Perekat Kerukunan, Subbag Hukum dan KUB Gelar Dialog Lintas Agama

Ditulis Oleh imuss Kamis, 07 Juni 2018, 14:42

Pelalawan (Inmas)- Kerukunan umat beragama adalah keadaan hubungan sesama umat beragama yang dilandasi toleransi saling pengertian, saling menghormati, menghargai kesetaraan dalam pengamalan ajaran agama dan kerjasama dalam kehidupan bermasyarakat, untuk membangun kerukunan tersebut Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) dibawah binaan Kanwil Kemenag Riau dalam hal ini  Sub Bagian Hukum dan KUB mengelar kegiatan yang bertajuk Dialog Lintas Agama di Kabupaten Pelalawan, beberapa waktu lalu di gedung Aula Kantor Camat Pangkalan Kerinci Kab. Pelalawan.

Acara Dialog Lintas Agama ini diikuti oleh 35 orang peserta yang  terdiri dari Tokoh Pemuda/Pemudi, Tokoh Wanita, Tokoh Agama baik itu agama Islam, Kristen, Katolik, dan Konghuchu.

Adapun Narasumber untuk kegiatan ini  terdiri dari Kakankemenag Kab. Pelalawan, Kasubbag Hukum dan KUB Kanwil Kemenag Prov. Riau serta Ketua FKUB Kab. Pelalawan.

Adapun tujuan dari Dialog Lintas Agama ini harapannya  adanya masukan dan gagasan guna membangun dan mengembangkan langkah-langkah strategis toleransi antar umat beragama serta saling kenal, saling memahami, sekaligus menambah wawasan pengetahuan.

Dalam paparannya Kepala Kantor Kementerian Agama Kab. Pelalawan  H. M. Rais, S.Ag, M.Pd menekankan bahwa  Visi Kementerian Agama adalah terwujudnya Masyarakat Indonesia yang taat beragama, Rukun, Cerdas, mandiri dan Sejahtera lahir batin, sementara Misi dari Kemenag itu sendiri 1). Meningkatkan Kualitas kehidupan beragama, 2). Meningkatkan kualitas kerukunan umat beragama, 3). Meningkatkan kualitas RA, Madrasah, 4). Meningkatkan kualitas Penyelenggaraan ibadah Haji, 5). Mewujudkan tata kelola kepemerintahan yang bersih dan berwibawa.

Sementara Kabag Tata Usaha Kanwil Kemenag Prov. Riau Drs. H. Mahyudin, MA menjelaskan adanya  6 Pilar Kerukunan umat beragama adalah : 1). Setiap pemeluk Agama memandang pemeluk agama lain sebagai sesama makhluk tuhan dan saudara sebangsa, 2).Setiap pemeluk agama memperlakukan pemeluk agama lain dengan niat dan sikap baik, empati, penuh kasih sayang dan sikap saling menghormati,  3).Setia Pemeluk agama bersama pemeluk agama lain mengembangkan dialog dan kerjasama kemanusiaan untuk kemajuan bangsa,  4).Setiap pemeluk agama tidak memandang pemelukm agama lain dari sudut pandangnya sendiri dan tidak mencampuri urusan Internal agama lain, 5).Setiap pemeluk agama menerima dan menghormati persamaan dan perbedaan masing-masing agama dan tidak mencampuri aqidah/keyakinan/dan praktek peribadatan agama lain,  6). Setiap pemeluk agama berkomitmen bahwa kerukunan antar umat beragama tidak menghalangi penyiaran agama dan penyiaran agama tidak menganggu kerukunan antar umat beragama.

Kemudian Penghargaan bagi Kepala Daerah yang mampu memberikan pelayanan dan menjaga Kerukunan umat beragama karna 1). adanya dukungan Pemerintah Daerah setempat terhadap pelayanan seluruh agama, 2). adanya upaya untuk menjaga kerukunan antar umat beragama dimasing-masing daerah, 3). Serta hasil kerja Program Pemerintah daerah setempat yang berkaitan dengan pelayanan terhadap seluruh penganut agama.

Dalam Paparan selanjutnya Kasubbag Hukum dan KUB  H. Anasri, S.Ag, M.Pd menyampaikan tentang pelalawan dalam angka hubungannya dengan kerukunan.

Sementara Ketua FKUB Kab. Pelalawan  dalam paparannya menjelaskan FKUB merupakan media untuk berkomunikasi antar umat beragama, untuk memperkokoh persatuan dan kesatuan dalam rangka menyamakan visi dan misi untuk membangun toleransi antar umat beragama.

Diharapkan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) bisa menjalin tali silaturahmi antar tokoh umat beragama jangan sampai ada miss komunikasi yang bisa menimbulkan perselisihan pendapat. (ansr/mus)

kembali ke daftar berita

Berita Lainnya