Kemenag Rohil sambut Ramadhan 1439 H dengan pengajian, dzikir dan doa bersama

Ditulis Oleh riaurohil Rabu, 16 Mei 2018, 14:53

Rokan Hilir (inmas) – Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Rokan Hilir H. Agustiar hari ini, Rabu, 16 Mei 2018 M bertepatan dengan 30 Syaban 1439 H secara pribadi menggelar sykuran dalam rangkan menyambut kehadiran bulan suci Ramadhan 1439 H di Aula Kantor Kemenag Rohil lantai 2.

Acara yang sudah diniati H. Agustiar jauh hari sebelumnya ini diisi dengan pangajian/ ceramah agama, dzikir dan doa bersama dan dihadiri para Kasi, seluruh ASN baik PNS maupun non PNS, staf KUA, penyuluh agama Islam, Ketua BAZNAS Baharudin, S.Pd.I, guru-guru MIN 1 Rohil, Sekretaris MUI Rohil dan perwakilan FKUB.

Dalam sambutannya Kakan Kemenag  mengatakan bahwa kegiatan ini adalah sebagai wujud rasa syukur kita semua karena telah mendapat kesempatan bertemu lagi dengan bulan Ramadhan. Beliau juga mengajak masyarakat untuk menjaga ketenangan sehingga  kita dapat fokus beribadah dalam bulan suci ramadhan.

Selain itu H. Agustiar mengajak kepada semua yang hadir untuk saling maaf memaafkan agar saat memasuki bulan suci Ramadhan hati dalam keadaan bersih. “tiga hal yang harus kita penuhi saat memasuki bulan suci Ramadhan, yakni anak mohon maaf kepada orang tuanya, saliing memaafkan antara suami istri dan saling memaafkkan diantara tetangga,” pesannya.

Sementara itu Ust. Taubat Nasuha alam ceramah agamanya menyampaikan 4 persiapan menghadapi bulan suci Rammadhan. Persiapan pertama, adalah persiapan ruhiyah. Persiapan ruhiyah yang kita perlukan adalah dengan cara membersihkan hati dari penyakit aqidah sehingga melahirkan niat yang ikhlas. Pengokohan aqidah adalah pondasi utama dalam persiapan ruhiyah ini. Tanpa aqidah yang benar, bisa jadi seseorang justru terjatuh dalam syirik. Dan kesyirikan selamanya takkan berbuah keikhlasan. Aqidah yang benar adalah kuncinya. Karenanya surat di dalam Al-Qur'an yang kesemuanya membahas aqidah dinamakan surat Al-Ikhlas. Membersihkan hati atau tazkiyatun nafs juga hal yang urgen dilakukan dalam menyambut tamu Allah yang istimewa ini.

Persiapan kedua adalah persiapan fikriyah. Agar Ramadhan kita benar-benar efektif, kita perlu membekali diri dengan persiapan fikriyah. Sebelum Ramadhan tiba sebaiknya kita telah membekali diri dengan ilmu agama terutama yang terkait secara langsung dengan amaliyah di bulan Ramadhan. Tentang kewajiban puasa, keutamaan puasa, hikmah puasa, syarat dan rukun puasa, hal-hal yang membatalkan puasa, serta sunnah-sunnah puasa. Juga tarawih, I'tikaf, zakat, dan sebagainya.

Selanjutnya, persiapan yang kita perlukan adalah persiapan jasadiyah. Ramadhan membutuhkan persiapan jasadiyah yang baik. Tanpa persiapan memadai kita bisa terkaget-kaget bahkan ibadah kita tidak bisa berjalan normal. Ini karena Ramadhan menciptakan siklus keseharian yang berbeda dari bulan-bulan sebelumnya. Kita diharapkan tetap produktif dengan pekerjaan kita masing-masing meskipun dalam kondisi berpuasa. Kita juga akan melakukan ibadah dalam porsi yang lebih lama dari sebelumnya. Shalat tarawih, misalnya.

Persiapan keempat adalah persiapan maliyah. Persiapan maliyah yang diperlukan dalam menyambut bulan Ramdhan bukanlah untuk membeli baju baru, menyediakan kue-kue lezat untuk Idul Fitri, dan lain-lain. Kita justru memerlukan sejumlah dana untuk memperbanyak infaq, memberi ifthar (buka puasa) orang lain dan membantu orang yang membutuhkan. Tentu saja bagi yang memiliki harta yang mencapai nishab dan haul wajib mempersiapkan zakat maal-nya. Bahkan, jika kita mampu berumrah di bulan Ramadhan merupakan ibadah yang bernilai luar biasa.

Di akhir taushiyahnya Ust. Taubat Nasuha mengajak semua jamaah yang hadir untuk tetap menjalin silaturrahim selama bulan Ramadhan dengan cara datang sholat berjamaah di masjid, buka puasa bersama, mengadakan peringatan Nuzulul Qur'an serta melaksanakan halal bi halal  setelah ramadhan nantinya. “Jangan kita sia-siakan kesempatan yang telah Allah berikan kepada kita dengan selalu meningkatkan ibadah kita,” ungkapnya.

Mengakhiri acara sambut Ramadhan ini ditutup dengan pembacaan doa oleh Buya Masril, S.Ag dan dilanjutkan salam salaman. (Nsh)

kembali ke daftar berita

Berita Lainnya