyudin,MA. Beliau menyampaikan bahwa para orang tua wajib melakukan fungsi penguatan keluarga dan Mengharapkan semua pihak bersinergi untuk melindungi perempuan dan anak dari bahaya paham radikalisme,pornografi dan narkoba. Jika hal ini tercapai maka bonus demografi akan dinikmati oleh indonesia yang puncaknya akan terjadi pada tahun 2040. Dalam kegiatan ini menghasilkan beberapa hal yang harus ditindaklanjuti oleh peserta di lapangan. salah satunya memasukkan materi bahaya paham radikalisme,pornografi dan penyalahgunaan narkoba dalam kegiatan MOS dan meningkatkan koordinasi dengan instansi terkait.


Sejatinya paham radikalisme, bahaya pornografi dan penyalahgunaan narkoba bisa diatasi jika pemerintah bersama-sama masyarakat bersinergi dalam memberikan pemahaman yang benar di tengah-tengah masyarakat. tentu ini merupakan tugas berat dan menjadi tantangan semua elemen bangsa, agar generasi bangsa yang hadir nantinya menjadi generasi yang berkualitas baik secara intelektual, spiritual dan juga sehat jasmani,rohani serta terhindar dari paham-paham yang akan merusak persatuan dan kesatuan bangsa. (ansr/mus)

kembali ke daftar berita

Berita Lainnya